32. First Date With.....MyLove

16.2K 334 4
                                        

Pagi terlihat begitu cerah, matahari yang memancar ke bumi masih terasa hangat. Ditambah hembusan angin pagi yang terasa sejuk dikulit. Di pagi yang cerah itu, Alea bangun pagi-pagi sekali untuk membuat sarapan buat Prince.

Setelah satu minggu di rumah sakit, akhirnya Prince diperbolehkan untuk pulang, namun Prince masih harus rutin terapi.

Di dapur, Alea melihat seorang wanita paruh baya yang sedang berkutat dengan alat-alat dapur, Alea pun menghampirinya.

"Morning, Bik Fani!" Sapa Alea dengan riang.

"Alea ngapain kesini?" Bingung Fani karna tidak biasanya Alea datang ke dapur.

"Bik Fani mau masak apa? Sini Alea bantuin"

"Gak usah, Bibik aja yang masak. Alea duduk aja ya?" tolak Fani halus.

"Gapapa Bik"

"Tapi_____"

"Udah, sini biar Alea bantuin" ujar
Alea terkekeh dan Fani pun ikut terkekeh.

Mereka memasak dengan mengobrol ria, sampai-sampai maid lain iri melihat kedekatan Alea dengan Fani.

Akhirnya masakan pun siap, Hidung Alea langsung mengendus aroma wangi dari masakan mereka.

Alea pun menata makanan dengan dibantu oleh maid, semua makanan sudah terhidang satu persatu. Dan saat Alea mengambil makanan yang lainnya di dapur, terlihat Prince sudah duduk manis disana.

"Silahkan dimakan....." ujar Alea dan membuat tuan Prince terkekeh.

"Jadi, ini masakan chef Zaviya?" Tanya Prince seraya tersenyum.

"Hm" balas Alea tersenyum kikuk.

Hanya keheningan yang mereka rasakan di meja makan saat ini, hingga sarapan berakhir.

"Sayang....." panggil Prince lemah lembut.

"Hm?"

"Sekarang kamu siap-siap ya? Gak usah cantik-cantik, cuma aku yang boleh liat kecantikan kamu"

"Kita mau kemana? Tapi 'kan kamu masih sakit" Bingung Alea.

"Aku udah sehat kok" jawab Prince tidak mau kalah.

♡♡♡♡♡♡♡

Setelah menunggu cukup lama, Prince masuk ke kamarnya yang sekarang juga sudah menjadi kamar Alea. Prince duduk di sofa yang ada disana sambil meminum teh hangat yang dibuat Fani.

Selang beberapa menit, Alea pun keluar dari walk closet dengan pakaian santai namun sangat cantik dimata Prince hingga membuatnya melongo dan tidak menyadari kalau Alea sudah dihadapannya.

"Cantik" refleks kata itu keluar dari mulut Prince.

"Prince?" Alea melampaikan tangannya dihadapan Prince hingga membuat Prince tersadar dari lamunannya.

"O-ooh" kikuknya.

"Ada yang salah sama penampilan aku?"

"Perfect" sungguh ucapan Prince itu mampu membuat pipi Alea merah merona.

"Ayo"

"Let's go"

Prince membawa Alea ke sebuah taman bermain. Setelah beberapa menit di perjalanan, kini mereka telah sampai di tujuan. Mata Alea di buat berbinar dengan apa yang ada di depannya sekarang.

"Kamu suka?"

Alea mengangguk dengan cepat "banget!"

Prince kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Alea, dan mencium pipi gadis itu sekilas.

Cup

Alea dibuat melongo dengan sikap Prince barusan. Ia terdiam beberapa detik hingga lamunannya buyar saat Prince berjalan meninggalkannya.

"Ihh....." kesal Alea membuat Prince tersenyum melihatnya.

Prince tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat tubuh Alea yang mungil menambrak tubuh kekarnya. Alea deja vu saat pertama kali ia bertemu dengan Prince di Laurent's Group.

"Yuk naik bianglala" ajak Prince.

Gadis itu terlihat sedang berfikir kemudian matanya menatap bianglala yang sangat cantik. Wahana bianglala yang lumayan tinggi membuat Alea bergeridik ngeri.

"Main yang lain aja, atau main kuda-kudaan aja ya?" Alea membujuk Prince layaknya anak kecil.

"Kamu takut, hmm?" Goda Prince seraya mencolek hidung mancung Alea.

"Idih siapa juga yang takut" kesal Alea.

"Yaudah kalau gak takut, ayo naik!" ajak Prince.

"Ayo!" 

Setelah membeli tiket tadi, kedua pasangan itu langsung menaiki bianglala. Sebelum bianglala itu bergerak Alea menggenggam tangan kekar Prince yang lebih besar darinya.

"Gak usah takut" bisik Prince yang melihat wajah ketakutan Alea.

perlahan-lahan bianglala itu bergerak membuat wajah Alea seketika menjadi pucat. Merasa pegangan di tangannya mengerat, Prince segera mengelus lembut punggung tangan Alea dan mengecupnya.

Cup

Alea mencoba melihat ke bawah dia sangat takut, dia membayangkan bagaimana kalau dia jatuh ke bawah. Gadis itu langsung memeluk dengan erat tubuh kekar Prince.

Prince dan Alea telah memainkan hampir seluruh wahana permainan yang ada disana. Hal itu tentu membuat mereka cukup kelelahan, dan memutuskan untuk beristirahat dan mecoba jajanan street food.

Alea menarik lengan Prince dengan antusias, mereka mencoba beberapa jajanan khas korea. Tak hanya itu, Alea juga mengajak Prince untuk membeli permen kapas yang terlihat sangat ramai.

Prince menatap ke arah Alea. Prince berniat untuk menolak tidak mengantri dan membujuk Alea untuk membeli jajanan lainnya. Tetapi saat melihat wajah antusias Alea, Prince tidak tega dan akhirnya memutuskan untuk mengantri membeli permen kapas itu.

Selesai bermain wahana dan menjajal jajanan, sekarang Prince dan Alea sedang duduk di kursi panjang sambil menikmati jajanan mereka.

Saat menikmati jajanannya, Alea tersenyum melihat anak kecil yang tertawa bermain gelembung. Prince yang melihat itu, memutuskan untuk membeli mainan gelembung itu.

Alea hanya duduk memperhatikan apa yang akan dilakukan Prince, dan ternyata Prince bermain gelembung itu sambil berlarian seperti anak kecil.

"Gak mau coba?" Prince mengajak Alea untuk bergabung meskipun awalnya Alea menolak.

Prince dan Alea bermain gelembung sambil berlarian seperti anak kecil dan juga tertawa bahagia. Sungguh hari ini adalah hari paling bahagia bagi mereka.

Alea mengagumi keindahan matahari tenggelam sedangkan Prince, perempuan disampingnya adalah pemandangan paling indah menurutnya.

"Cantik, ya?" Prince memeluk Alea dari belakang

Alea tidak menjawab. Alea hanya mengangguk dan tersenyum begitu indah

"Kenapa senyummu seindah ini?" Prince memutar tubuh Alea hingga menghadapnya

"Aku yakin selagi masih ada senyum ini, dunia dan seisinya kalah indahnya sama senyuman ini" Prince menunjuk sudut bibir Alea

"Aku gak punya alasan kenapa harus kamu. Yang jelas, aku cinta sama kamu"

"Sekarang, kamu adalah prioritas hidup aku. Gak ada yang lebih penting di dunia ini selain kamu"

Cup

Satu kecupan berhasil di curi oleh Prince di bibir ranum Alea membuat jantung Alea berdegup begitu kencang dan pipinya tiba-tiba memerah.

"Bibir ini cuma milik aku" ucap Prince menunjuk bibir ranum Alea.

Lagi-lagi Alea dibuat salah tingkah oleh perkataan Prince yang hobi untuk membuatnya salah tingkah.














Jangan lupa vote and comment

Klik👇

Prince Untuk AleaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang