........
_______
Kala itu Alezya sampai di kantin dia makan seorang diri di meja yang berada di pojokan, alasan kenapa dia seorang diri karena dia tidak mau bergabung dengan Aksa dkk, Alezya tidak mau semakin dekat dengan mereka, dia tidak mau membangun hubungan yang akan dia hancurkan suatu hari nanti, kapan saja waktu itu akan tiba.
Mereka semua akan membenci nya, saat tahu segalanya tentang dia yang menjadi wakil ketua Glorious, sekaligus sahabat Aditya yang sudah membunuh kedua sahabat mereka.
Alezya yakin lebih baik dia jaga jarak dan tidak menonjol di sekitaran mereka karena ini akan jauh lebih baik.
Walau bukan Alezya yang membunuh Galan dan Zio, namun tetap saja dia ada hubungan sebagai wakil ketua dari Aditya, tentu saja dia akan tetap dianggap penjahat.
Selain itu dia juga dulu pernah, memimpin pertarungan antara Glorious dan Wolfein, berakhir tidak ada satupun yang menang sama sama kuat dan seimbang, kedua nya saling meninggalkan bekas luka yang tidak akan dapat dilupakan.
'Berasa takdir sedang ngeprank gua? Kenapa gua harus satu sekolah sama mereka? Mendingan gua nggak sekolah dari pada harus sekolah disini!' batin Alezya.
Prak!!
Alezya terkejut saat seseorang tiba tiba saja menyenggol bahu nya, karna hal itu dia tidak sengaja menumpahkan kuah bakso panas ke tangan nya, semangkok bakso yang dia pegang itu pun jatuh ke lantai.
Semua murid yang berada di kantin langsung melirik ke arah Alezya.
"Sorry makanya kalau jalan pakai mata juga!" ucap seorang gadis yang pasti nya lebih tua dari Alezya dia adalah Dewi Andini seorang siswi dari kelas 12 IPA 2.
Kerap disapa Dewi, dia memiliki dua sahabat yang sama licik nya seperti dia, bernama Sella dan Mei mereka bertiga adalah geng circle the princess of school.
Mereka bertiga sangat terkenal karena mereka berasal dari keluarga kaya raya, sekaligus donatur besar di SMA Alaska, selain itu mereka juga suka berbuat seenak mereka tanpa pedulikan orang yang mereka bully.
Alezya tidak menggubris ucapan itu, dia harus sabar tidak boleh marah karena dia juga tadi jalan sambil melamun tidak melihat sekitar nya dengan baik.
"Kenapa lo diam aja? Marah?" ucap Dewi.
"Nggak." Alezya hendak melangkah pergi dari sana dia mau membasuh tangan nya segera sebelum melepuh semakin parah.
Namun disaat itu Sella dan Mei malah menghadang Alezya.
"Gua mau pergi," ucap Alezya.
"Nggak bisa seenak nya lo pergi gitu aja. Gua mau minta sesuatu sebagai permintaan maaf lo ke gua," ucap Dewi membuat Alezya mengerutkan kening bingung padahal dia tidak minta maaf ke Dewi sama sekali.
'Pasti dia sinting. Sejak kapan gua bilang maaf ke dia?'
Disaat itu mereka menjadi pusat perhatian banyak murid di kantin. Terlihat di meja yang tidak jauh dari posisi Alezya disana ada Aksa dkk yang sedang menonton juga adegan itu.
"Dia buat masalah lagi. Pasti gitu aja terus," ucap Endra sinis.
"Kasihan Alezya. Gua harus bantu dia," ucap Adel hendak bangkit namun segera di tahan oleh Salsa.
"Lo nggak usah ikut campur. Lo mau kena masalah lagi sama sikopat itu?" ujar Salsa membuat Adel mengurungkan niat baik nya.
"Biarin aja," cetus Langit dengan nada dingin nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Glorious [End] ( Sudah Terbit)
Teen Fiction(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!). Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
![Glorious [End] ( Sudah Terbit)](https://img.wattpad.com/cover/342981508-64-k754938.jpg)