Bab 33. tertangkap

21.6K 1.1K 2
                                        

......

-------

Alezya sudah sangat muak dikejar kejar oleh orang berpakaian serba hitam itu, lebih baik dia segera menangkap orang itu sebelum nyawa nya melayang duluan ke surga. 

Di sisi lain terlihat orang aneh itu sedang sibuk mencari keberadaan Alezya dia tidak pergi dari sana karena dia yakin Alezya masih ada di sekitaran taman itu karna motor gadis itu juga masih disana dia pasti tidak akan pergi tanpa motor kesayangan nya. 

Alezya memang belum pergi dia masih stay cool di atas pohon menunggu bala bantuan yang dia panggil beberapa menit lalu melalui HP, untung saja HP nya tidak ketinggalan di tas nya yang sedang berada di taman karena tadi jatuh saat kejar kejaran. 

Dor! 

Dor! 

Dor! 

"KELUAR LO JALANG!!" teriak orang itu sambil menembak ke sembarang arah seperti orang gila putus asa. 

Alezya di atas pohon yang dapat dengan jelas melihat hal itu hanya bisa geleng geleng kepala dia yakin orang itu sangat bodoh. Apa dia tidak bisa melihat musuh dari atas atau dia buta map.

Padahal banyak pohon disana seharus nya dia perhatikan di atas pohon juga bukan hanya mondar mandir di sekitaran taman dan jalan sepi itu seperti orang gila. 

'Kok bisa ada pembunuh goblok begini? Siapa yang nyuruh dia? Pasti sama goblok nya. Sangat nggak berpengalaman.'

Beberapa saat kemudian Alezya yang sudah bosan pun turun dari pohon dengan hati hati. Dia harus menyerang orang itu secara hati hati tanpa membuat nyawa nya melayang. Dia belum siap mati saat ini. 

Orang itu tampak tidak perhatikan Alezya yang berjalan secara perlahan seperti maling profesional di belakang nya.

Bugh! 

Alezya menendang orang itu dari belakang, orang itu jatuh tersungkur ke tanah dengan cepat Alezya mengambil pistol itu dari tangan orang aneh itu. 

Beberapa detik kemudian beberapa anggota Glorious datang mengepung mereka berdua membentuk lingkaran sempurna. Setiap anggota Glorious mengeluarkan senjata pistol mereka lalu menodongkan nya ke arah mereka berdua. 

"Mari kita lihat siapa orang bego di balik topeng konyol ini." Alezya membuka paksa topeng orang bodoh itu dan ternyata wajah jua balik nya adalah... 

"Cakra?" kaget Alezya. 

"Lo ngapain mau bunuh gua?" tanya Alezya masih kaget. 

"Ketua suruh gua buat bunuh lo. Kalau gua nggak bunuh lo gua bakal gagal dapat jabatan sebagai wakil ketua Glorious," ucap Cakra dengan jujur tanpa basa basi. 

"Lah... Enak aja mau bunuh gua demi jabatan begituan doang, kalau lo emang mau bilang aja gua nggak keberatan," ucap Alezya santai di tutup dengan senyuman karena dia juga ingin segera keluar dari Glorious. 

"Lo bohong. Gua juga terpaksa bunuh lo kalau nggak ketua bisa bunuh gua. Lo harus mati," ucap Cakra segara bangkit dengan tatapan penuh amarah. 

"Gua nggak bisa mati dulu. Masih banyak urusan gua di dunia ini, lain kali aja," jawab Alezya santai dia seperti tidak takut sama sekali atau panik karna dia tahu semua orang disini adalah orang yang dia kenal. 

"KALIAN SEMUA BUNUH DIA!!" teriak Cakra sambil menunjuk ke arah Alezya namun sayang nya tidak ada pergerakan sama sekali dari anggota Glorious yang mengepung mereka. 

"SERANG DIA!!! KENAPA KALIAN DIAM AJA???? WOYY BUNUH DIA!!" teriak Cakra yang hanya mengundang gelak tawa dari gadis itu. 

"Buwahahaahah!!" tawa pecah Alezya sampai gadis itu juga merasa sakit perut. 

"Mereka bukan bagian dari anggota Glorious yang berpihak sama lo. Mereka semua ada di pihak gua," ujar Alezya dengan nada santai di tutup seringai iblis nya. 

"SIALAN!!" panik Cakra. 

"Tangkap dia! Bawa ke markas," tegas Alezya. 

"BAIK KETUA!!" jawab mereka serentak. 

"Ha??? Ketua???" kaget Cakra. 

"Iya gua ketua mereka. Karna mereka semua di pihak gua. Mereka nggak butuh ketua bego kayak dia," ucap Alezya santai sambil menaik turunan kedua alis nya. 

"Sial!" 

"Hahahahaha!"

....... 

-------

Di sebuah tempat terpencil terlihat sebuah mansion megah berdiri di tengah hutan. Mansion itu sengaja di buat di tengah hutan agar tidak dapat di ketahuilah banyak orang dan banyak musuh.

Alezya adalah orang yang memiliki mansion itu, Alezya membeli mansion itu dari black card yang diberikan kedua orang tua nya.

Alezya bebas membeli apapun yang dia mau jadi dia manfaatkan uang itu untuk membeli sebuah mansion untuk dijadikan markas nya sendiri bersama dengan beberapa anggota Glorious yang berpihak di padanya.

Beberapa anggota Glorious itu sudah diperiksa oleh Alezya jika mereka tidak akan mengkhianati dia dan tetap setia di bawah kepemimpinan nya sebagai wakil ketua atau ketua terserah mereka. 

Cakra dibawa ke penjara bawah tanah yang dijaga oleh sepuluh bawahan Alezya yang sangat mengerikan. Mereka semua adalah mantan narapidana kasus pembunuhan namun sudah pada pensiun dan sekarang mulai bekerja sama dengan Alezya. 

Kini Alezya sedang duduk di depan sel Cakra. Terlihat pria itu sangat kesal padanya. 

"Sampai kapan lo mau diam aja? Kasih tahu gua siapa ketua Glorious gua mau bunuh dia," ucap Alezya santai sambil memasukan permen lolipop kedalam mulut nya. 

"Sial! Gua jadi inget dia." Alezya membuang permen lolipop di sembarangan tempat. 

Terkadang Alezya merasa trauma memakan permen lolipop karena ulah Aksa. Permen lolipop kesayangan nya sekarang menjadi trauma untuk nya karena ulah Aksa. Walau sulit dilupakan Alezya akan berusaha melupakan nya. 

"Gua nggak tau," jawab Cakra. 

"Jangan bohong. Lo sama dia yang membentuk Glorious seharus nya lo tahu banyak tentang dia," ucap Alezya dengan nada tegas dia yakin Cakra pasti tahu banyak tentang Ketua Glorious. 

"Gua nggak bohong. Gua hanya orang pengangguran yang di ajak main geng motor sama dia, sampai akhir nya kita membentuk sebuah geng motor besar, yang menjual banyak senjata ilegal," jawab Cakra dengan nada bangga. 

Glorious adalah geng motor yang menjual banyak senjata ilegal. Karena dari sanalah mereka mendapatkan banyak uang untuk kehidupan mereka Alezya juga tahu itu dia juga terlibat dalam perdagangan senjata ilegal itu dulu karena dia sangat butuh uang untuk foya foya. 

Namun beberapa tahun lalu dia memutuskan untuk tidak terlibat dalam perdagangan senjata ilegal lagi karena dia sadar uang dari hasil begituan tidak dapat memuaskan diri nya hanya menambah masalah baginya. 

"Lo nggak tahu siapa dia? Nggak punya foto muka nya seperti apa? Atau lo sengaja tutupi identitas dia?" tanya Alezya dengan nada penasaran. 

"Walaupun gua tahu. Gua nggak akan kasih tau lo karna dia sudah bantu merubah kehidupan susah gua," jawab Cakra sinis. 

"Ternyata lo mau main main sama gua. Kalau sampai tiga hari lo nggak kasih tahu siapa ketua Glorious, gua bakal bawah lo ke polisi dalam keadaan bisu," ucap Alezya dengan nada tegas dia sangat serius dengan ucapan nya. 

"Gua bakal kasih banyak bukti kalau lo adalah dalang perdagangan senjata ilegal di Glorious. Lo masuk penjara dan membusuk disana sampai mati," timpal Alezya dengan di tutup senyuman manis yang sangat di benci banyak orang di posisi Cakra. 

"Gua nggak takut."

Alezya mengembang seringai iblis nya. 

"Gua nggak pernah main main sama ucapan gua."

"Lo ingat kan?" tanya Alezya sambil menaikan sebelah alis nya. 

"JALANG SIALAN!! KELUARIN GUA DARI SINI!!" teriak Cakra. 

"Males."

....... 

------

Glorious  [End] ( Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang