.........
________
Alezya dan Monika pun segera keluar dari toilet, baru saja melangkah ke arah koridor, kedua nya sudah dikejutkan dengan muncul nya seseorang, yang hampir membuat jantung kedua nya berhenti berdetak.
"Aksa!" ucap Alezya kaget.
"Ngapain lo disini?" tanya Monika kepo.
"Lo ikut gua," ucap Aksa sambil menatap ke arah Alezya.
"Gua?" Alezya terkejut mendengar itu untuk apa dia harus ikut dengan musuh nya ini.
"Cepetan!" tegas Aksa.
"Udah ikut aja sana. Aman kok dia nggak suka makan orang kok," ujar Monika dengan nada menggoda.
"Tenang aja gua bakal tutup mulut dan tutup mata batin kalau perlu," ujar Monika ditutup senyuman aneh.
Alezya dengan rasa malas pun pergi bersama dengan Aksa, terlihat Monika melebarkan senyuman aneh, ketika melihat kedua nya berjalan bersama seperti sepasang kekasih.
"Kok gua ngerasa mereka jodoh ya?" ucap Monika.
........
Setelah mengikuti Aksa cukup lama entah kemana mereka pergi akhirnya Aksa berhenti juga tepat di depan uks, Alezya yang melihat itu agak kaget, kenapa dia harus di bawah ke uks, dia tidak pingsan saat ini, cuma jantung nya kadang suka berhenti dadakan aja.
"Masuk."
"Lo nggak mau macam macam kan?" tanya Alezya waspada saja.
"Nggak."
Kedua nya segera masuk kedalam uks, Aksa mengambil kotak p3k, kemudian diletakkan di atas meja setelah itu dia membasuh tangan nya di wastafel.
"Duduk." ucap Aksa dingin.
Alezya pun segera duduk di atas brankar uks tersebut, Alezya merasa jika Aksa mau melakukan sesuatu yang seharusnya dia lakukan sendiri tadi, Aksa segera kembali dia berdiri di samping Alezya kemudian dia membuka kotak p3k.
Aksa mengeluarkan obat dan kapas kemudian, dengan hati-hati dia memegang tangan Alezya, yang terkena kuah bakso panas tadi namun segera Alezya menarik tangan nya.
"Ngapain lo sentuh gua?" kaget Alezya.
"Gua obatin. Tenang aja gua nggak ada niat jahat," ucap Aksa sambil menghela nafas beberapa kali karena ulah Alezya.
Alezya mengulurkan tangan nya kembali, dengan telaten Aksa mengobati punggung tangan nya yang merah, karna kena kuah bakso panas tadi.
Untung saja melepuh nya tidak parah, hanya merah saja jadi Alezya tidak begitu pedulikan, tapi Aksa justru mengobati nya.
"Makasih," ucap Alezya.
Setelah selesai mengobati, dia melihat ke arah cincin Polos perak dengan ukuran huruf A diatas nya yang melingkar di jari kiri telunjuk Alezya, terlihat Aksa terus memperhatikan cincin itu dengan teliti, hingga membuat Alezya tidak nyaman dia segera menarik tangannya dari Aksa.
"Kenapa? Lo mau cincin gua?" tanya Alezya dengan nada jutek nya.
"Dari mana lo dapat cincin itu?" tanya Aksa.
"Kepo!" saut Alezya.
"Makasih!! Bye!!" Alezya segera melangkah pergi dari sana dia tidak mau lama lama dengan Aksa bisa viral dia di sekolah ini sampai ada yang tahu.
.........................
Alezya melemparkan tas nya ke atas kasur dia merasa sangat kesal hari ini, dia ingin segera pindah sekolah, namun Elvan tidak setuju karena Alezya baru saja masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Glorious [End] ( Sudah Terbit)
Fiksi Remaja(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!). Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
![Glorious [End] ( Sudah Terbit)](https://img.wattpad.com/cover/342981508-64-k754938.jpg)