(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!).
Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
"Kamu cantik," ucap anak laki-laki itu ditutup dengan senyuman manis yang sangat manis hingga membuat Alezya hampir diabetes.
Alezya heran dengan mata anak ini bagaimana bisa anak titisan kunti sepertinya di bilang cantik. Padahal semua orang yang dia kenal selalu saja mengatai nya anak kunti.
"Mata kamu minus ya?" tanya Alezya heran.
"Tidak. Aku tidak minus."
Alezya yang tidak tertarik bermain lagi dia segera turun dari ayunan dan melangkah pergi dari sana dia tidak mau bertemu dengan anak laki-laki itu karena sangat mengganggu pendengaran nya. Dia berharap anak laki-laki itu tidak akan kembali lagi setelah dia pergi dengan mengangkat jari tengah ke arah anak laki-laki itu sekilas.
"Cantik."
......
Selang beberapa hari Alezya yang sedang gabut pun memilih pergi ke taman biasa tempat dia bersemayam untuk membuang buang waktu luang yang sangat tidak berguna. Alezya duduk di ayunan yang berada di pojokan taman seorang diri dia melihat beberapa anak anak lain sedang bermain dengan orang tua mereka.
terlihat mereka sangat bahagia bisa bermain dengan orang tua mereka dan menikmati rasa nya di manja dan di sayang, tidak seperti Alezya yang sedari kecil bahkan tidak tahu dia memiliki orang tua atau tidak. Yang dia tahu dia adalah seorang anak yang berdiri buang ke panti asuhan.
'Apa kedua orang tua ku sudah mati dan akhirnya mereka membuangku? Atau aku anak haram yang tidak diinginkan?'
Alezya tenggelam dalam pikirannya sendiri. Terkadang dia merasa sangat iri dengan anak anak yang memiliki kedua orang tua utuh. Alezya juga ingin merasakan hal itu tapi dia sadar posisi nya saat ini tidak mungkin untuk dia memiliki hal itu.
"Sendirian aja cantik!" ucap seseorang yang baru saja muncul mengejutkan gadis kecil yang sedang melamun memikirkan nasib malang nya.
"Tidak. Ada setan sama malaikat disampingku," jawab Alezya jutek.
Anak laki-laki itu datang lagi menemui Alezya. Terlihat dia mencoba menghibur Alezya namun tidak semudah itu karena Alezya seperti kaleng kerupuk tanpa isi.
"Ngapain kamu kesini lagi? Masih kurang acungan jari maut ku?" tanya Alezya sambil melirik sinis.
"Aku merindukan nya. Lama sekali kamu tidak ke taman ini, asal kamu tau aku selalu menunggu mu disini," sahut anak laki-laki tampan itu.
"Aku sangat membencimu. Pergilah dan jangan pernah muncul dihadapanku lagi," cetus Alezya sinis.
Anak laki-laki itu duduk di ayunan samping Alezya dengan wajah kurang dia mungkin agak sakit hati dengan ucapan pedas yang keluar dari mulut maut Alezya. Alezya sengaja mengucapkan kata kasar itu karena dia tidak suka diganggu lebih baik dia sendiri dari pada punya teman.
"Kamu tidak boleh mengusir ku lagi." Anak itu tampak sangat sedih dengan ucapan Alezya barusan.
"Kenapa?"
"Aku suka pada mu. Aku mau kita menikah saat sudah dewasa nanti," ucap nya dengan nada santai sambil tersenyum tipis di akhir kalimat.
Alezya mengerutkan kening nya. "Jangan pikirkan hal itu, aku tidak akan menikah dengan orang sepertimu."
"Kenapa? Aku bersedia menikah denganmu. Kenapa kamu tidak?"
"Karena kamu tidak pantas untuk ku. Lagi pula banyak anak perempuan disini yang suka denganmu, nikahi saja mereka," jawab Alezya.
Bagi nya anak orang kaya seperti anak laki-laki itu tidak pantas menikahi nya karena dia hanya anak panti asuhan yang tidak jelas asal usul nya. Sementara itu banyak sekali anak perempuan di taman itu yang juga suka dengan anak laki-laki itu namun dia mengabaikan mereka semua.
"Aku suka dengan mu. Aku tidak suka mereka," jawab dia dengan tatapan mata sangat jujur Alezya bisa melihat itu.
"Kenapa kamu suka aku?" tanya Alezya kepo karena setahu dia. Dia tidak pakai pelet apapun selama ini, banyak anak laki-laki yang justru menghina nya namun anak laki-laki ini malah suka dengan nya.
"Karena kamu cantik, kamu baik, kamu beda dari yang lain, dan kamu juga tidak tergila gila padaku seperti yang lain," jawab dia dengan di tutup senyuman manis.
"Sepertinya yang kamu katakan hanya fiksi. Aku tidak seperti itu aku jahat dan aku benci kamu," ucap Alezya dingin.
"Mungkin sekarang kamu membenci ku, tapi suatu hari nanti saat dewasa kita bertemu kamu pasti akan jatuh cinta dengan ku," ucap Anak laki-laki itu dengan pede nya.
"Idih. Aku tidak akan semudah itu jatuh cinta," saut Alezya.
"Kamu hanya milik ku," ucap anak laki-laki itu mengejutkan Alezya.
"Kamu belajar kata kata begituan dari mana? Sudah berapa banyak anak perempuan yang kamu goda pakai bahasa begituan?" tanya Alezya meledek.
"Hanya kamu. Karena kamu adalah cinta pertama ku," jawab dia dengan wajah polos nya.
"Oh... Ya??"
"Iya."
Anak laki-laki itu mengeluarkan sebuah kotak kecil hitam polos dari saku jaket nya. Kemudian dia membuka kotak kecil itu lalu terlihat sebuah cincin perak dengan ukiran huruf A diatas nya, ukuran cincin itu terlihat agak kebesaran buat jari Alezya. Kemudian dia turun dari ayunan lalu berdiri di hadapan Alezya.
"Kamu mau jadi tunangan ku?" ucap anak laki-laki itu membuat ginjal Alezya hampir saja tukar tempat dengan usus.
"Kamu bercanda?" tanya Alezya masih kaget.
"Tidak. Aku sangat serius aku tidak mau kamu menjadi milik orang lain, cincin ini sebagai tanda kamu milik ku," ucap anak laki-laki itu ditutup dengan senyuman manis.
"A-aku tidak mau menerima cincin ini, berikan saja pada anak lain," ucap Alezya hendaklah pergi dari sana namun langkah dia dihentikan oleh anak laki-laki itu yang menghadang nya.
"Aku mohon terimalah," ucap dia memelas seperti anak kucing kejepit pintu di mata Alezya.
"Maaf. Aku tidak akan menerima lamaran dari anak bodoh sepertimu," cetus Alezya kemudian melangkah pergi dari sana.
"Aku tidak bodoh. Aku sangat pintar dalam memilih siapa pasangan ku."
...........
-------
Makasih dah mampir jangan lupa vote dan komen nya... See you...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.