..........
--------------
Kala itu Alezya sedang berdiri di depan kaca besar. Dia melihat pantulan dirinya di depan cermin itu dan seketika dia menyadari suatu hal jika dia sangat mirip dengan Vera saat waktu seumuran dengan nya.
Alezya melepaskan jaket hoodie hitam yang selalu dia pakai ketika keluar dari kamar nya. Sebuah tato berbentuk pedang dan terdapat ular yang melingkar di pedang itu terlihat di lengan atas Alezya. tato itu adalah lambang jabatan dia di Glorious sebagai wakil ketua karna yang memiliki tato itu hanyalah dia dan ketua Glorious.
Selain mereka tidak ada yang punya tato itu. Tidak banyak orang juga yang mengetahui tentang tato itu yang dimiliki oleh ketua dan wakil ketua Glorious.
Lambang Glorious adalah pedang dengan ular yang melingkar di pedang. Siapapun akan mengetahui dia anggota Glorious jika memakai jaket dengan lambang tersebut.
Alezya juga heran mengapa dia harus memiliki tato tersebut. Yang dia dengar dari surat yang dikirim ketua jika dia mau menjadi wakil ketua dia harus memiliki tato itu sama dengan ketua juga.
"Kalau sampai ada yang lihat tato ini. Bisa tamat riwayat gua sebagai anak orang kaya," monolog Alezya.
Alezya segara memakai jaket hoodie hitam itu kembali dia juga segera bersiap siap untuk pergi dia mau melanjutkan penyelidikan nya selain itu dia juga ingin bertemu dengan seseorang untuk memastikan keadaan nya baik baik saja.
"Gua harap bukan dia pacar Galan."
.......
------------
Terlihat seorang berpakaian serba hitam mengendarai motor hitam di jalan yang terjadi pembunuhan itu. Seseorang itu adalah Alezya yang sebagai keluar memakai pakaian serba hitam karena itu ciri khas diri nya.
Alezya memarkirkan motornya di parkiran taman namun saat selesai memarkirkan motor nya Alezya dikejutkan dengan seorang gadis yang sedang duduk di salah satu bangku taman di dekat pohon besar. Terlihat gadis itu sangat linglung.
Dan Alezya tahu siapa gadis itu. Alezya pun segera menghampiri gadis itu dia memperhatikan dengan seksama dan benar saja gadis itu adalah...
"Adina!"
Adina adalah adik kandung Aditya yang berusia 15 tahun. Gadis itu terlihat sangat linglung dan tatapan mata nya juga sangat kosong, dia juga tidak merespon kedatangan Alezya sama sekali dia seperti tidak melihat Alezya sama sekali.
Alezya segara membuka masker nya kemudian dia melepaskan tudung hoodie nya. Dia segera duduk di samping Adina dia sangat terkejut melihat Adina disana karena tidak mungkin sekali gadis itu pergi ke taman itu karena taman itu juga jauh dari rumah nya.
Empat bulan lalu Adina mengalami sakit mental karena dia menjadi korban pelecehan saat dia pulang sekolah. Sejak mengalami hal buruk itu mental dan kesehatan Adina terganggu dia seperti orang hidup tanpa jiwa. Tatapan nya kosong dia juga jarang mau bicara dengan siapapun dia juga linglung dan suka hilang.
Sejak mental Adina terganggu dan dia juga sedang hamil. Adina putus sekolah dia tidak bisa melanjutkan sekolah nya lagi, di rumah dia dirawat oleh Aditya saja karna mereka berdua tidak memiliki kedua orang tua lagi. Namun setelah Aditya pergi kini Adina di jaga oleh tante nya yang tinggal di sebelah rumah mereka.
"Adina ini gua Alezya! Lo kesini sama siapa?" tanya Alezya dengan nada lembut sambil mengusap pucuk kepala Adina.
Adina hanya diam dia tidak menjawab namun setelah merasakan usapan di pucuk kepala nya dia mengalihkan pandangannya ke arah Alezya yang tersenyum tipis padanya.
"Kak!" ucap Adina pelan.
"Lo pergi nggak bilang tante lagi kan?" Alezya menduga jika Adina kabur lagi dari rumah dia pasti keluyuran sendirian dan akhirnya dia nyasar tidak tahu jalan pulang.
Alezya melihat ke arah perut Adina dan ternyata sudah mulai membesar karena saat ini Adina sedang mengandung seorang anak dari hasil pelecehan seksual itu.
Usia kandungan nya sekitar 4 bulan Selain mengalami trauma berat Adina juga dinyatakan hamil. Alezya merasa sangat kasihan dengan nasib Adina hingga saat ini pelaku nya bahkan belum di ketahui.
"Kenapa Adina kesini?" tanya Alezya dengan nada lembut dia tidak boleh membuat Adina panik.
"Di-dia su-suka di-disini," jawab Adina terbata bata dengan tatapan kosong.
"Dia siapa?" tanya Alezya.
Adina menunjuk ke arah perut nya. "A-ayah di-dia," ucap Adina yang masih menunjuk ke perut nya dan seketika Alezya membesarkan bola mata nya karena kaget.
Alezya tidak menyangka jika Adina mengingat Ayah dari anak yang dia kandung suka berada di taman itu. Alezya sangat terkejut mendengar nya dia yakin jika tempat ini adalah tempat Adina dulu nya sering bertemu dengan Ayah dari anak yang dia kandung di taman ini.
Alezya melihat ke gelang yang melingkar di pergelangan tangan kiri Adina dan seketika Alezya terdiam karena dia ingat dengan jelas gelang itu sama dengan gelang milik seseorang yang sudah tiada karena ulah Aditya.
'Gelang itu sama dengan yang di pakai Galan!'
Alezya memegang tangan Adina kemudian dia memperhatikan dengan teliti lagi dia ingin memastikan jika gelang itu benar sama atau tidak. Namun setelah dia perhatikan lebih teliti gelang itu sama dengan yang di pakai Galan di foto itu.
Gelang hitam berbandul setengah bintang yang sama persis dengan yang ada di foto itu. Ada Galan dan seorang gadis yang tidak di ketahui wajah nya oleh Alezya karna bagian foto itu di robek dan tidak di temukan oleh Alezya walau sudah beberapa kali dia mencari di semak semak.
"Adina dapat gelang ini dari siapa?" tanya Alezya.
Adina terdiam kemudian dia menunjuk ke arah perut nya lagi dan mengucapkan, "A-ayah dia."
"Nggak mungkin dia!" panik Alezya yang langsung menarik nafas dalam dalam untuk menenangkan diri nya.
Alezya segera mengeluarkan foto yang masih dia simpan itu kemudian dengan hati hati dia tunjukan pada Adina dan seketika ekspresi Adina berubah.
"Jahat!! DIA JAHAT!!" teriak Adina ketakutan sambil menutup mata nya. Alezya segara memasukan foto itu ke dalam saku hoodie nya kemudian dia segera menarik gadis itu ke dalam pelukannya.
"DIA JAHAT!! DIA JAHATT!!!" teriak Adina ketakutan.
"Adina tenang aja dia udah nggak ada. Dia udah pergi jauh dan nggak akan pernah kembali lagi," ucap Alezya dengan nada tenang dia hanya ingin menangkan Adina.
Adian perlahan dia namun dia mulai menangis sesenggukan begitupun dengan Alezya yang tanpa dia sadari dia mengeluarkan air mata.
"Maaf in gua nggak bisa bantu Adina sama anak Adina." Alezya merasa sangat bersalah karena dia baru menyadari nya jika Ayah dari anak itu adalah orang yang dia ketahui.
"Kak Aditya... Pergi!! Adina...mau ikut!!!" ucap Adina di sela isak tangis nya.
"Adina nggak bisa ikut kak Aditya. Tapi suatu hari nanti Kak Aditya akan kembali bersama dengan Adina lagi," ucap Alezya berusaha untuk tetap tenang.
"Dia ayah dari anak lo?"
Adina membalas dengan anggukan kecil. Terlihat kedua tangan nya bergetar hebat dia merasa sangat takut dan trauma karena kenangan buruk yang dia alami itu.
'Gua nggak nyangka Galan adalah ayah dari anak yang di kandung Adina!! Jadi dia orang brengsek yang perkosa Adina!!'
.........
---------------
Makasih sudah mampir jangan lupa vote dan komen nya.....
......
KAMU SEDANG MEMBACA
Glorious [End] ( Sudah Terbit)
Подростковая литература(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!). Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
![Glorious [End] ( Sudah Terbit)](https://img.wattpad.com/cover/342981508-64-k754938.jpg)