PENYESALAN || 8

12.3K 232 28
                                        

"Aku udah gak butuh pengakuan cinta dari kamu. Dari dulu aku selalu berusaha agar kamu mau nerima aku. Tapi ada saatnya, saat dimana aku nyerah atas kamu" -Alea













Happy reading









Sebuah bolpoin menari-nari di atas buku harian seorang perempuan cantik. Dialah Alea, Alea sedang menulis sesuatu di buku hariannya, di atas brankarnya.

Selama ini setiap harinya Alea tidak pernah melewatkan untuk menulis di buku hariannya. Semuanya ada didalam buku itu. Mulai dari curahan hatinya sampai pesan-pesannya untuk keluarganya.

Cklek!

Pintu kamar berwarna putih milik Alea terbuka hingga menampakan sosok wanita berusia paruh baya yang muncul dengan nampan berisi susu serta dessert red velvet yang selalu menjadi kesukaan putrinya. Melihat sang Mama yang masuk, Alea memamerkan senyuman pada wanita yang sudah melahirkannya itu.

"Lagi nulis apa, sayang?" Tanya Nivya lemah lembut, kemudian memilih untuk duduk disamping putrinya itu.

"Ga ada, Mah. Keliatannya dessert nya enak banget!" Nivya tersenyum dan langsung menyuapi Alea dengan dessert red velvet itu.

Alea menutup bukunya setelah selesai menulis, kemudian menerima suapan yang diberikan Mama nya.

"Mah....." panggil Alea membuat wanita paruh baya itu langsung menoleh.

"Hm?"

"Alea tau kalau Mama udah baca wishlist Alea. Alea boleh minta sesuatu ke Mama?" Tanya perempuan cantik itu menatap dalam mata wanita paruh baya yang juga tengan menatapnya.

Wanita paruh baya itu mengangguk samar, "Alea mau apa, hmm?" Tanya Nivya seraya membelai lembut surai hitam putrinya.

"Nanti kalau Alea udah pergi, Mama simpan buku harian Alea ya. Kalau Mama kangen sama Alea, Mama boleh baca semua curahan hati Alea di buku ini" ujar Alea kemudian menggenggan tangan Mama nya.

Mendengar ucapan putrinya, Nivya memalingkan wajahnya kearah lain. Dapat Alea lihat kalau tubuh Nivya bergetar, menandakan wanita paruh baya itu tengah menangis.

"Maafin Alea karna udah udah buat Mama nangis.....maafin Alea kalau selama ini udah ngerepotin Mama" Alea memeluk erat pinggang Nivya, menghirup aroma harum dari tubuh Mama nya.

"Selama ini Alea gak pernah repotin Mama. Sejak kecil, kamu selalu jadi anak yang baik dan juga gak pernah mengeluh meskipun Mama gak bisa lindungin Alea. Mama bersyukur karena mempunyai anak sehebat Alea" Nivya mendekap putrinya dengan erat, mencium berkali-kali puncuk kepala Alea.

Nivya tak akan sanggup jika Alea harus pergi di dalam dekapannya, Nivya tak akan rela jika putrinya pergi lebih dulu. Anak itu masih terlalu muda, dan ia belum menebus kesalahannya pada sang putri.

"Mah, Alea mungkin gak akan bisa bertahan sampai di titik ini kalau gak ada Mama disamping Alea. Makasih udah selalu nemenin Alea" balas Alea, sedangkan Nivya kini kini mengusapi pipi putrinya dan tak bisa menahan kucuran air matanya.

"Justru Mama yang harus berterima kasih sama Alea karna udah mau bertahan sejauh ini. Alea itu harta Mama yang paling berharga dan Mama bangga bisa memiliki anak bernama ALEA ELFASYA" Rasa bahagia tentu saja Alea rasakan saat pujian itu dilontarkan oleh orang yang melahirkannya.

Nivya merengkuh tangan Alea dan menggenggamnya dengan lembut, menepuknya beberapa kali hingga membuat Alea menatapnya dalam.

"Mama minta maaf ya, sayang. Selama ini Mama gak bisa belain Alea. Maaf, kalau Mama banyak salah sama Alea" Hati Alea terenyuh mendengar ucapan Mama nya.

Prince Untuk AleaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang