bab 05. jadi anak orang kaya

34.2K 1.8K 13
                                        


-------------

Kini Alezya sudah tiba di kediaman mansion keluarga Wijaya, Alezya dan Vera segera turun dari dalam mobil, kedua nya disambut banyak penjaga  di kediaman Wijaya.

Beberapa pelayan yang membawakan barang barang milik Alezya, Alezya merasa seperti melihat istana, saat ini dia tidak menyangka jika dia akan tinggal di rumah mewah dan megah, dia tidak dapat membayangkan seperti apa kamar baru nya. 

Vera pun segera mengajak Alezya masuk kedalam mansion, Alezya sangat terpukau dengan isi dalam mansion yang sama megah, dan mewah seperti di luar mansion.

Saat ini Alezya seperti berada di alam mimpi nya, namun setelah dia menampar pipi nya tadi ini semua nyata bukan mimpi karena dia merasa sakit di bekas tamparan nya sendiri. 

Vera mengajak Alezya ke arah ruang tamu, disana terlihat kedua pria yang sedang duduk di sofa, segera bangkit berdiri saat melihat kedatangan Vera dengan Alezya, kedua pria itu tampak melongo beberapa menit. 

Arga Wijaya dia adalah kepala rumah tangga dan suami Vera, satu nya lagi adalah Elvan Wijaya dia adalah putra tunggal keluarga Wijaya, kerap disapa Elvan berusia 23 tahun, memiliki paras tampan dan sangat gagah seperti papa nya. 

"Hallo!! Perkenalkan nama saya Alezya Violin!" ucap Alezya begitu tiba di hadapan kedua pria itu yang akan menjadi papa dan kakak nya. 

Kedua nya tampak masih diam kemudian, Arga dia seketika jatuh duduk di sofa sementara Elvan dia segera sadar dari lamunan nya saat Vera menatap ke arah nya. 

"Alezya?" ucap Elvan. 

"Dia akan menjadi adik kamu mulai sekarang Elvan," ucap Vera ditutup senyuman tipis. 

Elvan saat itu masih terdiam, mungkin dia terkejut karena tiba tiba punya adek spek penghuni surga seperti Alezya, namun tiba tiba saja Arga berdiri lalu tersenyum ke arah Alezya dengan senyuman aneh. 

"Alezya selamat datang nak. Panggil saya Papa ya hehehe," ucap Arga agak gugup. 

"Ok pa!" ucap Alezya gugup dia masih belum terbiasa dengan panggilan seperti itu. 

Prank! 

Alezya terkejut saat seorang wanita tua yang datang, membawa nampan berisi beberapa gelas minuman menjatuhkan nampan, beserta beberapa gelas minuman itu ke lantai, Dia seperti melihat setan di hadapan nya padahal itu adalah Alezya. 

"Mama!" panggil Vera. 

Wanita yang dipanggil Mama oleh Vera, dia melangkah mendekati Alezya lalu dia menangkup kedua pipi Alezya, yang membuat Alezya bingung keheranan, dia berpikir seperti nya nenek ini kagum melihat gadis secantik diri nya. 

"Sangat mirip denganmu," ucap nenek itu yang tidak lain adalah ibu kandung Vera dia bernama Sarah Pratama. 

"Ha?" guman Alezya kebingungan dengan ucapan Omah nya. 

"Kamu sangat mirip dengan anak ku waktu dia masih seumuran denganmu," ucap Omah Sarah. 

Alezya yang mendengar itu agak terkejut, dia tidak tahu jika dia mirip dengan Vera, disaat masih seumuran dengan nya, tentu saja dia tidak tahu karna dia bertemu Vera dan keluarga nya saja baru kali ini. 

"Alezya dia omah Sarah. omah kamu," ucap Vera. 

"Oh Omah," ucap Alezya. 

"Alezya kamu masuk gih ke kamar istirahat kamu pasti capek perjalanan panjang tadi," ucap Vera lembut dengan senyuman hangat nya. 

Alezya mengangguk patuh, dia segera pergi bersama seorang pelayan yang diperintah Vera, untuk mengantarnya ke kamar baru yang sangat dinantikan oleh Alezya, dia yakin pasti kamarnya sangat luas seperti lapangan Golf. 

"Nama nya Alezya?" tanya Omah Sarah kaget. 

"Iya Ma," jawab Vera. 

"Alezya nama yang aku siapkan untuk putri ku."

............. 

Seharian Alezya di buat menganga kagum terus dengan mansion mewah keluarga baru nya, kamar nya juga sangat luas seperti lapangan golf, di kamar nya sudah tersedia banyak pakaian dan barang barang lain nya, yang pasti nya sangat bagus dan bermerek mahal. 

"Buset! Tas Gucci anjir!" heboh Alezya melihat tas mewah yang berada di dalam lemari tas. Disana terdapat banyak sekali tas mewah yang terpanjang. 

"Tas nya bagus, mewah juga, tapi nggak cocok buat gua," guman Alezya karena dia merasa tas itu kurang cocok dengan gaya dia, yang sangat abstrak bukan feminim. 

Alezya melangkah ke arah balkon, Alezya dapat melihat pemandangan yang sangat indah dari balkon kamar nya. 

Kebetulan Alezya mendapatkan kamar di lantai 3, untung saja ada lift untuk naik turun, jadi kaki nya tidak akan mati rasa naik turun tangga. 

"Berasa mimpi gua tinggal di sini."

......... 

____

Malam itu Alezya datang ke meja makan disana sudah tersaji banyak menu makan malam keluarga, terlihat keluarga nya juga sudah berkumpul, dan yang terakhir adalah dia yang baru saja datang karna tadi ketiduran, beberapa hari ini Alezya kurang tidur karena memikirkan nasib nya sendiri. 

Alezya pun segera bergabung makan malam bersama dengan keluarga nya, Alezya merasa senang sekali baru kali ini dia merasakan makan bersama dengan keluarga, selama ini dia sering kali makan seorang diri di kamar nya, karena kalau dia makan bersama di kantin panti, pasti semua anak panti takut melihat diri nya. 

"Alezya. Mama ambilin ya?" Vera mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk Alezya namun saat itu Vera hendak menuangkan sayur ke piring Alezya. 

"Ma nggak usah pakai sayur," ucap Alezya menolak karena dia tidak suka sayur. 

"Kamu nggak suka sayur?" tanya Vera. 

"Iya ma," jawab Alezya jujur baginya makan sayur sama saja seperti makan rumput itu pasti karena lidah nya yang tidak suka dengan sayur. 

"Makasih ya ma." Alezya segera menyantap makanan nya, dan begitupun dengan yang lain, namun tampak raut wajah mereka seperti orang banyak pikiran, Alezya tidak terlalu pedulikan hal itu dia malas banyak tanya. 

Dari sisi Vera, dia melihat Alezya memakan makanan nya sama persis dengan Arga dan Elvan, ketiga nya makan dengan cara yang sama, mereka makan terlebih dahulu, lalu terakhir meneguk segelas air minum sampai habis kemudian... 

"Ahh.. Kenyang!" ucap Alezya dan Arga bersamaan sambil menepuk perut mereka, dan tampak Elvan hendak melakukan hal yang sama, namun dia urungkan setelah menyadari jika kebiasaan makan dia dan Arga sama dengan Alezya. 

"Jiplakan bapak nya ternyata," guman Omah Sarah sambil memasukan sesuap nasi ke dalam mulut nya. 

.......... 

-------------


Makasih sudah mampir jangan lupa vote dan komen nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Makasih sudah mampir jangan lupa vote dan komen nya... Seee you...

Glorious  [End] ( Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang