(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!).
Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
Semua anggota Glorious yang berjumlah seratus orang berkumpul di aula, di aula pertemuan mereka semua tampak sibuk berbicara satu sama lain tentang kasus pembunuhan anggota inti Glorious.
Alezya dengan wibawa nya muncul di depan semua anggota Glorious, bersama dengan Cakra di samping nya.
Ting!
Bel rapat berbunyi tanda semua harus diam karena wakil ketua sudah hadir di hadapan mereka.
"GLORIOUS MULAI HARI INI BUBAR UNTUK SEMENTARA!"
"INI SEMUA DEMI KEAMANAN KALIAN SEMUA...SEBELUM KASUS INI SELESAI GLORIOUS AKAN BUBAR UNTUK SEMENTARA DAN JANGAN PERNAH ADA ANGGOTA GLORIOUS MENYERANG ANGGOTA MUSUH LAGI!!"
"BAIK BOSS!!" teriak semua anggota Glorious serentak dengan patuh.
Dengan terpaksa Alezya harus mengambil tindakan ini demi keselamatan mereka semua, karena pasti banyak musuh mereka yang saat ini mulai membuat masalah, dan memojokkan mereka karena kasus pembunuhan ini, dan yang pasti nya Wolfein tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan menyerang Glorious kapanpun mereka mau, sebagai balas dendam atas kematian anggota mereka.
Yang menjadi korban salah satu anggota inti Wolfein, yang di tusuk pisau tiga kali di tepat di jantung nya, dan satu korban lagi anggota Wolfein yang mati karena tusukan pisau sebanyak dua kali di perut nya, dia mati karena kehabisan darah.
Kedua korban ini tentu saja menggemparkan dunia geng motor, Berita tentang masalah ini sudah mulai menyebar dimana mana.
Alezya sangat terkejut dengan hal ini, dia tidak menyangka akan ada kasus seperti ini di bawah kepemimpinan nya, sementara ketua Glorious pasti sangat murka saat ini mungkin dia akan melakukan hal kotor untuk menutupi kejadian ini.
.....
Malam itu Alezya baru saja pulang setelah mengadakan rapat di markas, karena pulang terlambat itulah yang membuat dia kena omel Bu mayang saat ini, akibat tidak kunjung pulang setelah mengantarkan Bima ke sekolah tadi pagi.
"Dari mana saja kamu?" tanya Bu mayang.
"Nongkrong Bu sama teman," jawab Ale berbohong dia tidak mungkin mengatakan sejujur nya.
"Sampai lupa waktu? Kamu harus ubah sikap kamu Alezya. Kamu ini seorang gadis bahaya keluyuran sampai malam begini!" ucap Bu mayang yang khawatir dengan gadis itu.
"Maaf Bu." Alezya menundukkan kepala nya dia sangat pusing dengan masalah hari ini.
"Masuk sana!"
Alezya pun segera pergi ke kamar nya, dia segera menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, dia merasa sangat kesal dan lelah dengan masalah kali ini dia tidak bisa atasi masalah kali ini.
Alezya membuka HP nya dia melihat berita tentang pembunuhan itu sudah menyebar di media sosial, Aditya di tersangka juga sudah menyerahkan diri ke kantor polisi dan mengakui perbuatan nya.
Alezya yang membaca berita itu hanya bisa menghela nafas panjang, dia berharap kasus ini segera selesai dan dia juga berharap jika pembunuh nya bukanlah Aditya, dia merasa ada satu hal yang ditutupi oleh Aditya dan Rion.
Malam kejadian itu memang hanya ada kedua orang itu dia tidak bisa mencari bukti hanya berdasarkan ucapan Rion saja, namun sial nya polisi juga menyimpulkan jika Aditya yang membunuh kedua anggota Wolfein, yang bernama Galan sanjaya dan Zio.
Karna sidik jari milik Aditya di temukan di pisau yang tertancap di dada Galan, hal itu tentu saja menjadi bukti kuat jika Aditya lah pelaku nya.
Galan Sanjaya adalah anggota inti Wolfein, dia juga anak sulung dari keluarga Sanjaya yang terkenal kaya raya.
Dreeet!!
Saat itu HP Alezya bergetar, karena muncul panggilan telepon dari seseorang yaitu ketua Glorious.
"Kenapa lo biarin Aditya menyerahkan diri?" tanya seseorang dari balik ponsel yang tidak lain adalah ketua Glorious.
"Lo mau gua tutup kasus ini pakai cara kotor? Lo tau kan peraturan gua? Dia memang harus bertanggung jawab atas perbuatan nya," saut Alezya dengan nada dingin nya.
"Dasar nggak becus! Lo mau nama Glorious hancur karena kelalaian lo? Dasar pengecut!" ucap Ketua Glorious marah.
"Eh anjing! Pasang telinga lo! Gua nggak lalai. Gua udah bertanggung jawab atas masalah ini bukan kayak lo yang kabur kayak babi! Yang pengecut itu lo bangsat!" ucap Alezya murka dia tidak terima dengan hinaan ketua Glorious selama ini, dia berusaha mengatasi semua masalah di Glorious tidak seperti orang itu yang menghilang entah kemana.
"Mulai hari ini lo pimpin Glorious! Gua keluar dari Glorious!!"
Tut!
Alezya mematikan telepon secara sepihak dia sangat kesal, dan muak dengan semua ini, dia tidak terima waktu yang dia luangkan untuk mengurus Glorious sama sekali tidak dihargai, lebih baik dia berhenti dan memperbaiki hidup nya.
"Dasar pengecut! Sialan!!" umpat Alezya kesal.
"Gua nggak butuh lagi Glorious! Udah cukup gua urus mereka. Sekarang giliran lo sebagai Ketua."
Alezya ingin memperbaiki kehidupannya sudah cukup dia bermain main selama ini, dia tidak mau menyusahkan orang sekitar nya lagi karna ulah nya.
........
Brak!!
Di sisi lain terlihat seseorang yang sedang duduk di sofa hitam, di bawah lampu redup yang tampak hendak mati itu, dia membanting HP nya ke lantai sangat keras.
"Sialan! Berani dia keluar seenak nya! Dasar jalang sialan!" ucap orang itu dengan nada marah.
"Habisi dia!"
.......
------------
........
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Makasih dah mampir jangan lupa vote dan komen nya... Biar nggak sepi ini bab... Wkwkwk