.......
------
Langit dan Monika ....
.......
Disisi lain terlihat langit yang sedang di rawat di rumah sakit karena luka tembakan yang dia alami. Langit kehilangan banyak darah membuat dia koma beberapa hari setelah operasi mengeluarkan peluru pistol di dalam perut nya.
Terlihat pria itu kini sedang terbaring di atas kasur rumah sakit dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuh nya.
Dan di samping Langit terlihat seorang gadis yang sedang duduk menunggu nya siuman. Terlihat wajah gadis itu mulai bosan dan ingin segera melihat pria itu siuman namun kata dokter tidak dapat di pastikan dia siuman kapan.
"Lama. Lo mau tidur lama setelah gua merasakan jatuh cinta sama lo?" tanya Monika dengan nada kesal. Dia ingin marah namun dia tidak bisa marah dengan melihat keadaan menyedihkan pria itu.
"Lo tau? Gua berusaha nggak nangis beberapa hari ini. Karna gua nggak mau malu lo tau gua nangis, tapi sekarang gua malah nggak bisa nangis karena air mata gua udah beku," Monolog Monika yang gabut dan sedih.
Monika berhari hari ada di samping pria itu menunggu nya siuman. Namun sampai saat ini pria itu belum kunjung mau membuka matanya.
"Langit. Gua kangen orang bego yang selalu kirim gua hadiah setiap hari sampai buat gua muak," ucap Monika yang sudah tidak dapat merasakan hal itu lagi.
Monika menggenggam tangan Langit yang terdapat jarum infus yang terpasang di punggung tangan nya. Sesekali Monika mengusap kening pria itu berharap dia segera bangun karna sentuhan tangan nya namun tidak ada respon sama sekali.
"Maaf in gua selama ini nggak balas perasaan lo. Gua pikir lo main main sama gua. Ternyata lo bisa jatuh cinta juga sama cewek secantik gua," ujar Monika dengan nada pede setinggi Langit.
"Mo-monika!"
Monika terdiam seketika dia melihat dengan jelas suara itu keluar dari mulut Langit. Langit sudah siuman dia sudah membuka mata nya perlahan melihat ke arah gadis yang dia harap ada di saat dia siuman untuk pertama kali nya.
"Langit! Lo udah siuman?" kaget Monika.
"Lo kangen sama gua?" tanya Langit dengan nada berat.
"Nggak," jawab Monika malu.
"Lo bohong," kesal Langit.
"Nggak," tegas Monika.
"Lo cinta sama gua?" tanya Langit.
"Iya," jawab Monika.
Seketika senyuman tipis terukir si bibir Langit setelah mengucapkan hal itu. Langit merasa sangat bahagia mendengar kata itu keluar dari mulut gadis yang dia cintai sejak pandangan pertama.
Walau dia sangat menyebalkan namun sikap menyebalkan nya itu membuat Langit ingin memiliki nya.
"Gua panggilin dokter dulu," ujar Monika hendak pergi namun tangan nya segara digenggam dengan erat oleh Langit.
"Gua butuh lo. Bukan dokter," ucap Langit sambil melepaskan masker oksigen.
"Langit! Lo juga perlu dokter. Gua nggak bisa sembuhkan penyakit. Gua cuma bisa buat orang sakit," ucap Monika dengan nada malas.
Langit perlahan menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Monika yang pasrah pun membalas pelukan pria itu dia juga sangat merindukan pria itu selama ini.
"Lo mau nikah sama gua kan?" tanya Langit memastikan.
"Iya. Setelah kita lulus sekolah," jawab Monika.
"Lama. Gua mau secepat nya," ucap Langit.
"Nggak bentar doang kok. Kalau lo nggak mau kita nikah setelah lulus kuliah aja," saut Monika membuat mood Langit jadi sedih.
"Iya deh setelah lulus sekolah aja. Lo jangan pacaran sama orang lain ya? Lo punya gua," ucap Langit membutuhkan jantung Monika berdebar kencang seperti mau lomba maraton.
"Wow!" ujar Endra dan Gavin yang masuk ke ruang rawat Langit.
Sepertinya kedua manusia jomblo karatan itu melihat adegan yang tidak seharus nya mereka lihat karena akan menumbuhkan rasa iri dengki.
Langit dan Monika yang menyadari hal itu langsung melepaskan pelukan mereka dengan wajah malu malu, Langit dia langsung kembali tutup mata dan Monika dia segera berbalik badan.
"Woy! Nggak usah pura pura koma lagi. Gua bakar rumah sakit ini!" ancam Gavin.
"Kita nggak buta lohh!" timpal Endra sambil memakan es krim.
"Kalian berdua kayak setan. Kalau mau masuk ketok dulu kek, nggak ada sopan santun nya," omel Monika.
"Lah!"
"Kalau ngetok nanti nggak lihat momen langkah."
.............
Elvan dan Vanesa.....
......
Terlihat seorang pria tampan sedang duduk di bangku taman tepat di bawah pohon dengan di temani secangkir teh hangat buatan Vanesa. Wanita itu datang untuk melihat keadaan Elvan. Dia juga ingin melihat keadaan Alezya namun setelah melihat Alezya seperti beruang lagi hibernasi dia jadi mengurungkan niat nya.
"Lo nggak pulang?" tanya Elvan.
"Lo ngusir gua?" tanya Vanesa ketus.
"Iya. Pulang sono!" saut Elvan dengan nada santai namun langsung di beri tatapan iblis dari Vanesa.
"Gua kesini buat jenguk lo. Tapi lo ngusir gua? Dasar nggak tau diri!" kesal Vanesa ngambek.
"Sorry gua bercanda," ujar Elvan dengan di tutupi senyuman manis yang membuat gadis baru itu mulai klepek klepek.
"Lo nggak cocok bercanda," cetus Vanesa yang sedang ngempet salting dia malu kalau ketahuan.
"Lo nggak papa kan? Nggak ada yang luka?" tanya Elvan memastikan wanita itu baik baik saja.
"Kalau gua terluka lo khawatir nggak?" tanya Vanesa membuat pria itu mengerutkan kening nya.
Elvan membalas dengan anggukan kecil yang langsung membuat Vanesa tersipu malu. Elvan yang menyadari hal itu langsung tersenyum.
"Lo ketawain gua?" tanya Vanessa malu malu ketahuan baper.
"Nggak. Lo manis aja kalau senyum," jawab Elvan seketika membuat jantung Vanesa ingin berhenti padahal sebelum nya dia tidak pernah merasakan hal seperti ini.
'Shit! Gua jatuh cinta sama dia!'
Vanesa segara mengalihkan pandangan nya ke arah lain dia tidak mau ketahuan. Jujur jantung nya berdetak lebih kencang dari pada biasa nya apalagi saat ini Elvan sedang menatap nya kebingungan.
"Lo kenapa?" tanya Elvan.
"Nggak papa."
Elvan menarik dagu Vanesa ke arah nya kedua wajah mereka hampir saling menempel karena jarak yang sangat dekat. Hal itu langsung membuat Vanesa terdiam membeku.
"Vanesa! Lo kalau ngomong sama gua. Jangan lihat ke arah lain," tegas Elvan di tutup senyuman tipis.
Bruk!
"Vanesa!!" panggil Elvan panik karna wanita itu sekarang pingsan di pangkuan nya.
"Sial!"
"Kamu suka sama dia?" tanya Vera yang entah sejak kapan ada di belakang kedua nya.
Elvan tersenyum. "Boleh saya menikah dia?" tanya Elvan dengan di tutup senyuman ramah nya.
"Tentu saja."
"Sepertinya aku akan mendapatkan dua mantu," gimana Vera di tutup tawa kecil nya.
"Dua?"
......
---------
KAMU SEDANG MEMBACA
Glorious [End] ( Sudah Terbit)
Dla nastolatków(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!). Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
![Glorious [End] ( Sudah Terbit)](https://img.wattpad.com/cover/342981508-64-k754938.jpg)