Bab 30. Jalan bareng

22.5K 1.2K 1
                                        

.........

----------

Malam ini Alezya tampil sangat cantik dengan pakaian bad girl nya. Walau terkesan tomboy tapi tetap saja dia sangat cantik dengan rambut terikat sangat rapi. Malam ini Alezya akan keluar dengan seseorang yang paling sangat dia benci untuk memenuhi permintaan Vera yang menginginkan untuk jalan jalan dengan pria pilihan nya. 

Alezya sangat malas jalan dengan seseorang karna dia lebih suka jalan sendiri menikmati gelapnya malam yang sangat tenang dan mencekam. Hawa dingin yang menusuk kulit sangat terasa nyaman dengan hembusan angin kencang yang menerpa dedaunan pohon hingga jatuh bertebaran di tanah. 

"Ya Tuhan. Kenapa harus dia yang di pilih Mama? Apa stok pria tampan di dunia ini sudah habis?" heran Alezya dengan permintaan sesat Vera. 

Akibat berita viral tentang dia dan Aksa beberapa hari lalu sekarang Vera meminta nya untuk jalan jalan dengan Aksa. Sepertinya Vera menduga kedua nya memang sedang berhubungan diam diam padahal semua itu hanya rumor hoax dari mulut busuk seseorang. 

Alezya sangat kesal dia ingin sekali menolak namun Veran terus mengemis padanya jika sampai dia menolak Vera akan mencoba bunuh diri. Entah benar atau tidak dari pada dia dipandang sebagai anak durhaka lebih baik dia turuti saja sesekali. 

"Lama banget dandan simpel gitu doang ber jam jam," ledek Lilin yang sedari tadi diminta memanggil Alezya untuk segera ke bawah karena Aksa sudah datang menunggu nya sedari tadi. 

"Bacot lo," kesal Alezya. 

"Saya nggak bacot. Tapi kasihan Tuan Muda nungguin Nona dari tadi. Nona tau kan siapa Tuan muda? Nona mau di keluarin dari kk lagi?" tanya Lilin dengan nada santai tapi nyindir asli nya. 

"Iya. Iya gua turun nih!" 

Alezya segera keluar dari kamar nya menuju lantai satu dengan rasa malas yang menggunung. Namun dengan susah payah dia akhir nya sampai di ruang tamu terlihat Aksa yang tampak sangat tampan melihat ke arahnya dengan tatapan datar. 

"Lama. Lo dandan buat pemakaman?" tanya Aksa dengan nada dingin. 

"Iya. Buat pemakaman lo," jawab Alezya sambil menatap malas pria itu walau dia sempat terpesona dengan ketampanan Aksa. 

Aksa sagara bangkit kemudian dia berjalan mendahului Alezya ke depan mansion. Terlihat mobil mewah milik Aksa sudah terparkir di depan mansion menunggu kedua nya sedari tadi untung saja tidak jamuran itu mobil. 

Aksa dan Alezya pun segera masuk kedalam mobil kemudian mobil itu melaju keluar mansion dengan cepat. Alezya merasa sangat malas sampai dia tidak ingin berkata apapun dia ingin diam saja seperti batu. 

'Ini pasti rencana Mama sama nyokap nya Aksa buat kita jalan berdua gini. Awas aja lo salsa micin gua bales lo secepat nya.. Gara gara lo hidup gua suram lagi,' batin Alezya. 

Alezya menghela nafas panjang dia hanya diam saja sambil melihat pemandangan di luar jendela namun di saat itu dia menyadari suatu hal kalau Aksa juga diam saja. Tumben sekali batu itu tidak aktif saat bersama nya biasa nya. 

"Alezya!" panggil Aksa dengan nada dingin. 

"Apa?"

"Cincin lo nggak bisa lepas?" tanya Aksa. 

"Nggak. Besok gua amputasi jari," saut Alezya ngasal padahal dia sudah pasrah dengan cincin sialan yang sudah melingkar di jari nya bertahun tahun. 

Aksa tersenyum tipis kemudian dia menghentikan mobilnya di dekat danau yang sangat luas. Alezya heran kenapa dia dibawah ke danau bukan restoran atau mall buat jalan jalan berduaan. 

"Ngapain ke danau? Mau bunuh diri?" tanya Alezya heran. 

"Turun," tegas Aksa. 

Alezya segara keluar dari dalam mobil bersama dengan Aksa. Kali ini Aksa tampak sangat dingin padanya tidak seperti biasa nya, biasa nya kalau lagi jalan bareng seharus nya pria yang membukakan pintu untuk gadis yang jalan bersama nya. Tapi Alezya dia sedari tadi keluar masuk mobil mandiri. 

"Kenapa lo bohong sama gua?" tanya Aksa mengejutkan Alezya. 

"Bohong apa?" tanya Alezya bingung karena kebohongan nya sangat banyak sampai dia tidak bisa ingat apa saja kebohongan yang sudah dia perbuat. 

"Lo bilang lo anak panti. Tapi nyata nya lo anak kandung," saut Aksa dengan nada kesal. 

"Awal nya gua emang anak panti. Ending nya sekarang gua anak kandung," jawab Alezya santai karena itulah faktanya. 

"Terus kenapa lo nggak bilang ke gua kalau lo adik kandung Elvan?" tanya Aksa. 

"Emang penting?"

"Penting. Karena dia nggak suka sama gua," jawab Aksa kesal. 

Seketika senyuman manis muncul di bibir sinis Alezya. Sepertinya ada yang mendukung nya kali ini dia jadi tidak merasa seorang diri. 

"Terus?"

"Lo beneran nggak ada rasa sama gua?" tanya Aksa. 

Alezya terdiam dia sendiri bingung dengan perasaannya campur aduk seperti bubur ayam yang diaduk. Mungkin sebaik nya dia tenangkan diri nya dulu untuk menjawab pertanyaan mematikan dari Aksa. 

"Lo tau kan jawabnya," saut Alezya sambil mengalihkan pandangan ke arah lain dia malas sekali menjawab pertanyaan Aksa. 

Aksa menghela nafas panjang kemudian pria itu mengeluarkan permen lolipop. 

"Ini buat ganti permen lo waktu itu," ucap Aksa sambil menyodorkan permen itu kepada Alezya. 

"Shit." umpat Alezya kesal karena Aksa mengingat kan nya momen yang sudah membuat jantung nya hampir saja berhenti berdetak. 

Alezya segara mengambil permen itu lalu dia buka bungkus nya kemudian dia memasukan kedalam mulut nya dengan sangat gugup. Dia jadi malu mengingat diri nya saat itu hanya mematung kaya batu. 

"Lo cantik," guman Aksa melihat penampilan Alezya. 

"Makasih," balas Alezya menghargai pujian Aksa. 

"Lo mau nikah sama gua?" tanya Aksa. 

"Nggak."

"Why?" 

"Nggak suka." 

Detik itu juga Aksa langsung beralih di depan Alezya kemudian dia mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah Alezya membuat Alezya seketika mundur hingga mentok di depan mobil. Aksa saat ini sedang memojokkan gadis itu di depan mobil dia juga mengurung Alezya dengan kedua tangan kekar nya. 

"Lo udah nolak gua lebih dari tiga kali, lo harus jadi milik gua," ucap Aksa dengan nada pelan. 

Keduanya kalinya Aksa mengambil permen lolipop dari mulut Alezya lalu dengan santainya dia masukan permen itu kedalam mulut nya. 

"AKSA!!!"

.......... 

-----------








Glorious  [End] ( Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang