Prince dan Alea sekarang sudah berada di Laurent's Residence, mansion milik Prince. Laki-laki kejam itu tengah duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya, sedangkan Alea berdiri di hadapannya.
Prince membuka macbooknya dan tiba-tiba, sebuah senyuman mengerikan terukir di wajahnya. Layar itu memperlihatkan Marvel yang menyuapi Alea kala di toko gelato tadi.
"Saya akan buktikan ucapan saya, Alea"
"CEPAT KE HADAPAN SAYA!!!" Teriak Prince seraya membanting macbooknya ke dinding membuat mereka yang ada disana tersentak.
Prince kemudian berjalan mendekati salah satu bodygurd yang berdiri di hadapannya dan mengulurkan tangannya meminta sesuatu.
Dorr!
Prince menembakkan senjata api itu cepat dan sengaja melesetkan bidikannya tepat disamping kepala bodyguard nya.
Dorr!
"ARKH!" Laki-laki itu menjerit kesakitan karna satu peluru berhasil menancap pada lengannya.
Prince membuang senjata itu pada salah satu bodyguard yang berdiri disana dan meminta senjata lain, yaitu pisau.
"KAK PRINCE!!!" Teriak Alea histeris sambil berlutut menyentuh kaki laki-laki kejam itu.
Dengan sekali ayun, Prince berhasil menggores leher laki-laki berbadan kekar itu dengan gerakan cepat.
Prince memberikan isyarat pada bodyguardnya untuk mengeluarkan senjata selanjutnya untuk menyiksa beberapa bodyguard itu terlebih dahulu sebelum membunuhnya.
Cast!
"ARKH!!"
Cast!
"ARKH!!"
Cast!
"ARKH!!"
Cast!
"ARKH!!"
Cast!
"ARKH!!"
Cast!
"ARKH!!"
Suara rintihan dari beberapa orang itu terdengar merdu di telinga Prince hingga berhasil membuatnya tersenyum puas.
Prince menyaksika mereka dengan cambukan berkali-kali pada tubuh para laki-laki itu.
"Kak Prince.....Alea akan lakuin apa aja, tapi tolong lepasin mereka" Prince seakan menulikan pendengarannya kala Alea berkali-kali bersujud di kakinya.
Setelah puas dengan itu, Prince kembali mengambil pistolnya kemudian berjalan mendekati mereka. Prince mengarahkan pistol itu tepat di kepala laku-laki itu dan......
Dorr!
Dorr!
Dorr!
Dalam sekejap, tiga nyawa mati sia-sia ditangan Prince dan disaksikan semua penghuni mansion termasuk Alea. Bahkan percikan darah mereka mengenai pakaiannya.
"Paman, buat seolah-olah mereka mati karna kecelakaan" titah Prince pada Shivam kemudian mengusap wajahnya yang terkena percikan darah.
Alea, gadis itu menatap nanar ketiga mayat yang mati karna ulahnya itu. Saat ini pikirannya kosong, namun tiba-tiba Prince mencengkram kasar dagunya.
"Ssstt....."
Sekarang wajahnya sudah memerah karena ulah Prince. Laki-laki kejam itu tidak memberi ampun sama sekali kepada Alea yang sudah memohon sedari tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Untuk Alea
Ficção AdolescenteBagaimana jadinya ketika kamu harus menikah dengan laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya dan harus hidup menjadi bayang-bayang orang lain? Begitulah yang dihadapi ALEA ELFASYA. Seorang gadis yang selalu mendapatkan perlakuan tak menyenang...
