Bab 38. Musuh dan Saudara

23.6K 1.2K 0
                                        

........

--------

Malam itu Alezya baru saja pulang ke mansion keluarga. Dia merasa sangat lelah dan agak stress karena rahasia yang ditutupi sudah terbongkar, entah siapa yang membongkar rahasia nya tapi dia yakin orang itu pasti lebih pintar dari nya. 

Baru saja gadis itu sampai dan dia disaat dia melewati ruang tamu dia melihat seseorang yang tengah duduk dengan raut wajah dingin dia pasti sangat marah sampai susah mengekspresikan wajah nya. Alezya tertawa kecil kemudian dia segera kembali melangkah lagi ke arah ruang tamu. 

"Baru pulang?" tanya Elvan dengan nada agak cetus. 

"Iya."

"Dari mana?" 

"Bukan urusan lo," saut Alezya santai dia malas memberitahu banyak hal pada orang marah. 

"Lo ikut gua sekarang, mereka semua sudah menunggu," tegas Elvan dengan wajah dingin nya. 

"Gua baru sampai. Senggak nya biarin gua duduk dulu," ujar Alezya kesal dia ingin merasakan kenyamanan kasur kamar nya dulu, badan nya terasa sakit semua mungkin beberapa tulang nya patah karena kebanyakan aktivitas beberapa hari ini. 

"Tenang aja gua nggak akan kabur," saut Alezya dengan nada santai dia tidak minat sama sekali kabur karna dia tahu kemanapun dia kabur semua masalah tidak akan selesai. 

Elvan tersenyum tipis seketika. "Lo udah tau semua nya?"

"Heem."

Alezya duduk di sofa bergabung dengan Elvan, kedua nya duduk di sofa yang saling berhadapan. Alezya sadar saat ini Elvan pasti sangat marah padanya tapi dia harus tetap tenang agar tidak terjadi pertengkaran di antara mereka berdua. 

"Kenapa lo nggak kasih tau gua?" tanya Elvan. 

"Rahasia adalah hal privasi nggak boleh ada yang tau," ucap Alezya menjawab, tentu saja anak kecil pun tau apa itu rahasia tidak perlu dia jelaskan. 

"Lo harus rahasiakan dari gua juga?" gua abang lo, lo lupa?" tanya Elvan yang mulai menaikan nada bicara nya. 

"Siapapun itu termasuk lo," cetus Alezya.

"Sial! Kalau sejak awal lo bilang sama gua. Gua nggak akan biarin mereka tahu siapa lo," ucap Elvan dengan tatapan yang khawatir kepada Alezya.

"Tenang saja. Nggak ada yang bisa ubah takdir jadi lakukan saja ikuti jalan cerita ini," ucap Alezya dengan nada bijak dia tidak suka menyesali sesuatu yang sudah terjadi karena penyesalan tidak akan mengubah apapun.

Elvan menghela nafas panjang dia harus menenangkan diri nya. Alezya tahu seperti apa perasaan Elvan dia pasti sangat bingung harus memihak siapa karna saat ini posisi dia sebagai musuh Glorious dan abang dari Alezya.

Alezya juga merasa bersalah karena sudah membuat Elvan kebingungan seperti ini tapi apalah daya dia tidak bisa mengubah takdir. 

"Lo nggak harus memihak gua. Lo harus memihak tanggung jawab lo di Viper," ujar Alezya. 

Dia tidak mau Elvan memihak nya dan menghalalkan segala cara apapun untuk menutupi semua masalah ini. Elvan menghela nafas panjang terlihat jelas mata nya berkaca kaca dia seperti menahan air matanya. Sementara Alezya dia tersenyum seperti tidak memegang beban apapun padahal saat ini posisi nya sangat buruk. 

"Lo gila. Kenapa lo bisa sesantai ini? Lo nggak takut mereka seret lo ke penjara?" tanya Elvan yang tidak habis pikir dengan perilaku Alezya. 

"Untuk apa gua masuk penjara? Gua nggak bunuh siapapun," jawab Alezya santai.

Alezya memang terlibat tawuran namun itu adalah hal umum di geng motor manapun kecuali tawuran sambil membunuh dia tidak akan melakukan hal sekotor itu, dan masalah perdagangan senjata ilegal di bagian ini tidak ada yang tahu kalau dia terlibat, jadi dia masih aman.

Lagi pula dia juga sudah keluar dari bagian ini sudah lama dia juga mengembalikan semua uang kotor yang dia dapat karna dia sadar itu bukan hal nya. 

"Lo nggak terlibat pembunuhan Galan dan Zio?" tanya Elvan. 

"Nggak. Gua jujur gua nggak terlibat sama sekali, di sini gua cuma mencoba membuat suasana Glorious aman dengan membuat mereka semua bubar sementara dan kembali setelah kasus ini mereda," jawab Alezya jujur dia tidak menutupi apapun kali ini. 

Elvan terdiam sesaat dia mungkin merasa ragu dengan jawaban Alezya namun gadis itu tidak menunjukan sikap aneh saat yang menandakan dia bohong. Gadis itu terlihat santai dan tenang seperti dia tidak merasa diri nya saat ini terlibat masalah besar. 

"Kita lanjutkan di markas Viper. Ada masalah yang jauh lebih buruk menunggu lo disana," ucap Elvan segera bangkit berdiri. 

"Menarik." Alezya ikut bangkit berdiri dia harus ikut dengan Elvan jika tidak pria itu pasti akan menyeret nya. 

Namun disaat mereka hendak pergi muncul Vera yang baru saja pulang dari kumpulan bersama geng women kaya raya. 

"Alezya! Elvan!" sapa Vera dengan nada ceria. 

"Mama."

"Kalian mau pergi ya? Mau kemana?" tanya Vera. 

"Jalan jalan Ma," jawab Alezya. 

"Oooh. Yaudah hari hati udah malam gini kok jalan jalan, kamu juga baru pulang kan Ale? Jangan lama lama keluar nya segera pulang," ujar Vera. 

"Ok Ma."

"Elvan jaga adikmu baik baik. Awas aja sampai dia terluka Mama pecat kamu dari kartu keluarga," pesan Vera yang tidak mau putri semata wayang nya terluka. 

"Iya Ma," jawab Elvan. 

"Kami pergi dulu ya Ma!" ujar Alezya. 

Alezya dan Elvan segera melangkah pergi dari sana. 

"Iya hati hati. Jangan malam malam pulang nya!!" ujar Vera dengan nada agak tinggi sambil melambaikan tangan nya. 

Elvan dan Alezya segera masuk kedalam mobil, mobil Elvan melakukan keluar dari Mansion dengan kecepatan di atas rata rata. Alezya dia hanya duduk santai sambil mengunyah permen karet di dalam mulut nya. Alezya sudah trauma dengan permen lolipop jadi dia berganti jenis permen saat ini. 

"Sial!" umpat Alezya. 

"Ada Aksa disana?" tanya Alezya yang baru teringat dengan Aksa. 

"Tentu."

"Shit. Jadi nggak mood gua kesana," celoteh Alezya dia malas melihat wajah Aksa saat ini. 

"Why? Lo takut pacar lo marah?" tanya Elvan menggoda. 

"Shit! Sejak kapan dia pacar gua. Nggak usah ngasal lo," kesal Alezya. 

"Terus kenapa?"

"Gua malas aja liat muka dia," cetus Alezya. 

"Gua rasa. Dia nggak akan benci lo karna dia cinta sama lo."

"Sok tahu."

......... 

-----------

Terimakasih sudah mampir jangan lupa vote dan komen nya....

Glorious  [End] ( Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang