14. Marah

20.9K 481 5
                                        

Alea perlahan mulai membuka matanya. Gadis itu tidak bangun karena cahaya matahari dari jendela, tetapi ia bingung kenapa bisa tidur di kasur?

Alea meraba-raba kasur itu dan benar, ia sedang tidur di kasur. Gadis itu kemudian mengerutkan dahinya bingung, kapan ia pindah ke kasur? Seingat Alea tadi malam ia sedang belajar di meja belajarnya dan berakhir tidur. Eh, bangun-bangun sudah di atas kasur.

"Bukannya tadi malam gue tidur di kursi?" Gumam Alea. Tidak mungkin di mansion ini ada setan, tetapi siapa yang menggendongnya ke kasur? Prince? Tidak mungkin. Tidak mungkin Prince sudi menggendongnya ke kasur.

"Apa kak Prince? Gak! Gak mungkin. Liat gue aja di gak sudi, apalagi gendong gue"

"Au ah, males. Mending nanti tanya bik Fani aja" gumam Alea dan beranjak dari kasur kemudian berjalan ke kamar mandi.

Setelah menyelesaikan ritual mandinya, gadis cantik itu duduk di depan meja rias, sedikit memoles wajahnya yang pucat. Tak lupa ia memakai lip tint dan parfum.

Alea tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin "cantiknya istri Prince. Gue udah cocok jadi idol" puji Alea.

Memang sejak masuk SMA, Alea sudah mulai memakai make up tipis, ditambah lagi Alea yang memang fashionable menambah kecantikan yang ia miliki. Meskipun ia hanya fokus dengan nilai, tetapi Alea masih memperhatikan penampilannya. Terbukti tidak sedikit laki-laki yang mendekatinya, tetapi mereka akhirnya menyerah karna tidak ada respon dari Alea.

Kalau untuk perawatan kulit, sudah dari dulu Alea lakukan. Maka tak heran sekarang kulitnya sangat mulus dan sehat. Bahkan sering Alea tidak jajan hanya karena ingin membeli skin care nya. Alea rela menghemat uang jajannya meskipun uang jajannya sering dipotong dan berakhir tidak makan dan pulang jalan kaki.

Selesai dengan itu, Alea kemudian turun untuk sarapan. Masih di tangga, Alea sudah mencium aroma masakan yang sudah terhidang di meja makan.

"Pasti enak banget" gumam Alea.

Terlihat Prince sudah duduk di meja makan. Gadis itu kemudian berjalan mendekati Prince dan duduk di meja makan. Alea memandang laki-laki yang kini sedang duduk sambil menikmati sarapannya.

"Ganteng sih, tapi psycopath" gumam Alea dalam hati.

Alea akui kalau Prince memang tampan, rahang tegas, hidung mancung, tubuh kekarnya terbungkus stelan jas berwarna hitam dan celana panjang berwarna hitam.

"Pagi kak Prince" Sapa Alea dan tidak ada balasan.

Prince sudah selesai makan, tak ada percakapan di antara keduanya. Prince sama sekali belum beranjak dari meja makan, sedangkan Alea masih menikmati sarapannya.

"Langsung pulang" ucap Prince tiba-tiba.

"Tapi Alea mau bimbel" jawab Alea menatap Prince.

"Kamu les di rumah"

"Tapi___"

Sebelum Alea selesai berbicara, Prince sudah memotongnya "Atau mereka akan mati sia-sia karna kamu" ujar Prince menunjuk bodyguard yang berdiri di sana.

"Ngancem mulu" balas Alea mendengus kesal.

Tangan kecil Alea berusaha mengambil anggur yang berada sedikit jauh dari jangkauannya. Hingga Prince menggeser piring anggur itu dan akhirnya anggur itu berada di tangannya. Pipi gadis itu menggembung karena ukuran anggur yang sangat besar.

Mata Prince sedikit melirik ke pipi istrinya yang bergerak-gerak. Sedikit lucu. Batinnya. Tak puas hanya satu, tangan Alea kembali mengambil anggur, kali ini ia mengambil sebanyak dua, dan Alea sekaligus memakannya.

Prince Untuk AleaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang