bab 10. Sahabat

30.1K 1.5K 6
                                        

.......

________

Terlihat seorang gadis sedang duduk di tangga gudang sekolah, entah apa yang dia lakukan disana, seperti nya dia hanya duduk sambil mencari ketenangan, yang dia inginkan beberapa hari ini.

Dia dibuat tidak betah sekali di sekolah nya, dia harus berusaha sabar menghadapi sikap aneh seseorang yang terus saja mengganggu nya, dan trio setan yang juga mengintai nya seperti mangsa empuk. 

"Nyet! Ngapain lo disini?" tanya seorang gadis dengan seragam amburadul yang baru saja datang dia Monika. 

"Nyanyi cari ketenangan. Ngapain lo kesini?" tanya balik Alezya. 

"Sama gua biasa nya juga suka nongkrong disini cari ketenangan," sahut Monika ikut duduk di tangga bersama Alezya. 

"Berantakan banget seragam lo abis ngapain lo? Berapa per ronde?" tanya Alezya dengan santainya. 

"Bapak lo di ronde!. Gua habis berantem setan!" sahut Monika kesal dengan pikiran kotor Alezya. 

"Sama siapa?"

"Langit."

Alezya langsung memutar bola matanya dengan mulut menganga beberapa menit kemudian dia tutup sebelum kemasukan dolar. 

"Ngapain lo berantem sama dia? Kalian pacaran?" 

"Nggak! Ogah banget gua pacaran sama orang posesif," sahut Monika ogah ogahan. 

"Posesif!"

"Iya dia tuh suka sama gua tapi gua nggak. Dia juga posesif banget larang gua sama ini sama itu kayak pacar gua aja. Padahal gua udah tolak dia beberapa kali," ucap Monika dengan nada kesal.

"Anjir. Sejak kapan seorang langit suka sama cetakan kulit pangsit kayak lo?" kaget Alezya tidak habis pikir. 

"Dih...nggak percaya gua nggak bohong kunti," sahut Monika serius sepertinya. 

"Btw. Keluarga mana yang adopsi lo sampai mampu sekolahin lo di sini?" tanya Monika kepo. 

"Keluarga Wijaya."

"Anjir! Keluarga kaya raya itu??" kaget Monika sampai melongo. 

"Hooh."

"Keluarga Wijaya sama Keluarga Dewantara sahabat loh. Lo tau kan maksud gua?" ucap Monika masih terkaget kaget. 

"Ya gua tau," saut Alezya. 

"Keluarga Wijaya punya satu anak nama nya Elvan. Dia jadi Kakak lo sekarang?" tanya Monika.

"Iya."

"Gila nyet! Kak Elvan temenan sama Aksa!" 

"Gua tau."

"Sial banget nasib lo nyet. Kenapa nggak balik ke panti aja?" 

"Lo mau gua gampar atau gua tendang?" tanya Alezya kesal. 

"Bercanda Nyet. Gua kaget aja kok bisa lo masuk ke keluarga Wijaya, aneh banget aja kan mereka udah punya anak ngapain adopsi anak dari panti asuhan?" ujar Monika heran sama dengan Alezya juga. 

"Gua nggak tau. Kata Nyokap gua, dia pengen punya anak cewek aja, tapi nggak bisa punya anak lagi karna mager buat nya," jawab Alezya santai. 

"Agak lain ya nyokap lo," ucap Monika geleng geleng kepala.

"Terus lo di adopsi keluarga mana?" tanya Alezya. 

"Keluarga Wiratama, keluarga kaya raya tapi masih lebih Sultan keluarga lo," jawab Monika. 

"Wow! Agak beruntung kita dipungut keluarga kaya raya," ujar Alezya merasa beruntung karena belum tentu nasib anak lain seperti mereka. 

"Habis pulang sekolah kita jenguk Aditya," ucap Monika mengejutkan Alezya. 

Glorious  [End] ( Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang