........
--------
Hari adalah hari bahagia untuk Gavin dan Adel yang telah melangsungkan pernikahan mereka, yang selama ini tertunda terus karena lika liku hubungan mereka yang sangat abstrak, namun pada akhir nya mereka berdua membuat janji suci sehidup semati.
Kini kedua pasangan itu sudah sah menjadi sepasang suami istri, di hadapan semua tamu yang hadir, dan di hadapan kedua orang tua mereka, mereka semua terlihat sangat bahagia begitupun dengan semua tamu.
Disana terlihat Langit dan Monika yang sudah memiliki seorang anak laki-laki berusia 3 tahun, anak itu bernama Bumi Angkasa Cakrawala, kerap di sala Bumi si bayi tampan dan manis yang memiliki lirikan mata memikat seperti Monika namun wajah nya sangat mirip dengan Langit.
Selain itu ada Davian dan Almira yang juga sudah memiliki seorang anak perempuan bernama Delima Alsiya Renjaya, kerap di sapa Delima, gadis kecil berusia 4 tahun, memiliki paras cantik seperti Almira, namun sifat nya sangat mirip dengan Davian, dia memiliki sifat yang cuek dan tegas.
Ezio dia belum memiliki seorang anak dengan istri nya, Istri Ezio bernama Camela dia sangat cantik dan ramah, kedua nya sudah menikah dia tahun lalu.
"Delima!" panggil Ela yang duduk di pangkuan Elvan.
"Apa?" saut Delima dengan nada dingin nya.
"Kamu cantik. Tapi masih cantik Ela!" ujar Ela yang dengan bego nya mengatakan hal itu.
"Dih. Ngaca mulut kamu cemong gitu!" ujar Delima meledek kembali pada Ela.
"Pa bersihin doang!" pinta Ela memelas dan Elvan pun membersihkan mulut putrinya itu yang terdapat noda krim cupcake yang baru saja gadis kecil itu makan.
"Ela manja banget ya Om?" tanya Delima.
"Iya. Anak nya mageran kayak tante nya," ujar Elvan dengan santainya membuat Alezya yang duduk di belakang nya langsung menoyor kepala Elvan.
"Kamu yang mageran! Enak aja nuduh aku!" kesal Alezya.
Kedua anak manis itu tertawa melihat hal itu, Elvan dan Alezya memang masih suka berantem, padahal keduanya sudah sama sama dewasa, tapi sifat kekanak-kanakan, mereka masih melekat sampai sekarang, mereka yang minat hal itu hanya tertawa kecil saja minat sikap kedua saudara tersebut.
"Tante galak! Tato nya bagus buat dimana?" tanya Delima sambil melihat ke arah Alezya yang duduk di belakang Elvan.
Tato milik Alezya sampai saat ini masih ada, dia tidak bisa menghapus tato itu, karna banyak kenangan baginya jadi dia biarkan saja, cukup dia tutupi dengan hoodie, jaket, atau jas agar tato itu tidak terlihat, namun kedua mata anak anak itu sangat tajam mereka tahu saja Alezya punya tato.
"Kepo kamu."
"Delima mau punya tato begituan juga. Papa juga punya tato. Delima jadi pengen cepat gede," ucap Delima dengan nada polos nya namun wajah nya sangat serius.
"Nggak usah punya tato. Sakit tau," saut Alezya.
"Kata Papa juga gitu. Tapi Delima tetap mau keren," ucap Delima.
"Ela juga mau. Ela mau punya banyak di tangan Ela," timpal Ela yang sama antusias nya dengan Delima.
"Nggak boleh sayang," ujar Elvan menegur.
"Kenapa Pa?" tanya Ela.
"Nggak cocok buat kamu," jawab Elvan.
"Lah.. Kemarin aja Ela mau jalan bareng sama anak laki-laki kata Papa nggak cocok, sekarang mau punya tato juga nggak cocok, yang cocok apa buat Ela?" tanya Ela dengan wajah polos nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Glorious [End] ( Sudah Terbit)
Teen Fiction(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!). Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
![Glorious [End] ( Sudah Terbit)](https://img.wattpad.com/cover/342981508-64-k754938.jpg)