Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Sebagian besar murid dengan sigap memasukkan alat tulisnya ke dalam tas kemudian beranjak keluar.
"Alea" panggil Marvel pada Alea yang masih sibuk memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
"Apa?"
"Pulang bareng, yuk!" Ajak Marvel sambil menyengir kuda
Setelah semua bukunya sudah masuk ke dalam tas, Alea segera berjalan ke pintu. Dan benar saja, seorang Marvel terlibih dahulu berdiri membelakangi pintu. Alea menghela kasar.
"Minggir, gue mau pulang" ketus Alea
"Boleh aja sih, gue bakalan minggir. Tapi, syaratnya lo harus ikut pulang bareng gue"
"Yaudah kalau nggak mau minggir, gue lewat langit aja" balas Alea memutar bola matanya mala
"Emang bisa ya?" jawab Marvel sambil terkekeh pelan.
Sebenarnya laki-laki itu adalah orang yang paling Alea hindari. Laki-laki yang tidak pernah lelah mengganggu hidupnya, atau lebih tepatnya sejak pertama kali mereka masuk ke sekolah ini.
"Lo beneran dakjal ya?" Ucap Alea mulai kesal
Sedangkan Marvel masih berdiri membelakangi pintu sambil asyik bermain dengan handphone nya. Alea pun mulai mengendap-endap melewati laki-laki itu.
"Hei, mau kemana?" cegah Marvel sambil menahan lengan Alea.
"Pulang"
"Bareng, yuk!" Ajak Marvel sambil masih menahan lengan Alea.
"Gue nggak mau!"
"Alea, please....." pinta laki-laki itu.
"Apalagi, Marvel?" tanya Alea jengkel.
"Cie......ceritanya udah pacaran nih" goda teman sekelas Alea dan Marvel
"E-enggak!" elak Alea langsung.
"Iya juga gapapa kok" sahut lainnya
Alea mengambil kesempatan ini agar bisa menjauh dari Marvel, mengabaikan godaan murid itu sambil melangkah menjauhi kelas.
"Lo biasanya pulang naik apa?" Marvel yang membuntuti di belakang Alea pun bertanya.
"Jalan kaki" jawab Alea seadanya
"Gue anterin ya? Nggak baik anak cewek sendirian"
Alea memutar bola matanya malas, tetapi tak berkata apapun lagi. Hingga sebuah mobil berhenti di hadapan mereka. Alea mengerutkan keningnya bingung saat melihat mobil itu, mobil yang sangat ia kenali, mobil papanya.
"Cepat naik mobil" mendengar suara dingin sang papa, langsung saja Alea masuk ke dalam mobil sang papa
"Gue duluan ya?" Pamit Alea dan diangguki Marvel
♡♡♡♡♡♡♡
Sejak dulu, Prince terbiasa untuk tidak tidur. Prince lebih memilih untuk menghabjskan malam di ruang kerjanya yang ada di mansion. Meskipun kadang ia akan tertidur di taman, namun setelah dibangunkan oleh Shivam ia tidak melanjutkan tidurnya dan memilih menghabiskan waktu di ruang kerjanya.
Suara detik jarum jam terdengar di ruangan yang sunyi itu.
"Ngantuk banget" keluh Prince. Ia tidak tahu semalam pada akhirnya berhasil tertidur pukul berapa. Pastinya, pagi hari ketika Shivam membangunkannya, kepala Prince terasa pening dan kantuknya masih luar biasa menyiksa.
Cklek!
Suara pintu yang terbuka membuat kedua kelopak matanya menyipit, berusaha menangkap sosok yang berdiri di ambang pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Untuk Alea
Teen FictionBagaimana jadinya ketika kamu harus menikah dengan laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya dan harus hidup menjadi bayang-bayang orang lain? Begitulah yang dihadapi ALEA ELFASYA. Seorang gadis yang selalu mendapatkan perlakuan tak menyenang...
