35. Terungkap dan Amarah Prince

29.8K 588 40
                                        

Next month, morning.......

Hari berganti dengan minggu, minggu berganti dengan bulan. Hari demi hari mereka lalui bersama.

Cahaya matahari dari jendela menghampiri Alea. Perempuan berparas cantik itu kemudian perlahan membuka matanya dan mencoba untuk menetralkan penglihatannya dan sedetik kemudian......

Huek

Alea membekap mulutnya dan segera berlari kearah kamar mandi. Alea memuntahkan isi perutnya, memang sejak tadi malam ia kedinginan dan badannya terasa sakit.

Ini sudah yang kesekian kalinya Alea berlari ke kamar mandi karna mual. Alea juga menyadari nafsu makannya yang meningkat dan mood yang mudah berubah. Alea paham akan hal itu.

Untuk mengatasi kecurigaannya, Alea mengambil sebuah benda pipih yang ia beli kemarin dan menggunakan benda pipih itu seperti saat ini.

"Kok deg-degan gini ya?"

Alea membalikkan benda pipih itu dan membuka matanya yeng terpejam secara perlahan

"Hah?!"

Alea membelalakkan matanya mencoba mencerna hal yang baru ditangkap oleh indera penglihatannya. Dan sedetik kemudian, seutas senyuman terukir jelas diwajah indahnya.

Tangan Alea terulur menyentuh perut ratanya "Maafin mama kalau kamu harus lahir dari rahim orang lemah seperti mama" lirih Alea.

Namun Alea berpikir ia bisa mempertahankannya. Meskipun bayi itu adalah anak dari laki- aki yang begitu membencinya, namun bayi itu harus tetap hidup.

Disaat bersamaan, suara ketukan pintu terdengar sangat keras dan menggema di seluruh kamar membuat testpack yang berada di genggaman Alea terjatuh.

Tok.....

Tok.....

"Sayang....."

"Lagi mandi!" teriak Alea dari dalam kamar mandi.

Alea segera mengambil testpack yang tergeletak di lantai dan langsung menyimpannya.

Beberapa menit kemudian, Alea sudah cantik dengan pakaian santainya. Karna nanti setelah Prince ke kantor, barulah Alea mengganti pakaiannya dengan seragam Inure High School.

Prince dan Alea berjalan bersama menuju ke meja makan.

"Nyonya, silahkan duduk" ucap maid pada Alea yang tengah berjalan pelan, sangat pelan kearah meja makan.

Alea tersenyum lalu mendudukkan dirinya disamping Prince.

"Sayang, kenapa kamu pucet banget? Kamu sakit?" Tanya Prince khawatir.

"Nggak, aku cuma pusing aja"

Prince menaruh makanan kesukaan Alea di depan sang istri.

"Makan dulu, habistu kamu istirahat"

"Please.....jangan mual dulu" gumam Alea dalam hati.

Saat semua hidangan itu menusuk indra penciuman Alea sehingga membuat kepalanya tiba-tiba pusing. Secara bersamaan pula, perutnya terasa mual dan mebuat Alea berlari ke toilet dan meninggalkan mereka semua.

Prince yang melihat sang istri sedang tidak baik-baik saja, langsung menyusul ke toilet.

Huek

Huek

Huek

Setelah mengeluarkan seluruh isi perutnya, Alea keluar dari toilet dengan wajah yang begitu pucat.

Prince Untuk AleaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang