45 | WILL NEVER END

499 29 8
                                        

But, "Sesingkat apapun kisahnya, perihal melupakan bukanlah hal yang mudah."

~NKP, story about Rēygan

|Happy Reading|

/PLAYLIST
James Arthur – A Year Ago

Selepas mendengar semua ucapan Raka, langkah kaki Reygan akhirnya memberanikan diri untuk menemui gadis itu. Sama seperti sebelumnya, detak jantungnya berdegub kencang pun bibirnya seolah dibungkam.

Semua orang yang ada di ruangan ini menatapnya dengan bingung. Karena memang ia sendiri masuk tanpa mengetuk juga terlihat terburu-buru.

Netranya menatap Keysha dalam diam. Sikap dingin gadis itu membuatnya tak dapat berkutik.

"Van, kita keluar sebentar, ayo."

Karin menarik lengan Devan meskipun lelaki ini memaksa untuk tidak ikut dengannya. "Ayo," katanya mengajak Devan untuk segera pergi, melewati Reygan yang terpaku di tempatnya semula.

Ruangan ini benar-benar hening, menyuarakan tangis yang sangat ingin Reygan keluarkan. Ia perlahan mendekat pada Keysha yang berbaring di atas brankar, mengatur napas, lalu menyempatkan untuk mendongak pada langit ruangan.

Reygan mendudukkan diri di atas kursi, "Keysha," Dia bergumam kecil berusaha menarik perhatian gadis ini.

"Sayang,"

Rasanya seperti ada banyak pisau yang menancap pada dadanya, sakit. Mengatakan sayang bahkan seharusnya tidak Reygan lakukan lagi, karena bukankah hubungan mereka sudah berakhir kemarin malam?

"Maaf,"

Reygan menatapnya lekat. Sikap Keysha yang seperti ini membuat hatinya seperti tercabik-cabik di dalam sana.

Asing.

Keysha sudah tidak menatapnya dengan teduh.

Keysha sudah tidak tersenyum sampai matanya membentuk garis.

Keysha sudah tidak memeluknya tiap kali ingin dipeluk.

Keysha, seolah menganggapnya tidak ada di ruangan ini.

Namun, kali ini Reygan yang melakukan itu. Ia menatap Keysha dengan teduh, tersenyum pada Keysha dengan hangat,

"Maaf karena belum bisa jadi versi terbaik,"

"Maaf karena gue terlalu egois dan selalu minta untuk dimengerti."

"Maaf udah bentak lo di apartemen waktu itu, gue sama sekali nggak ada niatan untuk nyakitin perasaan Keysha."

Reygan tersenyum, lagi. Namun percayalah bahwa ia ingin sekali menangis. Tidak apa-apa 'kan jika anak laki-laki terlihat lemah di beberapa waktu?

Keysha masih memandang lurus ke depan. Terserah jika sikapnya yang seperti ini membuat Reygan terluka. Karena pada dasarnya, Keysha sudah terlalu banyak mengorbankan hatinya.

"Gue jahat banget ya, Key?"

Percaya atau tidak, air mata Reygan menetes.

"Kangen banget,"

Reygan menundukkan kepalanya. Lihat, untuk yang berkali-kali Keysha dapat merasakan cowok ini menangis.

Semua orang tidak akan percaya jika Reygan selemah ini, semua orang tidak akan percaya jika Reygan menangis saat ini.

"Kangen banget dimasakin nasi goreng sama Keysha,"

"Kangen banget dijahilin sama Keysha,"

"Kangen banget ditanya gimana hari-hari yang gue jalanin,"

RĒYGANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang