------
Pagi hari ini suasana hening seperti biasa, Nivya dan Reviano sekarang tengah di meja makan kecuali satu orang siapa lagi kalau bukan putri mereka, Alea.
"Kita saja, jangan sampai terlambat hanya karena menunggu anak bodoh itu" Ujar Reviano menegur istrinya yang belum menyentuh makanan yang terhidang itu.
Sreet...
"Aku akan melihatnya sebentar" Nivya berjalan menuju ke kamar sang putri dan mengetuknya beberapa kali tetapi tak ada sahutan.
Tok...
Tok...
"Alea, kamu udah bangun? Ayo sarapan nanti terlambat ke sekolah" Panggilnya lagi dengan sedikit keras.
"Apa udah berangkat?" Gumam Nivya. Hingga tak lama seorang maid mengatakan kalau Alea sudah berangkat
Nivya akhirnya memutuskan untuk kembali ke meja makan dan duduk disamping sang suami.
"Alea udah berangkat" lirihnya
"Ck! selalu saja seenaknya. Aku sudah memutuskan agar dia segera menikah"
Nivya membulatkan matanya dan menoleh "apa?"
"Kenapa kamu selalu membelanya? Seharusnya dia mempunyai sopan santun dan berprilaku baik layaknya gadis biasa. Tapi lihat, dia malah bodoh" Sinis Reviano tak suka.
"Tapi dia putri kita, jangan terus menekannya dan melakukan kekerasan padanya meski ia tak seperti keinginanmu. Bukan begitu caranya" balas Nivya mencoba menahan cairan bening itu agar tak keluar.
"Aku berangkat, dulu" Tak menjawab ucapan istrinya itu, Reviano malah pergi begitu saja.
Sekeras apapun Reviano, Nivya tak bisa melawannya karena ia adalah kepala keluarga. Lihat saja Alea, meski terkesan tak sopan dan sering mengacuhkan amarah papanya itu, tetapi belum pernah sekalipun Alea membalas meneriakinya atau membentaknya.
Ya, itu karena Alea menghormati Reviano sebagai papanya, kepala kuluarga bahkan tulang punggung keluarga.
Sementara di sisi lain, Alea sudah sampai di Inure High School dan sedang berjalan di koridor menuju ke kelasnya.
"Bibir lo kenapa, Alea?"
"Sshh......Bukan urusan lo!"
"Maaf" Marvel langsung menarik jari telunjuknya dari bibir Alea
Alea terdiam, ia tidak mungkin menceritakan kehidupannya dengan laki-laki asing.
"Apa ini karna nilai lo?" Alea membelalakkan matanya, kenapa Marvel bisa tau?
"E-enggak kok, ini karna gue jatuh dari tempat tidur tadi pagi"
Marvel menatap mata Alea, lagi-lagi ia menemukan kebohongan dimatanya.
"Ck! jangan menutupinya lagi Alea Elfasya, gue tau itu hadiah dari orang tua lo itu"
"Jangan mengatakan hal yang nggak bener Marvel, atau gue nggak akan pernah ngomong lagi sama lo" Desis Alea tak suka
"Iya, iya....." ucap Marvel dengan mengendikkan kedua bahunya tidak merasa takut dengan ancaman Alea, hanya saja ia tidak mau menambah emosi pada temannya ini.
♡♡♡♡♡♡♡
Sudah hampir pukul sembilan malam, namun gadis bermata coklat itu belum pulang bahkan mengabari saja tidak. Itulah yang membuat suasana rumah sekarang terasa mencekam karena sang kepala keluarga hanya diam duduk di sofa menunggu sang putri lengkap dengan wajah datar dan dinginnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Untuk Alea
Fiksi RemajaBagaimana jadinya ketika kamu harus menikah dengan laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya dan harus hidup menjadi bayang-bayang orang lain? Begitulah yang dihadapi ALEA ELFASYA. Seorang gadis yang selalu mendapatkan perlakuan tak menyenang...
