......
------
Alezya dan Monika kedua nya datang ke penjara bawah tanah, disana terlihat kedua pria yang sedang menunggu kedua gadis itu sedari tadi. Alezya menatap jijik ke arah kedua nya. Monika dia sudah seperti macam yang ingin menelan kedua pria itu hidup hidup.
"Sampai kapan lo tahan gua disini?" tanya Cakra kesal.
"Sampai kalian berdua mati," jawab Monika cetus.
"Gua nggak akan mati," tegas Rion.
"Kenapa lo nggak masuk penjara?" tanya Alezya.
"Maksud lo?" tanya Rion bingung.
"Lo pembunuh Galan dan Zio. Kita udah tau semua nya, kenapa bukan lo yang masuk penjara? Kenapa Aditya mengaku dia pelaku nya?" ujar Alezya penasaran.
Rion terdiam sejenak sementara Cakra dia sangat terkejut. "Jadi lo pelaku nya!" kaget Cakra.
"Lo nggak usah nuduh gua, tanpa bukti," cetus Rion yang tidak percaya dengan kedua gadis itu.
Monika mengambil ponsel nya lalu dia memutar vidio dimana Rion membunuh Galan dan Zio dengan sangat brutal. Cakra dan Rion yang melihat itu terkejut.
"Dari mana lo dapat rekaman itu?" tanya Rion kaget karena dia ingat kalau dia sudah menyingkirkan semua bukti.
"Kenapa? Lo nggak tau kalau masih ada bukti yang belum lo singkirkan?" tanya Monika sinis.
"Aditya itu bodoh. Dia percaya kalau gua yang hamilin Adina. Dia mau gua tanggung jawab menjadi suami Adina tapi ganti nya dia harus jadi pelaku pembunuhan itu," jawab Rion membuka semua kebohongan yang selama ini dia tutupi.
"Gua tahu kalau Galan adalah pelaku yang melecehkan Adina. Gua nggak akan tinggal diam Adina di lecehkan, gua cinta sama Adina. Tapi sayang nya dia malah di kotori, jadi gua bunuh Galan tapi tiba tiba Zio muncul dari pada ada saksi lain jadi gua bunuh sekalian," lanjut Rion dengan nada santai dia tidak merasa bersalah atas perbuatan nya.
Mendengar penjelasan dari mulut Rion membuat Alezya dan Monika ingin menampar pria brengsek yang sudah menyebabkan banyak masalah itu. Namun mereka sadar memberi pelajaran tidak akan membuat nya puas lebih baik kirim saja ke tempat yang seharusnya.
"Bawa dia!" tegas Alezya.
Monika mengangguk cepat, beberapa anak buah Monika langsung menyeret Rion keluar dari sel. Terlihat pria itu terus berontak ingin kabur namun langsung di hajar oleh Monika hingga pingsan.
Monika pun pergi bersama mereka ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah ini sampai tuntas dan tidak ada yang keliru lagi. Di saat itu Alezya memilih tetap di sana dia menatap ke arah Cakra yang tampak tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi kalau selama ini Rion telah membohongi nya dan Aditya dia juga menjadi korban Rion.
"Lo nggak nyangka?" tanya Alezya dengan nada santai jujur dia sangat lega satu persatu masalah sudah selesai.
"Kenapa lo peduli sama kasus ini?" tanya Cakra.
"Gua cuma mau tau aja siapa pelaku nya. Dan ternyata kita tahu sekarang siapa pelaku dan siapa korban," jawab Alezya.
"Gua juga muak di tuduh tuduh sebagai pelaku pembunuhan itu. Dengan ada nya bukti senggak nya gua nggak akan terseret sebagai pelaku lagi," ujar Alezya.
"Kenapa lo mau tau siapa Ketua kita?" tanya Cakra.
"Dia sudah menculik anggota Viper," jawab Alezya jujur. Awal nya tujuan dia hanya ingin tahu siapa ketua Glorious namun kini di tambah lagi kalau orang itu diduga sudah menculik anggota Viper yaitu kakak kandung ketua Wolfein.
"Gua pernah dengar tentang itu. Dia memang terobsesi dengan seorang gadis. Kalau lo mau tau siapa dia lo bisa cari dia di bengkel rongsokan dekat markas kita, dia bersembunyi di sana," beritahu Cakra.
"Gua udah tau. Sekarang lo boleh bebas," ucap Alezya membuka sel tersebut dia rasa agak sia sia dia tahan pria itu karena akhirnya dia tahu dari mulut orang lain duluan.
"Gua akan pergi dari sini sejauh mungkin. Gua harap kita nggak akan pernah bertemu lagi," ucap Cakra dengan nada dingin.
"Lo udah muak sama gua?" tanya Alezya.
"Lo ambil Glorious. Gua keluar dari Glorious, itu tujuan lo kan? Sekarang lo bisa pimpinan Glorious," ucap Alezya yang sudah lelah main geng motoran dia mau pensiun saja.
"Ok. Gua bakal bubarin Glorious. Sudah waktu nya kita selesai bermain," ucap Cakra.
Cakra melangkah pergi dari sana sambil memberikan lambaian selamat tinggal untuk terakhir kali nya mereka bertemu. Alezya tersenyum tipis dia rasa perpisahan ini cukup seru.
"Waktu nya gua selesaikan satu masalah lagi," ucap Alezya dengan ditutup dengan kesal.
.......
-------
Malam itu semua orang digemparkan dengan bebas nya Aditya dan penahanan Rion yang menjadi pelaku pembunuhan Galan dan Zio. Semua bukti sudah ada dan Rion pun segera ditahan sedangkan Aditya dia dibebaskan. Aditya kini sedang perjalanan bersama Monika untuk bertemu dengan Adina yang sedang di rumah sakit jiwa.
"Makasih lo udah bantu gua," ucap Aditya merasa sangat senang.
"Lo harus terimakasih juga sama Alezya. Dia yang banyak bantu lo dia juga yang dapatkan bukti itu," saut Monika.
"Alezya? Dia yang mencari bukti itu?" kaget Aditya karna dia pikir wakil ketua itu tidak akan mau membantu nya karna dia tahun kalau wakil ketua Glorious sangat benci seorang pembunuh.
"Kenapa lo bego banget! Mau aja gantiin Rion di penjara," kesal Monika.
"Gua terpaksa karna gua pikir Rion pelaku yang menghamili Adina. Ternyata dia berbohong," ujar Aditya menyesal karna sudah mengambil keputusan tanpa berpikir panjang dulu.
"Dasar bego."
"Terserah lo mau ngatain gua apa," pasrah Aditya.
"Ayah anak Adina sudah mati. Lo tetap mau meminta pertanggung jawaban keluarga Galan?" tanya Monika.
"Nggak perlu. Gua akan urus Adina gua nggak mau berurusan sama mereka lagi," jawab Aditya.
"Pilihan yang bagus. Karena percuma aja lo minta pertanggung jawaban dari mereka, mereka nggak akan dengerin lo," ujar Monika dengan nada santai.
"Monika. Lo tunangan sama langit?" tanya Aditya mengejutkan Monika.
"Da-dari mana lo tau?" kaget Monika.
"Dia pernah datang jenguk gua. Dia juga tanya tanya tentang pembunuhan itu, dan dia juga tahu gua mantan lo." Monika terkejut mendengar hal itu karena dia pikir Langit tidak akan mencari tahu masa lalunya.
"Dia tanya tentang lo juga, makanan kesukaan lo, hobi lo, dan hal hal yang bisa buat lo bahagia," lanjut Aditya memberitahu Monika.
Monika baru sadar jika selama ini pria itu tidak hanya sekedar ingin menikah dengan nya karena perjodohan keluarga. Namun pria itu benar benar mencintai diri nya, yang dia ucapkan bukanlah bualan saja namun itulah fakta nya.
'Lo sampai seberusaha itu buat gua jatuh cinta sama lo? Kenapa lo mau nikah sama gua? Lo tau kan gua cuma anak adopsi!'
.......
-------
KAMU SEDANG MEMBACA
Glorious [End] ( Sudah Terbit)
Novela Juvenil(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!). Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
![Glorious [End] ( Sudah Terbit)](https://img.wattpad.com/cover/342981508-64-k754938.jpg)