Jessica Latasha Mauren. Seorang gadis yang menyukai senja semenjak ditinggal ibunya. Setiap sore ia berkunjung ke bukit demi menikmati indahnya senja.
Namun di satu sisi, ia juga butuh penyemangat dalam hidupnya. Gadis cantik yang memiliki sifat cu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
... ✿°•∘ɷ∘•°✿ ...
Hujan perlahan turun dari langit yang sudah gelap. Seorang gadis cantik tengah duduk di ranjangnya yang empuk. Ia melihat hujan dari jendela kamar. Gadis itu kesepian.
"Aku kangen mamah," gumamnya.
Ia memeluk kedua lututnya yang sudah terbalut selimut. Kepalanya ia senderkan ke kaca jendela kamar. "Mah ... Jessica kesepian."
Kemudian ia mengambil sebuah boneka dan ia peluk dengan erat. Gadis itu merebahkan tubuhnya di kasur. Ia memejamkan mata, dalam beberapa menit, ia sudah berada di alam mimpi.
Ceklek!
Pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok wanita berbaju putih panjang dengan rambut yang digerai. Wanita itu berjalan pelan mendekati Jessica.
"Sudah tidur," ucap Lili. Lalu, ia mengambil piring dan gelas yang sudah bersih karena dihabiskan oleh Jessica. Ia pun pergi dari situ menuju dapur.
Setibanya ia di dapur, terlihat Sai yang sedang membuka kulkas. "Pak?" sapa Lili.
"Eh, Neng Lili," balas Sai.
Usia Sai dan Lili bisa terbilang cukup jauh. Sai berusia 49 tahun dan Lili berusia 37 tahun, selisih 12 tahun.
"Belum tidur, Pak?" tanya Lili.
Sai mengambil es susu lalu menutup kulkas. "Belum, Neng."
"Besok, Saya mau ambil cuti sekitar 5 hari. Mau pulang kampung karena istri saya sakit," tuturnya.
Lili mengangguk dan ia berkata, "Semoga istri Bapak cepat sembuh, ya."
Sai tersenyum hangat lalu pergi dari dapur menuju teras rumah. Sepertinya ia kesulitan untuk tidur karena memikirkan keadaan sang istri.
•───────•°•❀•°•───────•
Sinar matahari yang cukup cerah menyinari bumi. Suara bising ayam tetangga mulai terdengar di kala sang pemilik membebaskan mereka dari kandang.
Bugh!
Satu lemparan bantal berhasil mengenai wajah tampan Melvan. Cowok itu terkejut bukan maen. Siapa yang berani melakukan ini? Tentu aja adiknya, Neo.
Anak kecil kelas 4 ini memang cukup nakal. Ia suka sekali menggoda kakaknya, apalagi saat disuruh membangunkan Melvan.
"LAMPU NEON!!!!!" pekik Melvan dengan keras hingga terdengar sampai bawah.
Neo lari terbirit-birit bak tikus yang dikejar oleh kucing. Padahal Melvan tak mengejar, tapi Neo ketakutan sendiri.