Bab 40. siapa dia? Ex

25.1K 1.3K 21
                                        

.......

------

Suasana ruangan itu kembali dibuat sangat dingin. Semua orang tenggelam dalam pikiran masing masing begitupun dengan Alezya yang masih kaget dengan masalah baru yang dia dapatkan padahal masalah yang ingin dia selesai saja masih belum kelar karena sudah terjadi masalah baru lagi.

"Sudah pasti dia pelaku nya," ucap Ezio.

"Dia jelas memiliki dua tato kedua lengan nya," timpal Gavin.

"Kalau memang dia. Sekarang kita harus mencari keberadaan dia," ucap Vanesa.

"Nggak ada informasi tentang dia sama sekali," saut Elvan yang tidak menemukan jalan sama sekali dia sudah berusaha mencari informasi orang itu namun hanya jalan buntu yang dia temukan.

Alezya memiliki nomor telpon ketua Glorious namun percuma saja mencari keberadaanya melalui nomor telepon itu karena nomor telfon itu hanya salah satu nomor dari sekian banyak nomor telepon yang digunakan ketu Glorious. Entah berapa banyak HP bekas yang dia gunakan untuk berkomunikasi dengan Alezya.

"Lo tau cara buat dia muncul?" tanya Endra.

"Nggak. Dia nggak akan muncul," jawab Alezya dengan nada santai. Disaat penting tentang kasus aditya saja dia tidak muncul justru menyalahkan Alezya karena lalai.

"Gua tau siapa yang tau orang sialan itu dimana," ucap Davian.

Pintu ruangan itu terbuka lebar dan muncul dua orang yang menyeret seseorang berpakaian serba hitam yang tidak asing di mata Alezya. Orang itu adalah orang yang telah membuat dia mengalami tiga tusukan pisau di perut nya.

"Ex Lean!" ucap Gavin.

"Lepasin gua!!" pinta Ex Lean sambil berontak namun kedua orang yang menahan nya tak kalah kuat dia tidak akan bisa kabur.

"E lo!" ujar Alezya yang mulai marah dia masih sangat dendam besar dengan Ex Lean yang sudah membuat dia terluka parah sampai hampir dijemput malaikat maut.

"E lo!!" pekik Ex Lean kaget melihat Alezya juga ada disana.

"Lo masih hidup?" kaget Ex Lean.

"Lo pikir gua udah mati? Dasar babu sialan!" marah Alezya.

"BABU!!! BANGKEK LO!" murka Ex Lean.

"Ngajak gelut lo!" Alezya segera bangkit dengan marah yang menggebu gebu namun segera ditahan oleh Elvan dan Aksa yang duduk di kedua sisi nya.

"Duduk!" ucap kedua nya serempak dengan tatapan dingin.

Alezya pun duduk kembali sambil mendengus kesal. Padahal dia ingin membalaskan dendam lama nya kepada begundal itu.

"Ex! Kasih tau siapa ketua Glorious dan dimana dia sekarang?" perintah Davian.

"Cih. Nggak akan semudah itu gua jawab," saut Ex Lean menolak menjawab.

"Jawab aja lo mau mati?" cetus Alezya dengan nada sinis nya.

"Diam lo! Gara gara lo gua disini!" bentak Ex Lean.

"Gara gara lo gua juga disini! Ngaca bego!" bentak balik Alezya kesal.

"Udah jangan ribut!" ujar Vanesa menenangkan suasana.

"Mendingan lo jawab sekarang! Atau lo akan tau akibatnya," ancam Ezio pada Ex Lean.

"Akibat apa? Lo berani main main sama gua?" cetus Ex Lean menantang.

"Lo udah ketangkap nggak usah belagu. Jawab aja!" cetus Alezya dengan nada sinis nya.

"Gua nggak jawab apapun pertanyaan tentang dia," tegas Ex Lean menutup mulut nya.

Davian bangkit dari duduk nya kemudian dia segera berdiri menatap dingin ke arah Ex Lean yang terlihat mulai ketakutan dengan Davian. Davian melangkah ke arah Ex Lean dia mengeluarkan sebuah pisau kecil dari saku jas nya kemudian dia arahkan ke mata Ex Lean.

"Lo jawab! Atau gua habisi lo disini," tegas Davian yang sudah muak dengan semua permainan gila ini.

Ex Lean hanya diam tidak mendengarkan ancaman dari Davian. Alezya yang melihat Davian marah seperti itu merasa agak kagum ternyata ketua Viper kalau marah seram juga.

Jep!

Aaarghh!!!

Semua yang ada disana melihat dengan jelas Davian menusuk paha Ex Lean dengan pisau yang dia pegang tadi. Terlihat semua hanya diam karena selagi Davian tidak membunuh mereka tidak akan bertindak.

"Gua nggak a--AAAGHHH!!" teriak Ex Lean saat Davian kembali menusuk paha satu nya lagi.

"Cepat jawab. Atau paha lo bakal bolong semua," ucap Langit dengan nada santai.

"Gua jadi pengen lubangi kaki dia juga," ujar Ezio.

"Bola mata nya ambil sekalian," timpal Vanesa.

"Psikopat," ujar Endra bergidik ngeri.

Davian menghentikan aktivitasnya kemudian dia melirik ke arah Alezya yang sedari tadi menatap nya dengan nada datar. Gadis itu sepertinya menginginkan bagian nya juga.

"Alezya. Lo mau balas dendam kan? Mau gantian?" tanya Davian sambil menawari gadis itu dengan pisau yang sudah berlumuran darah.

Terlihat darah Ex Lean sudah menetas banyak di lantai dia akan mati kehabisan darah jika luka nya tidak segera di obati. Namun tampaknya tidak ada yang pedulikan hal itu karena mereka semua yang ada disana tunduk dengan Davian begitupun dengan Alezya yang tidak suka ikut campur.

Alezya segera berdiri dan menarik seringai iblis nya yang membuat Ex Lean yang seorang pria bergidik ngeri melihat gadis itu. Semua orang menatap ke arah Alezya. Alezya melangkah ke arah Davian dia menarik sebuah pisau yang dia milik sendiri sebagai senjata pertahanan nya.

Pisau itu dia miliki dari guru nya dulu. Pisau itu sangat tajam dan dapat menggores kulit siapapun dengan mudah. Ex Lean yang melihat itu bergidik ngeri seketika.

"Lo tau gua udah nungguin momen ini dari dulu," ucap Alezya sambil memainkan pisau milik nya.

"Pisau lo bagus juga," puji Davian.

"Alezya! Jangan sampai mati," perintah Elvan.

"Woke!"

"Mau ngapain lo?" tanya Ex panik.

"Lubangi perut lo," jawab Alezya santai dia memeriksa bagian perut mana yang kalau di tusuk nggak akan buat orang itu mati.

"Nah disini bisa nih, lo nggak akan mati kok paling kesakitan seperti kehilangan ginjal," ucap Alezya santai.

Alezya bersiap menusuk perut Ex Lean. Disana banyak saksi yang minat hal itu apakah Ex Lean akan mengaku atau dia akan diam saja.

"STOP! GUA BAKAL KASIH TAU KALIAN SEMUA!!" teriak Ex Lean kencang.

"Sial! Gua nggak jadi nusuk dong," kesal Alezya.

"Lain kali saja," ucap Davian sambil menepuk pucuk kepala Alezya.

.......

---------

Makasih sudah hampir jangan lupa vote dan komen nya....

Bab selanjut nya sampai end dan extra part ada di Versi buku... di versi wattpad sudah di unpublish🥳 yuk ikutan PO buku Glorious!!! Masih bisa ikut PO kapan saja ya!! Nggak ada batasan waktu!!!

Link pemesanan Buku Glorious :

https://shp.ee/bxf7emf

Glorious  [End] ( Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang