Bab 13. lebam

27.7K 1.3K 3
                                        

.....
-------

Aargh! 

Sialan

Alezya kini tengah mengobati lebam di sudut bibir kiri nya. Gadis itu harus terlihat sebuah pertarungan dengan Aksa saat dia kepergok berada disana dengan penyamaran nya. Aksa tidak mengenali diri nya karena memakai hoodie hitam, topi dan masker hitam itu menyamar. 

Pertarungan itu berlangsung sekilas saat Alezya melayangkan pukulan nya ke sudut bibir Aksa dan kemudian Aksa membalas nya. Setelah melemparkan pukulan itu Alezya segera lari dari sana dia tidak mau sampai Aksa mengetahui diri nya. 

"Ngapain dia kesana juga? Ganggu penyelidikan gua. Dasar kutub sialan," gerutu Alezya kesal. 

Setelah pulang dari sana dia langsung disambut dengan ratusan pertanyaan dari Vera yang sangat khawatir padanya. Sementara Elvan dia tampak hanya diam karena sudah lelah diomelin oleh Vera.

Elvan kena marah oleh Vera karena tidak membawa Alezya pulang bersama nya. Alezya juga lupa bilang pada Elvan jika dia pergi bersama dengan Monika. Untung saja dia bisa menjelaskan semua nya kepada keluarga nya. 

Alezya bingung bagaimana cara dia menghilangkan bekas lebam ini. Jangan sampai Aksa melihat lebam nya pasti Aksa akan tahu jika saat itu diri nya lah yang ada disana. 

"Sial gua harus cari dokter op," guman Alezya. 

"Ngapain cari dokter op?" tanya seorang wanita yang baru saja melangkah masuk ke dalam kamar Alezya dia adalah Lilin seorang pelayan pribadi Alezya. 

"Eh, Lilin ngepet! kalau masuk ketuk pintu dulu!" tegur Alezya yang kaget. 

"Maaf Nona Alezya cantik, saya lupa kalau ada pintu," ucap Lilin dengan wajah sok polos nya. 

Alezya memutar malas kedua bola matanya. Saat ini dia sedang kesal dan di tambah kesal lagi karena ulah Lilin yang selalu saja membuat nya darah tinggi. 

"Nona kenapa bisa lebam gitu? Berantem sama siapa? Nyonya tidak tahu tentang ini?" tanya Lilin dengan wajah penasaran. 

"Bukan urusan lo. Jangan pernah kasih tau siapapun kalau lo masih mau jadi pelayan gua," cetus Alezya. 

"Sini saya bantu obati. Saya jamin pasti nanti pagi lebam nya hilang kalau masih belum hilang tutupin bedak tebal aja biar nggak kelihatan," ucap Lilin memberikan saran yang tumben benar. 

"Ok!" 

Lilin pun mulai mengobati lebam di sudut bibir Alezya. Jangan sampai ada yang tahu lebam itu dia dapatkan dari Aksa. Bisa meledak mansion ini dan terjadi lah perang singkat di antara dua keluarga kaya raya karena seorang gadis bego. 

"Atoh! Pelan pelan," ujar Alezya kesakitan karna Lilin mengobati lebam nya sangat kasar. 

"Ini juga udah pelan pelan majikan," saut Lilin kemudian menghela nafas panjang. 

"Nona jangan kebanyakan tingkah lagi deh. Apalagi sampai berantem begini. Bisa marah besar Nyonya sama Tuan kalau sampai tau," ucap Lilin memperingati Alezya. 

"Iya makanya jangan kasih tau," saut Alezya. 

"Nona!" panggil Lilin. 

"Apa?"

"Percaya nggak kalau anak yang di adopsi ternyata anak kandung keluarga yang mengadopsi nya?" Tanya Lilin. 

"Kayak sinetron anjir."

"Nona percaya nggak?"

"Iya kalau ada."

"Kalau ternyata itu kisah Nona bagaimana?" tanya Lilin. 

"Kayak Sinetron dong hidup gua, tapi nggak mungkin sih itu terjadi mana ada orang tua kandung yang membuang anak nya lalu anak nya di ambil lagi," jawab Alezya diakhiri tawa kecil. 

"Kalau anak nya itu status nya hilang bukan karna di buang bagaimana?" tanya Lilin. 

"Ya gua nggak tau. Ngapain lo tanya begituan sama gua?" heran Alezya. 

"Ya cuma penasaran saja. Karna Nona itu seperti bagian dari keluarga ini Nona itu terlihat sangat jelas anak kandung dari Tuan dan Nyonya," ucap Lilin merasa yakin dengan perasaan nya. 

"Semoga aja perasaan lo itu benar. Jadi gua masih punya keluarga bukan anak buangan," ucap Alezya ditutup senyuman tipis. 

"Nona! Suka nggak sama Tuan Aksa?" tanya Lilin. 

Alezya yang mendengar itu langsung mengubah mimik wajah nya datar. Dia sangat tidak suka membahas nama pria menyebalkan itu. 

"Nggak!"

"Masa sih? Tuan Aksa ganteng loh.. Plus kaya raya lagi," ujar Lilin menggoda. 

"Nggak menarik," saut Alezya sinis. 

"Sekarang mungkin nggak menarik. Tapi siapa tau kalau masa depan Nona adalah Tuan Aksa," ucap Lilin yang seperti seorang peramal saja. 

"Cih. Sok meramal muluk lo jadi dukun aja sana. Nggak usah jadi babu gua lagi," cetus Alezya. 

Lilin pun terdiam seketika dia tidak mau mengajak Alezya bicara lagi karena dia  malas kena semprot lagi dari Alezya yang saat ini benar benar sedang kesal dengan dia dan Aksa. 

"Lilin! Lo kenal Galan sama Zio nggak?" tanya Alezya merubah nada suara nya jadi santai dia ingin menanyakan sesuatu sama Lilin. 

"Kalau Zio saya kurang tau Nona. Tapi kalau Galan itu adalah sahabat Tuan Elvan," jawab Lilin. 

"Galan tuh orang nya seperti apa?" tanya Alezya. 

"Dia baik, ramah, ganteng, anak orang kaya, mines nya masih jomblo," jawab Lilin. 

"Itu aja?"

"Hooh!"

"Beneran Galan masih jomblo?" tanya Alezya. 

"Iya setau saya. Kalau mau cari tau lebih lanjut tanya sama Tuan Elvan saja mereka kan sahabat dekat," ujar Lilin. 

Alezya tidak berani bertanya tentang Galan dan Zio pada Elvan dia tidak mau membuat Elvan menaruh rasa curiga padanya karena menanyakan apa sahabat nya yang sudah mati.

"Btw. Tuan Aksa pernah dijodohkan sama gadis aneh. Tapi perjodohan itu sudah dibatalkan dua tahun lalu, masih ada kesempatan untuk Nona masuk ke hati Tuan Aksa. Lumayan untuk semakin memperbaiki keturunan," ujar Lilin kemudian cengengesan kuda. 

"Gua gampar lo!" ancam Alezya marah. 

"Ngapain Nona tanya tentang Tuan Galan punya pacar?" tanya Lilin kepo. 

"Kepo lo."

"Nona suka ya sama mayat?" tebak Lilin. 

"Dasar Lilin ngepet! Sempit banget otak lo sampai kepikiran begituan!" marah Alezya. 

"Terus karena apa Nona saya kepo???"

'Karena di foto itu?'

......... 

-------------

Makasih dah mampir baca jangan lupa vote dan komen nya... Seee you....

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Glorious  [End] ( Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang