9. Login

896 21 0
                                        


Cinta adalah sebuah kebodohan
Writer by Ilegal

Cinta adalah sebuah kebodohan—Writer by Ilegal—

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Allen memenuhi permintaan Reizan untuk menolongnya. Pria berkebangsaan Amerika itu sedang dalam perjalanan menuju rumah Reizan. Sementara menunggu Allen, Reizan mengautopsi jenazah istrinya, ia ingin tau sebab pasti meninggalnya, dan ia menemukan penyakit bronkitis. Reizan menyesal lantaran tidak peka saat Alia memegangi dadanya kesakitan, Alia mengatakan jika dadanya sakit karena bawaan dari maag. Ditambah perut yang tidak pernah diisi makanan atau obat selama hampir satu minggu, dan kematiannya sekitar 10 jam yang lalu. Pria itu menebak jika itulah alasan Alia meninggal.

Setelah mengautopsi Alia, ia menelepon Gita yang ia percaya sebagai pengasuh istrinya. Dan jawaban dari Gita pun cukup mengejutkan baginya, maksudnya Gita akhirnya jujur kepada Reizan tentang keluhannya selama menjaga Alia. Jujur jika Alia tidak mau makan, Alia tidak mau tidur, Alia yang selalu mengamuk, berteriak, dan Alia yang selalu menolak panggilan dari Reizan.

"Harusnya kamu jujur ke saya!!" sentak Reizan pada telefon.

"Saya sungguh minta maaf, nyonya hanya mau dirawat tuan. Dan saya sarankan tuan bawa nyonya berobat ke psikiater, saya khawatir dengan kesehatan mentalnya."

"Kamu bilang istri saya gila? Saya akan tuntut kamu karena kelalaian ini!" ancam Reizan.

Reizan lantas memutuskan sambungan teleponnya sembari menggeram kesal. Gita tidak mengetahui jika Alia sudah tidak ada, dan sudah terlambat menghantarkannya ke psikiater, juga terlambat mengucapkan selamat tinggal untuknya.

Bersamaan dengan itu, mobil Allen tiba di halaman rumah. Pria itu memasuki rumah itu tanpa membawa rekan—karena biasanya ia akan mengajak Felix. Sebelum keduanya berbincang, Allen terlebih dulu melihat jasad Alia hanya untuk memastikan kebenaran. Ketika melihat peralatan medis yang berserakan di atas kasur, pria itu terkekeh.

"Pikirmu, kamu dewa yang bisa hidupin orang meninggal, Profesor Giedeon?" sarkas Allen.

"Bagaimana dengan eksperimen rahasia milik kamu?" Reizan tanya.

"Tenang Rei! Kamu harus pikirkan matang-matang dulu. Mengambil keputusan ketika sedang emosi biasanya berdampak buruk." Allen memperingatkan.

"Aku gak peduli risikonya! Bukankah kamu juga sama?" sindir Reizan.

"Baik, jika itu mau kamu. Tapi mengklona manusia butuh biaya yang tidak sedikit." tandas Allen.

Mereka lantas merundingkan biaya yang akan dikeluarkan dalam prosesnya, memang jumlahnya tidak sedikit. Reizan mengeluarkan semua uang tabungannya, tabungan Alia, uang warisan, serta dana yang akan Alia gunakan untuk pembuatan toko cake yang sebelumnya Alia rencanakan.

"Hanya saja ada satu syarat. Kamu harus bergabung dengan aku. Jika kami tertangkap, kamu juga akan tertangkap." Allen memberikannya kesepakatan.

Melihat Reizan terdiam seperti orang kebingungan, Allen mengerti jika itu bukan pilihan yang mudah apalagi ia tau jika orang-orang terdekat Reizan adalah orang-orang baik, maksudnya mereka bekerja untuk keamanan negara. Reizan membeku memikirkan kerjasama asimilasi itu. Ia tidak berpikir dua kali untuk menjadi pelanggan Allen, tapi ia berpikir berkali-kali untuk menjadi partnernya.

ILEGAL ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang