.......
------
Di langit malam yang gelap gulita, tidak terlihat ada bintang sama sekali di langit malam saat itu. Sinar bulan juga terlihat sangat redup.
Terlihat seorang berpakaian serba hitam masuk kedalam sebuah bengkel rongsok yang sangat sepi tidak ada orang sama sekali disana namun dia terus saja berjalan masuk tanpa pedulikan semua kamera cctv yang mengarah padanya.
Dari kejauhan terlihat seorang berpakaian biasa muncul perlahan berjalan mendekati ke arah nya. Kedua nya berhenti dengan jarak yang cukup dekat dan terlihat kedua nya saling memandang melihat dari atas hingga kebawah siapa yang ada di hadapan mereka.
"Maaf. Tempat ini tidak bisa di masukin sembarang orang," ucap pria berpakaian santai itu kepada orang yang ada di hadapan nya.
"Gua kita tempat ini bebas untuk di masuki. Lo pemilik nya?" tanya orang berpakaian serba hitam itu yang tidak lain adalah Alezya.
"Iya gua pemilik nya. Bisa keluar dari sini? Gua nggak suka ada tamu," ucap Pria itu dengan nada santai ditutupi senyuman palsu yang sangat terlihat jelas.
"Kenapa? Lo nggak suka tamu seperti gua?" tanya Alezya kemudian dia membuka masker dan topi yang dia kenakan.
"Alezya!" kaget pria di hadapan nya saat tahu siapa yang sedang berbicara dengan nya.
"Niko." pria itu terlihat terkejut saat Alezya menyebutkan nama tersebut.
"Sorry Alezya. Nama gua Tomi bukan Niko," ucap pria bernama Tomi itu dengan nada kebingungan.
"Nama asli lo Niko. Nggak perlu lo tutupi lagi gua udah tau dari Ex. Btw nama asli lo bagus juga," puji Alezya dengan nada santai dia suka nama Niko dari pada Tomi.
Pria di hadapan nya itu langsung memasang wajah datar seketika. Wajah ramah yang dia tunjukan tadi sudah hilang tanpa jejak dengan mudah. Alezya menarik seringai tipis ternyata selama ini anggota Glorious di hadapan nya ini adalah seseorang ketua Glorious.
"Ex? Maksud lo apa?" kaget Niko.
"Udahlah nggak usah banyak bacot. Gua udah capek sama drama ini, jujur sama gua dimana gadis bernama Almira?" tanya Alezya malas basa basi.
"Almira? Maksud lo apa gua nggak paham Zya," ucap Niko kebingungan.
"Gua tau lo ketua Glorious. Semua identitas lo udah gua ketahui, dan gua juga tau lo culik anggota inti Viper bernama Almira. Lo harus lepasin dia! Dasar idiot!" marah Alezya dia sudah dia buat susah dengan ketua nya sendiri.
"Ternyata lo udah tau semua nya. Dasar jalang seharusnya gua bunuh lo secepat nya," ucap Niko dengan nada santai namun seketika dia berubah sangat marah dengan gadis di hadapan nya itu.
"Lo nggak bisa nuduh gua tanpa bukti. Gua bukan penculik, tapi gua calon suami dia," ucap Niko di tutupi tawa kecil seperti orang gila di mata Alezya.
"Dasar idiot. Lo kalau suka sama orang perjuangin bukan sandra dia menjadi milik lo,"omel Alezya yang dapat merasakan kesal nya jadi Aksa.
"Lo Nggak perlu ikut campur. Karena sekarang lo akan segera bertemu dengan Tuhan," ucap Niko mengeluarkan sebuah pisau dari saku nya.
Alezya menghela nafas panjang dia segera mengeluarkan pisau nya juga. Hal ini seperti nostalgia baginya, karena dulu kedua nya pernah bertarung seperti ini dan masing masing tahu siapa pemenang nya.
"Lo mau kalah untuk kedua kali nya?" tanya Alezya sambil memainkan pisau nya.
"Tentu tidak." Beberapa orang berpakaian serba hitam berjumlah sekitar tiga puluh orang muncul dari berbagai arah dengan membawa senjata juga. Mereka semua seperti sudah siap mau menghabisi seorang gadis cantik yang menantang ketua Glorious.
"Buset. Main keroyokan anjir!" kaget Alezya dia kan cuma sendiri bisa mati konyol dia.
Alezya mengeluarkan pistol dari saku hoodie nya.
Dor!
Satu tembakan ke langit terdengar jelas. Alezya lah pelakunya dia sengaja melakukan hal itu agar semua orang yang sedang bersembunyi mendengar kode dari diri nya. Tampan Niko dan pasukan nya terkejut mendengar itu mereka tahu maksud dari tembakan yang dilakukan oleh Alezya.
Lebih dari tiga puluh orang memasuki area bengkel rongsokan semua nya membawa senjata masing masing. Terlihat Niko sangat terkejut saat melihat hal itu karena dia pikir hanya Alezya yang datang seorang diri menyapa nya ternyata dia salah dan kini dia kalah telak.
"Gimana? Imbang?" tanya Alezya dengan senyuman tipis.
Semua anggota Viper, Wolfein, dan Glorious yang hadir langsung berbaris rapi di belakang Alezya. Ketua Viper dan ketua Wolfein berdiri di kedua sisi Alezya.
Mereka semua berjajar rapi dan siap memulai pertarungan dengan nyawa mereka sebagai taruhan nya karena kalian ini pasti akan terjadi pertumpahan darah.
"Niko," ucap Davian yang kenal dengan Niko karna Niko adalah sahabat nya dan rekan bisnis nya juga bodoh nya dia tidak sadar kalau sahabat nya itu adalah pelaku penculikan anggota geng nya.
Malam ini adalah malam yang akan menjadi saksi pertempuran melawan seorang penculik yang ternyata salah ketua Glorious sendiri. Pertumpahan darah akan terjadi dan nyawa menjadi taruhannya demi menyelamatkan seseorang yang sudah lama hilang.
"Lo tau rasa nya kehilangan seseorang yang lo cintai? Gua akan dapatkan dia kembal," ucap Davian dengan nada marah dia sudah sangat dikecewakan oleh sahabat nya.
"Cih. Lo nggak akan bisa miliki dia, dia akan jadi milik gua!" tegas Niko yang tidak mau memberikan yang sudah menjadi milik nya dia akan pertahanan apapun yang terjadi.
"Cinta adalah dalang di balik semua ini," guman Endra.
"Diam. Berisik lo jomblo!" tegur Gavin yang tidak sadar diri kalau dia juga jomblo karatan.
DORR!!
"SERANG!!" perintah Niko.
Dor!
Dor!
Bugh!
Bagh!
Atoh!
Pertempuran pun terjadi dengan diiringi suara tembakan. Semua saling bertarung satu sama lain. Terlihat Davin terus mengincar Niko membuat Niko kewalahan karena Davian jauh lebih unggul dari nya.
Disaat itu Alezya dan Vanesa memanfaatkan situasi itu kedua nya segera pergi ke arah belakang bengkel rongsokan itu.
"Cari pintu mencurigakan!" perintah Vanesa.
Kedua nya segara mencari pintu mencurigakan disana, kedua nyan harus bergegas cepat mencari pintu mencurigakan itu dan akhir nya kedua nya menemukan pintu tersebut namun sayang nya pintu itu di gembok dan masalah nya mereka tidak punya kunci nya.
"Gimana cara buka nya?" bingung Vanesa.
"Minggir!" pinta Alezya yang sudah mengambil aba aba.
Dor!
Satu tarikan pelatuk langsung mengarah ke gembok itu dan ternyata berhasil membuat gembok itu terbuka. Kedua nya dengan cepat membuka semua rantai yang mengelilingi pintu itu.
Setelah selesai kedua nya secara masuk kedalam pintu dan betapa terkejutnya mereka melihat banyak sekali penjara yang terdapat banyak gadis dikurung di dalam nya.
"ANJING! GILA DIA" kaget Vanesa.
"TOLONG!!!"
"TOLONGIN KITA!!"
"shit! Gimana cara kita bawah mereka semua keluar? Di luar lagi ada pertempuran juga," bingung Vanesa.
"Udahlah pikir belakang aja. Yang penting keluarin mereka semua dari sel aja dulu!" saut Alezya.
"VANESA!!"
.........
--------
KAMU SEDANG MEMBACA
Glorious [End] ( Sudah Terbit)
Teen Fiction(Sudah Terbit di Teori kata Publishing dan sudah ada di shopee!! Kalian bisa pesan kapan aja ya!). Alezya Violin nama seorang gadis berparas cantik berusia 17 tahun, kerap di sapa Alezya si gadis biang onar dia sangat suka membuat masalah dimanapun...
![Glorious [End] ( Sudah Terbit)](https://img.wattpad.com/cover/342981508-64-k754938.jpg)