Bab 28. Gosip part 2

23.1K 1.2K 0
                                        

........

---------

Alezya pergi ke kantin bersama dengan Adel dan disana juga ada Monika, mereka bertiga makan bersama karna saat itu Alezya lah yang mengajak nya, walau terlihat Monika kurang suka bergaul dengan Adel, karena keduanya memang tidak pernah saling sapa selain beda kelas karna kedua nya juga tidak jarang bertemu. 

"Alezya. Lo pacaran sama Aksa?" tanya Adel. 

"Nggak."

"Kenapa lo nggak pacaran sama Aksa? Dia kayaknya beneran suka sama lo," tanya Adel kemudian memasukan pentol ukuran jumbo kedalam mulut nya. 

"Nggak bisa. Nggak usah bahas ini ganggu mood makan gua aja," cetus Alezya kesal. 

"Gosip lo pacaran sama Aksa udah disebar, apalagi di kelas tadi Aksa panggil lo sayang," saut Adel seketika membuat mata Alezya membulat sempurna. 

"Lo dengar juga?" tanya Alezya tidak sadar ada yang dengar selain Salsa padahal kelas masih sepi kayak kuburan hanya ada mereka bertiga saja di dalam kelas. 

"Iya banyak kok yang denger semua dari luar kelas kita nggak berani masuk. Aksa doang tadi masuk. Gua hampir jantungan anjir! Aksa manggil lo sayang," jawab Adel setelah dia berhasil menelan bakso jumbo dengan susah payah.

Alezya seketika lemas karena baru tau kalau di luar kelas banyak anak anak sekelas nya yang menguping mereka tadi pagi, ingin sekali rasa nya Alezya bunuh diri saja dia sudah tidak sanggup hidup lagi di dunia fiksi. 

"Bagus juga kalau lo pacaran sama Aksa. Makin bahagia hidup lo," ucap Monika yang sebenarnya meledek Alezya. 

"Kenapa lo bilang Salsa yang nyebarin gosip lo pacaran di sekolahan?" tanya Adel. 

"Bukan urusan lo," cetus Alezya malas menjelaskan panjang kali lebar karena mood nya sudah sangat buruk hari ini. 

Adel mendengus kesal karena tidak mendapatkan jawaban dari Alezya, padahal dia sangat penasaran karena tidak biasa nya Aksa seperti itu pada seorang gadis, karna dari dulu Aksa sangat cuek dan dingin pada semua gadis yang dekat dengan nya, bahkan banyak orang yang mengira Aksa gay. 

"Gua ambil pesanan gua lagi dulu," ucap Adel segara melangkah pergi dari sana ke meja pesanan. 

"Lo mau makin sakit hati ya?" tanya Monika saat Adel sudah pergi. 

"Lo nggak usah percaya gosip murahan."

"Kalau lo emang suka sama Aksa gua dukung. Tapi lo tau kan resiko nya apa? Dia bisa benci lo setelah dia tau rahasia lo," ucap Monika hanya sekedar memperingatkan Alezya. 

"Gua tau."

"Gua harap lo nggak semakin terjebak sama semua masalah lo. Mendingan lo segara keluar dari Glorious buat kebaikan lo," saran Monika. 

Alezya juga ingin keluar dari Glorious, namun dia tidak bisa melakukan hal itu karena ketua Glorious sudah mengancam nya, jika sampai dia keluar dari Glorious hidup nya akan berakhir detik itu juga, dan keluarga nya juga akan mendapatkan masalah karna diri nya. 

"Gua nggak bisa. Bajingan itu bisa hancurin hidup gua sebelum gua singkirin dia," ucap Alezya dengan nada pelan dia tidak ingin ada yang dengar suara nya. 

"Lo butuh bantuan?" tawar Monika. 

Alezya membalas dengan senyuman singkat, dia akan segera selesaikan masalah nya dengan ketua Glorious, dia ingin membuat orang itu tunduk padanya, dan tidak berani lagi mengancam diri nya, namun sebelum itu dia harus punya suatu hal yang dapat membuat orang itu tunduk padanya. 

Alezya juga ingin menyelesaikan masalah Aditya dengan Adina, sebelum dia keluar dari Glorious, bukti yang terkumpul saat ini masih sangat sulit membuktikan bahwa Galan adalah pelaku pelecehan terhadap Adina, selain itu Alezya juga belum mendapatkan bukti kalau Aditya yang membunuh Galan. 

"Lo yakin mau bantu gua? Lo bakal dapat masalah juga," ucap Alezya. 

"Hidup gua emang udah penuh masalah. Semua anggota Wolfein bahkan udah tau gua mantan anggota Glorious," jawab Monika dengan nada santai. 

"Mereka sudah tau? Mereka nggak nanyain lo sesuatu?" tanya Alezya kepo. 

"Nggak. Aman kok," 

"Woyy!!! Gibahin apa nih nggak ngajak gua???" heboh Adel yang baru saja datang dengan nampan berisi semangkok bakso jumbo dan es jeruk. 

"Makan lo banyak juga anjir? Badan langsing perut big size," ledek Monika. 

"Busuk banget mulut lo," cetus Adel kesal. 

....... 

-----------

Flashback.... Monika.. 

Saat itu Monika baru saja datang ke kelas nya, namun tidak ada satupun orang di kelas nya padahal dia sudah datang sangat siang. 

"Ini gua yang kurang siang? Atau semua orang udah pada mati?" guman Monika kebingungan melihat kelas nya sepi seperti kuburan karena hanya dia seorang di dalam kelas. 

Namun beberapa detik kemudian Aksa dkk datang memasuki kelas nya dengan tatapan dingin kepada diri nya, Monika tersenyum tipis kepada Aksa dkk. 

"Tumben kesini? Mau apa?" tanya Monika yang peka. 

"Lo mantan anggota Glorious? Kenapa lo nggak bilang sama gua?" tanya Langit dengan nada kesal. 

"Emang lo siapa gua?" cetus Monika pedas. 

"Buset! Kena ulti," bisik Gavin. 

Langit mengepalkan telapak tangan nya kesal dengan Monika, Endra menghela nafas panjang kemudian dia duduk di salah satu kursi di kelas itu. 

"Dia calon suami lo," jawab Endra santai sambil melemparkan senyuman tipis ke arah Monika. 

"Shit!" umpat Monika. 

Langit dan Monika terkejut dengan ucapan Endra, karena pria itu baru saja mengatakan sebuah rahasia besar yang sudah lama mereka tutupi hingga saat ini. 

"Lo tau dari mana?" tanya Langit kaget. 

"Nanti gua jelasin."

"Monika. Lo tau siapa wakil ketua Glorious?" tanya Aksa.

"Nggak. Karena dia sangat menutupi identitas nya tidak banyak orang yang tahu siapa dia," jawab Monika. 

"Lo mantan anggota inti seharusnya nya lo tau siapa dia?" tanya Endra. 

"Gua udah keluar lama. Saat gua keluar dari Glorious dia juga masih baru jadi wakil ketua karna wakil ketua sebelum nya sudah mati," jawab Monika dengan nada dingin dia tidak boleh panik. 

"Mati?"

"Semua manusia akan mati pada akhir nya."

"Lo tau siapa wakil ketua sebelum nya?" tanya Gavin. 

"Gua nggak tau. Dia sama aneh nya dengan ketua. Mereka selalu memakai topeng aneh, wakil ketua sebelum nya sudah mati untuk apa kalian cari tahu tentang dia?" Monika penasaran kenapa mereka mencari tahu siapa wakil ketua Glorious. 

"Bukan urusan lo."

"Gua saranin jangan pernah cari tau siapa wakil ketua Glorious. Atau lo akan menyesal," ujar Monika santai dia hanya ingin memberi peringatan saja kepada Aksa. 

"Why?" tanya Aksa. 

'Karena dia orang yang lo cintai.'

...... 

----------

Terimakasih sudah mampir jangan lupa vote dan komen nya... Seee you...

Glorious  [End] ( Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang