PENYESALAN || 2

15.2K 266 4
                                        


"Aku sangat bahagia saat mengetahui dia hadir ditengah kesakitan aku selama ini. Aku mau buktiin pada dunia kalau aku bisa jadi seorang ibu" ~ Alea

Happy reading

Saat Nivya  sedang menyuapi Alea dengan telaten, tiba-tiba Reviano masuk ke ruang rawat putrinya. Alea menatap bingung pada Reviano yang berjalan mendekat ke brankarnya. Perempuan cantik itu semakin terkejut saat Reviano tiba-tiba berlutut dihadapannya.

"Maafin Papa.....maafin Papa, Alea. Papa tau, kalau Papa memang tidak pantas disebut sebagai orang tuang kamu, tetapi izinkan Papa untuk meminta maaf" ucap Reviano dengan air mata yang mengalir dipipinya.

"Pah, please berdiri. Jangan gini"

"Maafin Papa, Maafin Papa yang tidak pernah tau rasa sakit Alea selama ini, bahkan Papa salah satu sumber rasa sakit Alea. Papa tidak tau lagi harus bagaimana, Papa malu karna tidak bisa jadi orang tua buat Alea. Maafin Papa___" isak Reviano masih berlutut didepan brankar putrinya.

"Kalau Papa gak berdiri, Alea gak akan maafin Papa" ucap Alea seraya menatap Reviano.

Mendengar itu, Reviano langsung berdiri kemudian mendekati brankar Alea. Laki-laki paruh baya itu menghapus kasar air matanya dan tersenyum hangat pada Alea.

"Pah, Alea gak pernah benci sama Papa. Meskipun luka yang Papa berikan belum sembuh sepenuhnya, tetapi Alea sadar kalau sampai kapanpun, Papa tetaplah orang tuan Alea. Darah Papa mengalir ditubuh Alea" ucap Alea membuat Reviano kembali menangis.

Semua perlakuannya pada Alea, bentakan, kalimat menyakitkan serta pukulan yang ia berikan pada Alea bagaikan kaset rusak yang terus berputar dikepala Reviano.

Menyesal. Itulah kata yang dapat menggambarkan keadaan Reviano saat ini.

"Maafin Papa......" ucap Reviano seraya menunduk.

"Alea udah maafin Papa"

Tangan lentik Alea terulur untuk menghapus air mata Papa nya. Sedangkan Reviano langsung menyentuh tangan putrinya kemudian mengecup tangan putri kecilnya.

"Papa jelek kalau lagi nangis" ucap Alea membuat Reviano dan Nivya terkekeh.

♡♡♡♡♡♡♡♡

Hancur, kata itu masih belum bisa mendeskripsikan apa yang saat ini Prince rasakan. Mungkin sakit bukan kata yang tepat untuk saat ini. Yang ia rasakan lebih dari sekedar kata sakit.

Sakit, kata itu mungkin tepat untuk menggambarkan rasa yang saat ini ia rasakan di dadanya. Yang seakan membuatnya kesulitan bernapas hingga rasanya ia ingin berhenti bernapas saja.

Kata apapun tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan lelaki berusia 24 tahun itu. Ia tidak tahu harus merespon seperti apa saat mengetahui kalau Alea meminta cerai darinya.

Prince sudah kehilangan anaknya, bahkan ia terlambat mengetahui kalau Alea tengah mengandung anaknya.

Prince belum mengatakan pada dunia kalau ia akan segera menjadi seorang ayah, ia akan mempunyai pewaris Laurant. Ia belum sempat mengusap perut istrinya dan mengecupnya, anaknya yang ada di dalam perut hangat istrinya. Ia belum mengatakan pada mereka kalau ia begitu mencintai mereka.

Lelaki itu mengakui kalau dirinya tidak pantas disebut sebagai suami dan ayah. Prince masih setia menunduk didepan ruangan Alea, hingga akhirnya Reviano keluar dan menghampiri menantunya itu.

"Pah, apa Prince boleh masuk?"

Reviano mengangguk pelan.

Dengan langkah pelan, Prince masuk ke dalam ruangan istrinya. Mata yang dulunya tajam kini berubah menjadi sendu kala melihat Alea yang duduk diatas brankar sedang menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong.

Prince berjalan mendekati Alea dan duduk disamping brankar itu kemudian meraih tangan istrinya pelan. Sedangkan Alea masih menatap lurus ke luar jendela tanpa menoleh ke arah Prince yang duduk disampingnya.

Nivya memlih untuk keluar dari ruang rawat Alea, memberikan waktu untuk putri dan menantunya itu.

"Seharusnya aku pergi jauh dari kota itu mungkin anak aku masih ada" ucapnya pelan.

Suara Alea terdengar serak, air mata mulai keluar dari pelukpuk matanya. Prince memilih menggenggam tangan Alea. Lelaki itu juga tidak tahu harus bersikap bagaimana.

"Aku sangat bahagia saat mengetahui dia hadir ditengah kesakitan aku selama ini. Aku mau buktiin pada dunia kalau aku bisa jadi seorang ibu" ucap Alea dengan air mata terus mengalir tanpa henti.

"Andai aku pergi jauh, kamu nggak akan bisa temui aku sama anak aku dan mungkin dia masih bersamaku sampai sekarang" 

Prince yang menggenggam tangan Alea juga ikut menangis. Lelaki itu tau kalau yang dirasakan istrinya saat ini jauh lebih sakit dari yang ia rasakan. Mendengar isakan Alea membuat Prince semakin merasa hancur.

"Maaf....semua salah aku" ucap Prince menunduk seraya mengusap kedua tangan Alea.

"Benar, semua salah kamu" ucap Alea kemudian menatap Prince dengan tatapan kosong. Prince yang mendengar itu, langsung mengangkat kepalanya dan mendapati mata sembab istrinya, semakin membuatnya merasa bersalah.

"Maafin aku......" mohon Prince dan air matanya kembali terjatuh.

"Semua ini salah kamu Prince, seandainya kamu nggak bawa aku ke rumah kamu lagi, anak aku masih ada. Kamu yang buat aku kehilangan anak aku" Alea menarik tangannya dari genggaman Prince membuat lelaki itu tersentak.

"Kamu pembunuh! Bahkan anak kamu sendiri juga kamu bunuh. I hate you, i fucking hate you!" Alea terus memukul dada bidang lelaki yang kini duduk dihadapannya.

"Kamu buat aku kehilangan anak aku" lirih Alea, tangan lemahnya meremas baju yang Prince kenakan.

"Sayang......" Prince memdekap Alea dalam pelukannya kemudia mengusap lembuat kepela istrinya.

"Aku mau pisah. Tolong jangan tambah penderitaanku lagi" ucap Alea pelan.

"Nggak! Kita nggak akan pisah sayang, kamu akan tetap jadi istri aku" jawab Prince pelan, bahkan seperti bisikan.

"Apa kamu lupa? Kamu yang udah ngusir aku, dengan mudahnya kamu minta maaf dan ngomong kalau kamu cinta sama aku" nada perempuan itu pelan, namun penuh ketegasan.

"Kita nggak akan cerai" ucap Prince seraya menggeleng kuat.

"Untuk apa mempertahankan sesuatu yang udah hancur dan gak bisa dipertahankan? Itu hanya akan nyakitin aku, kamu udah ngusir aku, anak aku udah nggak ada, semuanya udah berakhir"

"Aku benar-benar cinta sama kamu, sayang. Aku mohon jangan seperti gini, kita bisa memperbaikinya dan memulai semuanya dari awal" Prince benar-benar kehilangan akal kalau menyangkut Alea.







Kalian masih penasaran gak sama kelanjutannya?

Penasaran?  >>>>

Lanjut!    >>>>

Jangan lupa tinggalin jejak

Prince Untuk AleaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang