PENYESALAN || 9

20.5K 269 17
                                        


"Kamu cantik Alea, kamu cantik saat makan, saat melamun, saat marah, saat tertawa, selama mata aku memandang kamu, kamu selalu cantik di mata aku" -Prince

"Kamu cantik Alea, kamu cantik saat makan, saat melamun, saat marah, saat tertawa, selama mata aku memandang kamu, kamu selalu cantik di mata aku" -Prince

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





Happy reading










Seminggu lebih sudah berlalu, selama seminggu itu juga Alea masih berada di rumah sakit. Prince, Nivya dan Reviano juga selalu menemani Alea, menyengati perempuan itu agar tidak menyerah melawan penyakitnya.

Semenjak percakapan Prince dan Alea kemarin, Alea membuktikan perkataannya bahwa tidak ada kesempatan untuk lelaki bernama Devano Prince Laurent. Sedangkan Prince masih sama, masih mengulangi kata maaf itu setiap hari dan memohon agar Alea memberinya kesempatan untuk memperbaiki semuanya.

Bahkan, Prince jauh lebih posessif dari pada sebelumnya. Ditambah lagi saat melihat Dokter Arash selalu ingin dekat dengan istrinya.

Alea berdiri di depan cermin yang ada diatas wastafel toilet. Menatap wajah yang semakin hari semakin pucat, juga tubuhnya yang semakin kurus, hanya menyisakan sedikit lemak yang tersisa melekat di tulang.

Hal itu lantas membuat perempuan cantik itu berpikir, mampukah ia bertahan dengan penyakit ganas ini? Sekalipun ia mampu, maka berapa lama aku akan bertahan?

Setelah keluar dari toilet, Alea kembali ke brankar nya dengan dibantu oleh sang Mama. Lagi-lagi, ia merasa seperti orang lanjut usia, yang harus dibantu kapanpun saat hendak beraktivitas. Apalagi seminggu terakhir ini, bahkan untuk makan saja harus disuap karena keadaan Alea yang benar-benar lemah.

"Alea udah kayak nenek-nenek ya, Mah? Apa-apa, harus dibantu sama Mama" kekeh Alea, lebih lebih tepatnya ia menertawakan dirinya.

"Nggak kok sayang, masa cantik gini dibilang kayak nenek-nenek" protes Nivya mencubit hidung mancung putrinya.

"Kapan ya Alea bahagia, dulu Alea selalu harapin kasih sayang dari Mama sama Papa. Eh, giliran udah dapet, Alea malah sekarat" gumam Alea menatap lurus ke depan.

Sedangkan Nivya hanya diam dan merapikan selimut Alea agar putrinya nyaman. Jujur, hatinya sakit mendengar ucapan Alea, bukan karna tersinggung, melainkan menyesal selama ini telah mengabaikan anak yang sangat membutuhkan perhatiannya.

Cklek!

Suara decitan pintu terdengar, memgalihkan atensi Alea dan Nivya pada sosok yang muncul dari balik pintu itu.

"Hai, putri cantik nya Papa" sapa Reviano dengan senyuman yang merekah.

Ternyata sang Papa yang datang berkunjung ke ruangannya. Alea tertegun beberapa saat mendengar panggilan baru yang Reviano berikan padanya. 'Putri cantik nya Papa?' Alea tidak salah dengar bukan? Sebutan itu, sebutan yang bahakan tidak pernah ia dengar dari mulut Papa nya.

Prince Untuk AleaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang