Alea saat ini tengah duduk di depan televisi sambil memakan camilan cookies. Setelah pulang sekolah, Alea langsung belajar dengan guru privatenya, setelah itu Alea bersantai di kamarnya dengan menonton televisi seperti saat ini.
Pikiran Alea tiba-tiba tertuju pada Prince. Bagaimana kalau suatu saat nanti Prince mengingat semuanya? Apa ia akan dihukum seperti malam itu? Atau Prince akan mengusirnya?
Alea menggeleng dan membuyarkan lamunannya. Semakin dipikirkan, semakin banyak kemungkinan yang akan terjadi, pikirnya.
Perempuan cantik itu kembali fokus kearah televisi. Drama Korea itu sedang melakukan adegan kissing yang membuat Alea mengingat kejadian semalam.
Aktris yang ada di televisi seperti menikmati ciumannya dengan pasangannya.
Refleks tangannya menyentuh bibir ranumnya "bibir gue jadi luka gara-gara kak Prince" gumam Alea.
Semalam saja Prince sangat brutal, beberapa kali bibir bawahnya itu di gigit oleh Prince hingga berdarah.
Kejadian tadi malam terlintas sejenak di pikirannya.
"Boleh?" Bisik Prince dengan suara seraknya dan diangguki Alea.
Laki-laki itu langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Alea dan mencium bibir ranum Alea.
Cklek!
Suara pintu terbuka membuyarkan lamunan Alea. Terlihat Prince langsung menutup pintu kamar mereka dan berjalan gontai menuju tempat tidur, satu tangannya membuka dasi yang melilit di kerah bajunya. Melempar asal dasi itu, membuka ikat pinggangnya dengan cepat dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur King size miliknya.
Gerak geriknya itu tidak luput dari pandangan Alea. Perempuan cantik itu terkejut kala Prince langsung memeluknya dan membenamkan wajahnya di perut rata Alea.
Mata sayunya menatap Alea dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Kaos over size warna putih dipadukan dengan safetipants dan rambutnya yang dicepol asal membuat Alea menjadi lebih cantik.
"Udah pulang?" tanya Alea.
"Hm" Prince meraih pinggang ramping wanita itu, lalu membenamkan wajahnya di sana.
"Kenapa?" tanya Alea lembut, sambil mengusap rambut suaminya itu.
"Ngantuk" adunya.
"Yaudah sana tidur" ketus Alea dan kembali fokus ke drama yang sedang ia tonton.
Baru saja hendak menikmati drama, tiba-tiba tubuhnya sudah dipeluk oleh seseorang dari belakangnya. Yang sudah pasti itu adalah Prince pelakunya.
"Sana dulu, ih!" Alea menggerakkan bahunya agar laki-laki itu menjauhkan kepalanya dari sana.
Prince tidak memperdulikan hal itu, ia malah terus membenamkan wajahnya di ceruk leher Alea.
"Ayo tidur" rengek Prince persis seperti anak kecil.
"Tidur sendiri dulu gih, ini lagi seru-serunya" ujar Alea mencoba memberi pengertian kepada suaminya.
Laki-laki itu menggelengkan kepalanya "Gak bisa tidur, kalo gak dipeluk" ungkapnya.
Alea kemudia menatap Prince "Gak usah rewel deh"
"Sayang....." rengeknya lagi kini dengan mata yang memerah.
Alea menghela napas kasar kemudian mengambil remot dan mematikan televisi. Alea langsung ikut merebahkan tubuhnya di samping suaminya itu. Ia tidak ikut tidur, hanya menemani suaminya itu saja. Tangannya terangkat mengelus rambut suaminya pelan.
Alea berdecak kesal kala melihat Prince yang malah grasak-grusuk sendiri disampingnya.
"Dingin" Laki-laki itu mengeratkan pelukannya.
"Dingin?" beo Alea tak paham. Padahal cuaca di sore ini panas, tetapi mengapa laki-laki itu bilang dingin? Alea langsung meletakkan punggung tangannya di dahi Prince.
"Kamu demam?"
"Dingin....." rengek Prince lagi.
Alea yang mendengar itu langsung menarik selimut sampai dada sang suami.
"Aku ambil kompres dulu"
Saat Alea hendak beranjak, Prince lebih dulu mencekal lengan Alea membuat perempuan cantik itu menghentikan pergerakannya.
"Kenapa? Masih dingin?" Tanya Alea.
Prince menggeleng "gak usah dikompres"
Alea menghela napas "Terus mau apa? Badan kamu panas banget!"
"Peluk!"
Alea mengulum bibirnya, tidak tega melihat kondisi Prince. Perempuan berparas cantik itu kembali membaringkan tubuhnya.
"Sini"
Alea merangkak berpindah posisi, yang tadinya berada di sisi kanan Prince kini berada di sisi kiri suaminya itu. Tanpa meminta persetujuan, Alea langsung memeluk Prince dan mengusap lembut rambut sang suami.
"Besok kita ke dokter aja ya?"
Prince masih tidak menjawab, Alea yakin kalau suaminya itu masih belum sepenuhnya tertidur. Alea menatap Prince yang tengah memejamkan mata, tangannya tergerak untuk mengelus rahang suaminya.
Cup
Tanpa aba-aba, Alea langsung mengecup bibir Prince sekilas.
"Cepat sembuh, aku khawatir liat kamu gini" bisik Alea.
♡♡♡♡♡♡♡
Setelah satu jam, Prince mulai menggeliat dalam tidurnya. Laki-laki itu mengerjapkan matanya untuk mengumpulkan kesadarannya. Tangannya tergerak untuk meraih sesuatu yang menempel di keningnya. Sebuah handuk kecil berwarna putih yang Alea gunakan untuk mengompres Prince tadi.
Prince meregangkan ototnya yang terasa kaku, memperhatikan seisi kamar yang terlihat kosong. Jantungnya tiba-tiba berdetak dengan sangat cepat. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.
"Sayang?!" Teriak Prince.
Cklek!
Perempuan dengan kaos over size itu menatap bingung ke arah Prince yang hanya diam seraya menatapnya dengan tatapan sayu.
Alea meletakkan piring berisi semangka diatas nakas, kemudian tangannya terulur untuk mengecek suhu tubuh Prince.
"Udah gak panas lagi" ucap Alea tersenyum karna merasakan suhu Prince yang sudah tidak setinggi tadi.
Alea tersentak kaget saat tubuhnya ditarik dan kini jarak anatara wajahnya dengan wajah Prince hanya beberapa centi saja.
"Aku pikir kamu ninggalin aku" lirih Prince.
Tanpa menjawab ucapan Prince, Alea malahan mengambil semangka yang ia letakkan di nakas kemudian menghidupkan televisi dan mulai menonton drama yang tadi sempat terbengkalai.
"Sini semangkanya" Prince dengan cepat mengambil alih semangka yang ada ditangan Alea.
"Semangka aku!" seru Alea tidak terima.
"Kamu lebih sayang sama semangka dari pada aku?" Ucap Prince dramatis dan memakan semangka itu dengan cepat.
"Ish....apaan sih! Ga jelas banget" kesal Alea.
"Sini semangkanya, aku belum makan udah kamu makan" Alea berusaha mengambil alih piring semangka itu dari tangan Prince.
"Besok aku beliin semangka, kebunnya sekalian!" ujar Prince saat melihat wajah Alea yang menekuk sebal.
"Gak makasih!"
"Aku cemburu sama semangka!" Ujar Prince seraya mempautkan bibirnya.
"Dih"
Jangan lupa vote and comment
Klik👇
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Untuk Alea
Teen FictionBagaimana jadinya ketika kamu harus menikah dengan laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya dan harus hidup menjadi bayang-bayang orang lain? Begitulah yang dihadapi ALEA ELFASYA. Seorang gadis yang selalu mendapatkan perlakuan tak menyenang...
