............
Kini ketiga nya sedang saling berhadapan terlihat Aditya beberapa kali tidak menjawab pertanyaan dari Monika. Alezya merasa kasihan dengan keadaan Aditya sekarang terlihat dia sangat menderita di dalam penjara dia mungkin kepikiran dengan nasib adik nya Diana yang sekarang hidup sebatang kara karena kedua orang tua nya juga sudah meninggal dunia.
"Kenapa lo bunuh mereka? Jawab gua dengan jujur jangan tutupi apapun," tanya Monika yang masih penasaran dan tidak yakin juga Aditya adalah seorang pembunuh.
"Gua merasa terancam aja. Mereka serang gua dan gua balas," jawab Aditya sama dengan yang dia katakan pada Alezya.
"Terus lo dapat pisau itu dari mana?" tanya Monika.
"Pisau di dapur gua banyak. Gua cuma bawa buat jaga jaga aja," saut Aditya.
"Cih. Dasar bego ngapain lo bunuh orang segala! Lo bisa aja hajar mereka terus kabur kan?" ucap Monika dengan nada kesal.
Aditya terdiam dia kehabisan kata kata seperti nya. Sementara Alezya dia hanya diam dan menyimak saja karena saat ini posisi dia sebagai teman Monika bukan wakil ketua Glorious.
"Maaf waktu jenguk nya sudah habis. Tahan harus kembali ke sel," ucap pak polisi yang mendatangi mereka.
Aditya pun pergi bersama polisi tersebut kembali ke sel sementara Monika dian tampak sangat kecewa dan kesal dengan Aditya dia tidak mengerti kenapa sampai Aditya melakukan hal sekotor itu.
"Semua manusia pasti melakukan kesalahan lo nggak bisa paksain dia mengaku dia bukan pelaku nya. Kalau mau tau dia pelaku nya atau bukan cari bukti," ucap Alezya dengan nada santai karena itu lah yang dapat dia lakukan saat ini.
Alezya ingin mencari bukti yang benar benar akurat dan menyatakan Aditya bersalah atau tidak. Dari bukti saat ini hanya sidik jari Aditya yang menempel di pisau yang dia gunakan untuk membunuh Galan dan Zio.
"Sidik jari bisa saja dimanipulasi dengan suatu alasan. Tapi tidak dengan saksi tapi masalah nya tidak ada saksi atau cctv yang menjadi bukti Aditya adalah pembunuh nya," ucap Alezya.
"Ayo pulang."
........
---------
Di perjalanan pulang Alezya meminta Monika menurunkan nya di tepi jalan padahal masih jauh dari rumah nya namun ada sesuatu yang ingin Alezya lakukan. Setelah Monika pergi meninggalkan nya Alezya segera pergi menaiki taksi yang dia berhentikan.
"Gua harus kesana," ucap Alezya sambil memakai topi hitam dan masker hitam sebagai penyamaran nya dia tidak ingin terlihat di tempat kejadian tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian akhir nya Alezya sampai di tempat kejadian pembunuh tersebut. Di sebuah jalan kecil yang sangat sepi dilewati oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Letak jalan itu tidak jauh dari sebuah taman kecil yang terlihat sangat tua dan tidak terdapat orang satupun disana.
Alezya berjalan ke tempat dimana Zio dan Galan di bunuh terlihat juga di sana di tutup dengan garis polisi. Alezya melihat sekeliling tempat kejadian tersebut tidak ada rumah di sekitaran sana dan tidak ada cctv yang dipasang sekitaran sana.
"Jalan ini sangat jauh dari perumahan. tidak ada orang yang lewat di sini juga," guman Alezya sambil memperhatikan dengan teliti lagi.
Kejadian itu terjadi tepat jam satu malam sangat mustahil ada orang yang melihat kejadian itu. Karna di jam sore saat ini saja tidak ada satupun orang yang berlalu lalang di jalan tersebut. Jalan ini adalah jalan pintas menuju taman tua yang sudah lama tidak di pakai lagi.
"Ngapain mereka kabur ke jalan sini? Nggak ada jalan lain untuk kabur? Atau sengaja cari tempat sepi buat bunuh orang?" monolog Alezya sambil berpikir apa jawaban dari pertanyaan nya.
Saat itu Alezya mendengar suara motor yang melaju ke arah nya. Alezya pun segera berlari ke taman kemudian dia bersembunyi di semak semak taman yang cukup lebat agar dia tidak terlihat.
Alezya melihat seseorang menghentikan motor nya tepat di depan garis polisi tempat Galan dan Zio dibunuh. Orang itu membuka helm nya dan seketika Alezya terkejut melihat siapa yang orang tersebut.
'Rion?' ngapain dia kesini?'
Alezya terus mengamati pergerakan Rion diam diam. Alezya tidak tahu mengapa pria itu bisa kesini karna setahun dia Rion sangat trauma bahkan dia tidak mau membahas pembunuh tersebut lagi.
"Semoga tidak ada bukti," ucap Rion melihat ke arah bekas Galan dan Zio terakhir kali bernafas.
Rion melihat sekeliling kemudian dia segera pergi lagi dari sana dengan senyuman tipis yang membuat Alezya curiga padanya. Alezya tidak dapat mendengar ucapan Rion karna jarak mereka yang cukup jauh namun Alezya dapat melihat cukup jelas Rion tersenyum kemudian melenggang pergi dari sana.
"Dia kayak orang gila. Mencurigakan," guman Alezya.
Alezya pun segera keluar dari tempat persembunyian nya namun di saat itu juga dia tidak sengaja menemukan sebuah foto di dekat semak semak tempat dia bersembunyi.
"Foto siapa ini?" guman Alezya dia tidak dapat melihat jelas foto tersebut karena bagian wajah foto itu robek namun dapat disimpulkan foto itu milik seorang pria dan seorang gadis yang saling bergandengan tangan dan memakai sebuah gelang couple hitam dengan bandul setengah bintang yang dapat disatukan.
"Gelang ini? Seperti pernah lihat," monolog Alezya.
Alezya segera mencari potongan sobekan foto itu dari sekitaran semak semak dia menemukan foto tersebut. Setelah terus berusaha mencari akhirnya dia menemukan sobekan bagian foto itu namun masih sangat berantakan dan harus disatukan dulu. Alezya pun segera menyimpan foto itu ke dalam tas nya dia ingin tahu wajah di foto tersebut.
"Gua harap ini bukan foto dia."
Alezya segara melangkah pergi dari sana namun disaat dia sudah keluar dari taman dia dikejutkan dengan seseorang yang tiba tiba saja sudah berada di hadapan nya.
"Siapa lo?"
'Aksa!!'
.........
..............
Makasih dah mampir see you.... Jangan lupa vote dan komen nya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Glorious [End] ( Sudah Terbit)
Teen Fiction(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!). Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
![Glorious [End] ( Sudah Terbit)](https://img.wattpad.com/cover/342981508-64-k754938.jpg)