Hari-hari si Bebek (nama panggilan sayang) bertahan hidup di luar Liberté. Tinggal di klinik sudah tak mungkin lagi karena dia sudah sembuh dari luka-lukanya. Perut lapar, uang tak ada, sedangkan tagihan pengobatan masih belum sepenuhnya tertutupi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebelas keping cangkang dikumpul dan dirapat di sisi Sebelas galah dipangkas dan dibersihkan untuk membuat kursi Sebelas meja diguncang dan dipangur, dibersihkan permukaannya Sepuluh kertas undangan disebar dalam kotak buluh, menyambut pesta
Sebelas Pemimpin berkumpul dan merapat, berdiskusi Sebelas Masalah diringkas dan dibicarakan untuk solusi Sebelas Menara dirancang dan dibangun, tegap menjulang ke angkasa Sepuluh Fasilitas disebar ke sepuluh penjuru dengan Satu Pusat utama
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yeah ... Tidak. Ducky sama sekali tak memahami apa kaitan 4 kalimat awal dengan 4 kalimat di bawahnya. Selain seni, sastra juga bukan bidang yang dikuasai olehnya di masa pendidikan dulu. Seperti membaca apa yang terlintas dalam benaknya, penyeranta mendengungkan tanda pesan masuk.
"Puisi Talibun ini diukir pada pilar pertama fasilitas, memperingati perdamaian antara 11 Senator pasca bencana Tsunami."
Senator. Bukan Koloni. Rupanya di peradaban yang lampau, semua koloni yang dilaluinya masih menjadi satu negara.
Namun kemudian kata perdamaian pada pesan dibaca ulang dan menjadi pusat perhatian Ducky. Entah apa yang terjadi sebelumnya, negara itu sempat terjadi perselisihan yang berujung pada perpecahan—mungkin juga hingga terjadi perang saudara.
Dia menelan ludah. Walau sudah meneguk jatah air pagi itu, tetap terasa sulit dan pahit. Sebagai seorang desertir pembicaraan mengenai perang tak pernah menyenangkan. Dia lebih suka melawan kodok raksasa dan kebasahan setiap hari daripada harus terlibat dalam perang antar manusia.
Mungkin akan ada yang menganggapnya hipokrit karena Ducky tetap membawa-bawa senjata api dan senjata tajam untuk melakukan pekerjaan. Dia juga tak ragu untuk mengacungkan senjatanya yang manapun bila harus berhadapan dengan sesama manusia. Namun dia tetap pada pendiriannya.
Menarik picu pada perampok yang jelas-jelas mengincar nyawamu jelas lebih ringan daripada pada sesama prajurit yang hanya bisa menuruti perintah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tema DWC Hari Ini, adalah:
Buatlah Talibun 8 baris
Talibun itu apasih? Talibun adalah salah satu bentuk puisi lama yang berbentuk seperti pantun. Talibun sendiri lebih mirip dengan pantun karena memiliki sampiran dan isi.
Untuk penjelasan selengkapnya kalian bisa cek di link berikut: www.pelajaran.co.id/pengertian-ciri-fungsi-struktur-dan-contoh-talibun/
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Catatan Penulis
Halo, semuanya! >w<)/
Selamat datang di hari ke 12 DWC edisi 2024 ini. Temanya mulai lucu-lucu, yak~ 😊 Mau komen soal tahun lalu dapat apa aja, tapi takut kena tuah jadi saya diam saja.
Nah, karena waktunya masih panjang saya jadi tak tahu mau membahas apa di sini. Penjelasan mengenai Talibun secara singkat juga sudah ada di area tema dan bisa dicek sendiri di pranala yang tercantum. Kecuali bagian: 3/4/5 baris pertama dari Talibun adalah sampiran--tergantung berapa baris yang akan ditulis, 6, 8, atau 10.
Di link hanya disebutkan dalam Talibun ada sampiran. Udah. Ga dikasih tahu Sampirannya dari mana sampai mana. Jadi, yah ... saya simpulkan sendiri berdasar contoh yang ada saja.
Eniwei.
Talibun di atas, ceritanya terukir dalam sejenis prasasti dalam bangunan fasilitas yang dimasuki si Bebek. Sejauh ini terlihat lancar perjalanannya masuk ke fasilitas. Siapapun yang ikut masuk ke dalam fasilitas beberapa saat setelah si Bebek juga belum jelas apa tujuannya.
Sa-sama sekali bukan karena saya ga punya ide mau masukin dia dalam cerita lho, ya. Sama sekali bukan (huh!).
Dan saya setengah ngelantur waktu membuatnya. Fasilitas itu apa sudah ada dalam rencana. Tetapi soal bencana yang menyebabkan fasilitas dibangun dan berbagai rintangan yang harus dilalui Ducky ngikut apa kata tema hari itu. Nekad? Sangat!
Mengingat karya bulan Februari beberapa tahun lalu yang terpaksa tamat mendadak karena tema dan jumlah hari yang terbatas, entah bagaimana nasib karya ini di akhir nanti.
....
Baiklah. Semoga karya ini juga bisa dinikmati. Salam!