Bagaimana jadinya ketika kamu harus menikah dengan laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya dan harus hidup menjadi bayang-bayang orang lain?
Begitulah yang dihadapi ALEA ELFASYA. Seorang gadis yang selalu mendapatkan perlakuan tak menyenang...
"Alea akan bertahan sampai hari itu tiba, hari dimana Mama izinin Alea buat pergi"-Alea
•Happy reading•
"Keluar, atau aku gak mau makan sama sekali" ancam Alea pada Prince yang masih setia menemaninya.
Prince menghela nafas berat, apakah ia harus berteriak di hadapan semua orang untuk mengakui rasa cintanya pada Alea? Jika dengan cara itu Alea memaafkannya, Prince akan melakukannya.
"Aku akan keluar, kamu jangan lupa minum obat ya, sayang" Setelah Prince keluar dan menutup pintu, barulah Alea mau memakan bubur itu.
Alea mengambil sesendok bubur itu dan mulai mengunyah dengan pelan, namun air matanya keluar dengan sendirinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Prince yang menyaksikan Alea menangis saat makan, ikut merasakan kesakitan yang dialami istrinya. Ini adalah kali pertama ia melihat perempuan hatinya menangis ketika sedang makan.
"Apakah sesakit itu?" Gumam Prince menatap dari luar pintu.
"Kenapa harus aku? Apa salah aku? Aku benci sama diri aku sendiri, kenapa aku gak mati. Aku capek, aku gak mau hidup kayak gini" lirih Alea memukul dadanya yang sesak.
Disela-sela tangisan dan isakannya, ia merasakan sesuatu mengalir dari hidungnya. Dengan kasar ia menyapu bagian bawah hidungnya membuat cairan merah itu meninggalkan jejak dipipinya. Alea yang melihat noda darah ditangannya kini hanya mendongakkan kepalanya menatap langit-langit ruangannya. Pasrah.
Sedangkan diluar, Prince juga menangis melihat keadaan istrinya. Perempuan yang ia sayang harus mengalami hal seperti ini. Dosa apa yang ia lakukan hingga membuatnya dihukum seperti ini?
Marah? Tentu saja. Ia marah pada dirinya sendiri. Ia marah karna semua orang yang berada didekatnya harus menderita karna dirinya. Siapa yang tidak marah jika semua hal buruk terjadi karna dirinya sendiri. Dan dia bahkan membenci dirinya sendiri.
"Dasar penyakit sialan!" Desisnya.
Lelaki itu tidak bisa menahan emosinya. Jujur, ia tak sengaja mengatakan hal itu. Dapat ia dengar suara isakan dari kamar istrinya. Hingga air matanya jatuh dan ia hendak masuk kembali ke ruangan itu.
Sampai akhirnya, dokter bersama perawat datang. Melihat Dokter berjalan menuju ruangan Alea, membuat Prince mengurungkan niatnya untuk masuk.
"Boleh saya masuk?" Sapa Dokter asal Indonesia itu.
"Silahkan, Dok" jawab Prince.
Cklek!
"Pagi, Alea" sapa Dokter yang sudah masuk ke ruangan Alea.
Sedangkan Alea, perempuan berparas cantik itu mengernyitkan dahinya bingung. Ia tidak lupa kalau sekarang ia berada di Jerman, namun kenapa Dokter yang berdiri dihadapannya itu berbahasa Indonesia?