...........
---------------
Kala itu Alezya baru saja pulang dari sekolah bersama dengan Elvan di sepanjang jalan menuju mansion kedua nya hanya diam saja karena Alezya juga sedang sibuk dengan masalah nya sendiri dia terus berpikir banyak hal agar dapat memecahkan suatu misteri yang dapat membantu seseorang.
"Alezya!" panggil Elvan.
"Heem."
"Lo ada hubungan apa sama Aksa?" tanya Elvan yang seketika mengundang perhatian Alezya.
Alezya langsung melebarkan bola matanya mendengar pertanyaan Elvan.
"Nggak. Kenapa lo tanya gua dan hubungan sama Elvan?" tanya balik Alezya yang merasa ada yang mengadu sesuatu sama Elvan tentang dia dan Aksa.
"Gua dengar aja kalau lo sama Aksa punya hubungan di belakang," jawab Elvan yang juga merasa ragu.
"Dari siapa lo tau?"
"Lo nggak perlu tau," tegas Elvan.
Alezya terdiam sambil menghela nafas panjang dia rasa sepertinya banyak orang yang diam diam mengawasi nya.
Mereka pasti mendengar gosip kalau Alezya punya hubungan dekat dengan Aksa di diam diam. Alezya merasa sangat terganggu dengan gosip sialan itu dia merasa nama baik nya yang dia jaga jadi buruk lagi.
'Berani sekali dia nyebarin gosip sampai kasih tahu abang gua. Emang cari masalah dia.'
Alezya tidak bisa memiliki hubungan lebih dari teman sekelas dengan Aksa. Karna dia dan Aksa adalah musuh di balik layar, kedua nya tidak akan bisa bersama setelah semua rahasia Alezya terbongkar. Lebih baik Alezya pendam semua perasaan dan berusaha untuk tidak jatuh cinta dengan Aksa.
Jika dia jatuh cinta maka dia akan semakin dalam merasakan sakit saat rahasia nya terbongkar. Aksa akan pergi dan membenci diri nya, lebih baik dia lupakan saja perasaan nya pada Aksa dari pada dia terjebak sendiri dengan masalah nya.
"Papa udah cerita sama kamu tentang adik ku yang hilang?" tanya Elvan.
"Iya."
"Nama nya sama denganmu. Gua harap lo adik kandung gua," ucap Elvan mengejutkan Alezya karena dia pikir Elvan tidak akan mau menganggap nya seorang adik.
"Lo nggak beratan gua jadi adik kandung lo?" tanya Alezya.
"Nggak."
"Gua pegang ucapan lo. Kalau suatu hari lo menyesal punya adik kayak gua. Gua bunuh lo," ancam Alezya dengan tatapan sengit nya.
Elvan tersenyum sekilas dia tidak akan mengatakan kata sejahat itu Elvan sudah lama ingin bertemu dengan adik nya dia juga membantu Vera dan Arga untuk mencari keberadaan Adik nya, dan akhir nya yang mereka temukan adalah Alezya karena gadis itulah yang memiliki banyak hal yang sama dengan adik kandung nya yang hilang.
"Lo berani bunuh gua?" tanya Elvan meledek.
"Tentu. Kalau Papa sama Mama ngijinin," saut Alezya ditutup tawa kecil nya.
.......
----------
Elvan dan Alezya pun sampai di mansion dan baru saja mereka masuk kedalam mansion mereka sudah dikejutkan dengan kedua orang tua mereka yang tergeletak di lantai. Keduanya pun segera berlari menghampiri kedua orang tua nya.
"Ngapain Papa sama Mama tiduran di lantai?" tanya Alezya dengan bego nya.
"Mereka pingsan," jawab Elvan.
"Ha? Pingsan?" panik Alezya.
Elvan segera memanggil beberapa pelayanan untuk membantu nya membawa kedua orang tua mereka ke dalam kamar. Alezya disaat itu hanya diam saja dia mau membantu tapi perhatian nya sudah tertarik pada selembar kertas yang terjatuh ke lantai dari tangan Arga.
"Kertas apa ini? Gugatan cerai?" guman Alezya.
Alezya membaca isi kertas itu dan betapa terkejutnya dia saat membaca isi kertas tersebut. Isi kertas itu menyatakan jika hasil tes DNA Alezya dengan Arga adalah positif anak kandung Arga. Kertas hasil tes DNA itu juga berasal dari rumah sakit senja yang waktu itu dia dan Arga iseng pergi kesana untuk tes DNA.
"Ha?? Positif!!"
Bugh!
Alezya seketika pingsan namun untung saja dia pingsan cari tempat aman di sofa. Elvan yang baru saja datang langsung memasang wajah datar melihat pemandangan kelam itu. Elvan segera mengambil kertas dari tangan Alezya dia membaca dengan teliti.
"Pantas," ucap Elvan di tutup senyuman tipis.
Elvan segera menggendong tubuh Alezya ke kamar gadis itu. Walau sangat berat tidak masalah karena perasaan nya saat ini sedang gembira.
"Mulai sekarang lo resmi jadi adik kandung gua."
......
---------
Beberapa jam kemudian.....
Plak!
Satu tamparan melesat ke pipi mulus Arga. Karena tamparan dari Vera seketika pria paruh baya itu langsung membuka matanya sambil mengelus pipi nya yang merah merona karena tamparan Vera.
"Pa bangun!" ujar Vera yang masih berbaring di samping Arga.
"Iya.. Udah bangun."
"Alezya anak kandung kita Pa. Mama merasa bersalah Pa baru menyadarinya sekarang kasihan Alezya dia selama ini hidup susah di panti tanpa kita berdua, ini semua salah Mama. Gara gara Mama Depresi kita jadi terlambat pastikan Alezya anak kandung kita," ucap Vera merasa sangat bersalah dia bahkan sekarang sudah mulai menangis dia merasa menjadi Mama yang tidak berguna dan jahat untuk Alezya.
"Mama nggak boleh salahin diri Mama sendiri. Mau terlambat atau tidak ini semua sudah takdir tidak bisa di ubah semu kita walau kita orang kaya," ujar Arga menenangkan istri nya.
"Mulai sekarang kan Alezya sudah bersama kita. Kita jaga dan rawat dia buat dia bahagia tanpa merasa kekurangan kasih sayang dari kita," ucap Arga meyakinkan.
"Iya Pa. Mama nggak akan kehilangan Alezya lagi. Mama akan beri dia semua yang tidak dia dapatkan dari dulu," ujar Vera sambil mengusap air matanya.
Sejak kehilangan anak kedua nya Vera depresi berat mental nya sangat terganggu hingga akhir nya dia harus berobat di rumah sakit jiwa yang dibeli oleh Arga.
Semua kejadian ini di rahasia oleh Arga dari banyak orang karena dia tidak ingin ada pihak lain yang membenci keluarga nya mengambil kesempatan ini untuk melakukan hal buruk kepada keluarga nya.
Itu sebabnya banyak keluarga kaya raya yang menjadi rekan dan sahabat bisnis Arga dan Vera tidak tahu jika Elvan memiliki adik. Saat Vera hamil dia juga menyembunyikan kehamilan nya agar menjaga bayi nya tetap baik baik saja dari musuh bisnis Arga.
Namun sayang nya dia tetap kecolongan, Vera hancur dan sangat terpukul kehilangan bayi perempuan yang baru saja dia lahirkan dengan lebih perjuangan.
"Kenapa Alezya harus mengalami hal seberat ini Pa? Alezya pasti menderita tinggal di panti asuhan, seharusnya dia tinggal sama kita!" ucap Vera yang masih tenggelam dalam perasaan bersalah nya.
Arga menarik Vera dalam pelukan nya untuk menenangkan Vera. Hanya ini yang bisa dia lakukan saat ini segala usaha sudah dia lakukan untuk membuat Vera tetap tenang dan bahagia sejak kehilangan Alezya dan kini wanita itu kembali sedih mengetahui Alezya dibuang di panti asuhan.
"Aku akan mencari tahu siapa pelaku nya secepat mungkin. Kita balas dia dengan apa yang sudah dia lakukan terhadap kita sayang."
"lupakan balas dendam mu.. Jangan cari musuh lagi.. Sudah cukup."
Clek!
"Sudah selesai?" tanya Elvan yang masuk ke kamar tanpa dosa.
"Anak durhaka."
..........
-----------
Terimakasih sudah mampir jangal lupa vote dan komen nya.. Seee you..
KAMU SEDANG MEMBACA
Glorious [End] ( Sudah Terbit)
Teen Fiction(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!). Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
![Glorious [End] ( Sudah Terbit)](https://img.wattpad.com/cover/342981508-64-k754938.jpg)