09. Diantar Pakai Helikopter

22.9K 522 10
                                        

Saat ini Shivam tengah duduk dengan gelisah, menunggu kepulangan sang tuan rumah. Bahkan ia akan berjalan kesana kemari sambil bergumam tentang laki-laki yang sangat ia kenal itu. Akhir-akhir ini Prince memang sangat kacau jika di lihat, terus-menerus keluar ke club dan pulang dengan keadaan tidak baik-baik saja. Tapi, seharusnya tidak sampai larut seperti ini. Apalagi, besok Prince akan meeting dengan client nya yang berasal dari luar megri.

"Prince!" Pekiknya lega, saat melihat Prince yang dipapah oleh bodyguard yang terlihat seperti terpengaruh minuman alkohol dengan menyandarkan kepalanya di bahu sang bodyguard.

"Prince?! Kenapa kamu bisa semabuk ini?" Tanya Prince bingung, sambil mengambil alih Prince dari sang bodyguard.

Shivam kemudian mendudukkan Prince di sofa dan membuka satu persatu sepatu yang dikenakan oleh Prince. Sedangkan laki-laki itu menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa dengan mata yang terpejam dan terus meracau tidak jelas.

"Dia....kenapa wajahnya mirip dengan Zaviya ku......" racau Prince.

Namun beberapa menit kemudian, Prince membuka matanya dan segera bangkit kemudian berjalan menuju ke suatu ruangan yang ada di mansion.

"Prince" Pangggil Shivam namun tidak digubris oleh sang empu.

"Huh~ semoga Alea bisa mengubah sikapmu dan memberikan kebahagiaan buatmu Prince" gumam Shivam menghela napas kasar, menatap punggu Prince yang kian menjauh.

Sedangkan Prince, laki-laki itu sudah sampai di sebuah ruangan bawah tanah. Prince kemudian merogoh saku celananya, setelah menemukan kuncinya, Prince segera membuka pintu ruangan, dimana ia mengurung istrinya.

Cklek!

Pintu terbuka. Prince berjalan masuk dengan langkah pelan, dapat ia lihat Alea yang tengah meringkuk kedinginan. Masih di tempat yang sama dan lantai yang sama, seperti saat ia tinggalkan.

Prince berjongkok di samping perempuan yang berstatus sebagai istrinya itu, menatap mata yang terpejam rapat. Laki-laki itu menghela napas berat, jujur dari hati kecilnya ia kasihan melihat gadisi itu.

"Hey, bangun!" Prince berdecak kesal karna tidak ada respon sedikit pun.

"Ck! Apa kamu memang mau tidur disini hah?! Hei bangun!" Masih tidak ada pergerakan sedikit pun. Prince tidak bodoh, ia menyadari bahwa Alea tidak sedang tidur, tetapi pingsan.

"Ck!"

Dengan sangat terpaksa, Prince menggendong tubuh mungil Alea ala bridal style. Membawa Alea ke kamar yang sudah ia siapkan untuk gadis itu.

BRAK!!

Dengan kasar, Prince menendang pintu itu. Ia kemudian membaringkan tubuh mungil Alea di tempat tidur dengan perlahan. Tenaga Prince sedang tidak kuat untuk membanting seseorang.

Setelah itu, Prince menatap Alea yang kini terbaring dengan mata terpejam. Menatap dengan tatapan yang sangat intens, senyum tipis terukir jelas di bibir ranumnya.

"Andai wajahmu gak mirip dengannya, mungkin saya gak akan pernah menyakitimu"

"Apa yang harus saya lakukan untuk tidak membencimu Alea? Kamu tau? Saya sangat membenci mu. Rasanya ingin sekali saya menyiksamu, agar kamu merasakan sakit yang saya rasakan!"

Prince tersenyum, mengingat semua kenangan indahnya bersama sang tunangan yang sudah meninggal. Namun, hal itu tidak berselamg lama. Laki-laki itu kemudian menghubungi dokter pribadinya agar datang ke mansion untuk memeriksa keadaan Alea.

Tidak menunggu lama, akhirnya dokter datang dan mulai memeriksan keadaan Alea. Cukup lama berada di kamar gadis itu, akhirnya dokter selesai dan pamit untuk pulang.

Prince Untuk AleaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang