Next month....
Tepat satu bulan saat Alea diusir Prince dari mansion. Dan selama satu bulan itu, Prince tidak pernah lagi bertemu dengan Alea semenjak terakhir kali mereka bertemu di cafe.
Hari ini, Prince memerintahkan maid untuk membuang semua barang-barang Alea yang ada di kamar perempuan itu. Mulai dari pakaian, skin-care, bahkan handphone perempuan cantik itu.
Saat ini Prince hendak berangkat ke kantor, namun langkahnya terhenti ketika melihat pintu kamar Alea terbuka.
"Kenapa, Hah?! Kamu senang saya gak pulang?"
"Alea justru khawatir kalau kak Prince nggak pulang" jawab Alea dengan suara pelan.
"Kamu pikir saya gak tau kalau kamu senang saya gak pulang, supaya kamu lebih leluasa bermesraan dengan cowok lain" tuduh Prince.
"Kenapa kamu malah nuduh aku? Aku cuma khawatir kamu belum pulang, tapi kamu malah nuduh aku yang enggak-enggak" jawan Alea tanpa sadar mengganti panggilan aku-kamu.
"Kamu sangat rendah di mata saya! Kamu gak ada bedanya dengan wanita murahan di luar sana. Kamu pikir saya gak tau siapa cowok tadi?" Ujar Prince mengepalkan tangannya.
"Marvel? Marvel cuma temen aku" balas Alea.
"Bagaimana saya bisa percaya sama wanita murahan seperti kamu?"
"Pasti kamu yang menggoda lebih dulu. Kamu ini benar-benar gak ada bedanya wanita murahan di luar sana"
"SAYA GAK SUDI PUNYA ISTRI SEPERTI KAMU!!" Bentak Prince menggema di ruangan itu.
"Trus kenapa kamu nikahin aku?!" Balas Alea karna masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
"Kenapa aku nikahin kamu? Karna orang tua sialan kamu itu menjual kamu pada saya!" Jawab Prince menekan setiap kata demi kata yang ia ucapkan.
"Kamu gak pernah mikirin perasaan aku. Kamu hina aku, kamu hina orang tua aku, hiks.....hiks....." racau Alea memukul dadanya yang terasa sesak.
Sekilas ucapannya yang menyakitkan melintas di ingatan Prince. Laki-laki kejam itu menggeleng mencoba menahan sesuatu yang selalu ia rasakan jika menyangkut Alea.
Mencoba mengabaikan perasaan itu Prince kembali melangkah berniat menjauh dari kamar itu, namun ada sesuatu yang seperti menahan langkahnya hingga Prince berbalik dan mendekati pintu kamar yang terbuka itu.
Setelah mengumpulkan keberanian, Prince akhirnya membuka pintu yang memang tidak terkunci itu terbuka sedikit memperlihatkan isi kamar dari celah kecil yang terbuka itu.
Pintu semakin terbuka sedikit lebih lebar memperlihatkan sebagian isi kamar yang terlihat rapi karena sang pemilik yang sudah pergi. Seperti ada sebuah magnet didalam diri Prince yang menarik kakinya melangkah masuk dan matanya langsung mengitari isi kamar tersebut.
"Cinta saya sudah habis untuk Zaviya, hanya Zaviya dan selamanya untuk Zaviya. Kamu hanya wanita asing yang wajahnya mirip dengan Zaviya dan berhasil masuk ke kehidupan saya"
"Iya, aku tau. Tapi tolong beri aku kesempatan di hati kamu" balas Alea lemah lembut.
"Kenapa harus Zaviya? Kenapa nggak aku? Aku masih disini, dihadapan kamu" lanjutnya seraya menunjuk dada bidang suaminya.
"Kamu bukan Zaviya!" Jawab Prince, menatap tajam Alea yang menangis dihadapannya.
"Dia udah mati!" Balas Alea.
"ZAVIYA AKAN SELALU HIDUP DIHATI SAYA!" Ucap Prince menekan kata demi kata yang ia ucapkan.
"Aku....Alea akan selalu mencintaimu, aku rela jadi bayang-bayangnya demi kamu, hanya untuk kamu" bisik Alea.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Untuk Alea
TeenfikceBagaimana jadinya ketika kamu harus menikah dengan laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya dan harus hidup menjadi bayang-bayang orang lain? Begitulah yang dihadapi ALEA ELFASYA. Seorang gadis yang selalu mendapatkan perlakuan tak menyenang...
