Hari-hari si Bebek (nama panggilan sayang) bertahan hidup di luar Liberté. Tinggal di klinik sudah tak mungkin lagi karena dia sudah sembuh dari luka-lukanya. Perut lapar, uang tak ada, sedangkan tagihan pengobatan masih belum sepenuhnya tertutupi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tak ada kuasa padaku
untuk menjawab atau menolakmu.
Tak ada niat dariku
untuk abai padamu.
Bila dicerita soal asmara,
benak hanya terngiang logika.
Bila didesak tentang perikatan antar dua insan,
pikir hanya menangkap kerepotan.
Apa yang ingin kau mulai
tak pernah bisa kupahami.
Apa yang ingin kau hindari
tidak juga kupahami.
Selaksa tanya kau lontarkan sudah
tetapi percuma, memantul mentah
Selaksa harap kau tebarkan mewah
hanya untuk tergolek di tanah pada setiap langkah.
Dusta bila diucapkan bahwa tak ada simpati padamu.
Namun aku yang begini pun paham,
bukan itu yang kau mau.
Karenanya bibirku merekah untuk berucap kata-kata yang sudah jemu kau tangkap
Tiga kali, supaya kau tak akan silap:
Perhaps Perhaps Perhaps
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Catatan Penulis
Halo, semuanya! >w<)/ Kita jumpa lagi di upload tengah malam karena takut bablas deadline~ (TvT)
Hari ketiga DWC ini sungguh sesuatu. Temanya: Menulis puisi berdasarkan lagu yang didengar saat pengumuman tema hari ini muncul, atau lagu pertama yang ada di recent play Spotify/Youtube/app sejenis.
Kebetulan, ketika mengklik ikon recent, lagu ini yg muncul (nangis).
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bahasa lirik tak terlalu masalah, karena memang lagu tersebut ada versi bahasa Inggris yang lebih mudah dimengerti. Masalah besar ada di bentuk tulisan yang diminta, yaitu: Puisi. Dalam genre romance, pula.
Tak ada pilihan, langsung geradak saja sebisanya. Semoga hasilnya masih bisa dinikmati 😅