Terlihat di depan mansion terdapat sebuah mobil sport bermerk McLaren P1. Si pengendara mobil keluar dengan gerakan slow motion dan angin yang berhembus menambah kesan tampan padanya, tubuh atletis yang dibalut oleh stelan jas, rahang yang tegas, siapa lagi kalau bukan Devano Prince Laurent.
Laki-laki yang dikenal dengan sosok yang sangat ditakuti dalam dunia bisnis karena tidak segan-segan menghancurkan orang yang menghalangi jalannya keluar dari mobilnya. Dengan wajah angkuhnya Prince, berjalan melewati para bodyguard dan tak satupun dari mereka yang berani mengangkat kepala, semuanya menundukkan kepala mereka.
Sebelum masuk ke dalam, Prince menghentikan langkahnya dan berbicara pada salah satu bofyguard nya.
"Apa Alea sudah pulang?" Tanya Prince dengan wajah datarnya.
"Belum, Pak"
Refleks Prince mengepalkan tangannya "shit!"
Dengan sigap, semua laki-laki berbadan kekar yang diyakini adalah orang bodyguard nya, langsung menunduk tidak ada yang berani mengangkat kepala mereka.
Prince kemudian berjalan memasuki masion yang begitu mewah itu. Prince memasuki ruang tamu yang terlihat begitu mewah dan elegan, dengan lantai marmer yang berkilauan, sofa yang empuk, ditambah lagi chandelier yang tergantung di atap begitu mewah dan elegan.
Dinding yang berwarna putih dihiasi oleh lukisan-lukisan mewah sehingga menjadi rumah impian semua orang.
"Selamat malam tuan" sapa para maid.
"Hm" jawabnya singkat tanpa ekspresi.
Prang!
Bugh
Tanpa aba-aba, Prince melempar vas bunga yang terbuat dari kaca tepat mengenai kepala salah satu bodyguardnya.
Bugh
Bugh
Bugh
Belum puas dengan hal itu, Prince kembali melayangkan pukulannya pada beberapa laki-laki berbadan kekar yang berdiri disana.
Para bodyguard itu langsung bangun dari tersungkurnya. Pukulan secara tiba-tiba dan tanpa perlawanan tentu membuatnya meringis. Mereka sudah tau alasan mengapa Prince menyerang mereka tiba-tiba.
"Sialan! Mencari gadis itu aja kalian gak mampu!"
Pandangan Prince tertuju pada beberapa apel dengan sebuah pisau di sampingnya. Tanpa berpikir panjang, Prince mengambil pisau itu dan langsung menancapkannya pada perut bodyguard itu.
Srek
Tubuh bodyguad itu lansung ambruk dengan darah segar yang mengalir dari perutnya. Sedangkan Alea yang sudah berdiri di depan pintu, menatap nanar pemandangan yang ada didepan matanya itu.
Bugh
"P-Prince.....cukup, dia bisa mati" ucap Alea dengan suara yang bergetar.
Prince kemudian menoleh ke arah Alea yang berdiri diambang pintu, sedangkan bodyguard yang masih memegangi perutnya hanya bisa meringis, darah yang keluar cukup banyak, bisa-bisa ia kehabisan darah nantinya.
Dengan santainya Prince duduk di sofa yang ada disana. Prince kemudian tersenyum smirk melihat pemandangan yang ada di depan matanya.
Prince menyenderkan tubuhnya kemudian mulai mengapitkan satu batang nikotin itu kesela-sela jarinya. Dengan dibantu korek, ujung batang rokok mahal itupun perlahan menyala. Prince menghisap lalu menghembuskannya membuat asap rokok itu mengebul pecah keudara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Untuk Alea
Teen FictionBagaimana jadinya ketika kamu harus menikah dengan laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya dan harus hidup menjadi bayang-bayang orang lain? Begitulah yang dihadapi ALEA ELFASYA. Seorang gadis yang selalu mendapatkan perlakuan tak menyenang...
