Terlihat sebuah helikopter berhenti di pekarangan Inure High School. Dalam sejarah di Inure High School, ini adalah pertama kalinya sebuah helikopter berhenti di sekolah itu.
Semua bodyguard yang mengawal dengan mobil BMW 520i langsung keluar dan membentuk barisan untuk memastikan kalau nyonya mereka turun dengan selamat.
"Silahkan nyonya" ujar salah satu bodyguard.
Alea keluar dari helikopter dengan menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya. Semua pandangan anak-anak IHS tertuju padanya. Kenapa tidak, seorang gadis yang diyakini adalah seorang murid kelas XII diantar oleh helikopter.
"Kalau nyonya butuh se____" belum sempat bodyguard berbadan kekar itu berbicara, Alea sudah terlebih dahulu memotongnya.
"Iya, udah sana pergi" usir Alea dan semua bodyguad langsung meninggalkan pekarangan IHS.
Sedangkan Alea langsung berlari menuju ke kelas karna malu sudah menjadi bahan tontonan semua anak-anak IHS.
Alea sampai di kelas dan sudah mendapati Marvel duduk di sebelah kursinya. Dengan malas Alea berjalan mendekati laki-laki itu dan meletakkan tasnya di kursi samping Marvel.
"Alea....." panggil Marvel dengan senyuman lebar.
"Hm?" Hanya deheman yang Marvel dapat, karena Alea tengah asik dengan bukunya.
"Aish.....belajarnya nanti dulu. Gue mau ngomong" ucap Marvel menutup buku Alea dan mengambilnya.
"Apaan sih?!" Kesal Alea dan menghadap sepenuhnya pada Marvel.
"Gilak! Lo keren banget tadi, udah kayak di drakor-drakor aja" ujar Marvel antusias.
"Oh" jawab Alea siangkat dan mengambil kembali buku yang ada di tangan Marvel.
"Heli lo bagus banget lagi, kapan-kapan ajakin gue ya?"
"Hm"
"Jalan-jalan naik heli enak kali ya? Liat pemandangan, beuh...." Marvel menerawang jauh ke atap-atap kelasnya, kemudian tersenyum.
"Eh, dagu lo kenapa? Ini lagi, mata lo kenapa bengkak?" Marvel mengintrogasi Alea yang setengah kaget karena pertanyaan mendadak dari laki-laki itu.
Alea menurunkan tangan Marvel dari dagunya, lalu tersenyum manis seakan ia sedang tidak menghadapi masalah apapun.
"Gue gapapa. Tadi pagi gue jatuh dari tempat tidur dan gak sengaja dagu gue kepentok ujung nakas. Saking sakitnya, gue nangis" bohong Alea dan kembali fokus pada bukunya.
"Eh, Alea..."
"Apa lagi?" Dengan malas Alea kembali menghadap ke Marvel.
"Lo cantik banget Alea, bahkan dalam keadaan marah pun lo tetap cantik. Gue berharap, gue selalu bisa mandangin kecantikan lo" ucap Marvel menatap dalam mata Alea.
Mendengar pertanyaan terakhir Marvel, pipi Alea seketika memerah.
"Hey....pipinya kok merah?" Goda Marvel.
Pletak!
"Apaan sih!" Alea menyentil kepala Marvel lumayan keras, mampu membuat sang empu meringis.
♡♡♡♡♡♡♡♡
Karna hari ini adalah jam pelajaran olah raga ditambah lagi materinya tentang basket, itu artinya mereka berada di luar ruangan.
Semua murid yang ada di kelas langsung ke lapangan basket Inure High School. Untuk murid laki-laki semuanya mengganti pakaian mereka, dan untuk murid perempuan bebas ada yang ikut main basket dan ada yang hanya memilih duduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Untuk Alea
Teen FictionBagaimana jadinya ketika kamu harus menikah dengan laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya dan harus hidup menjadi bayang-bayang orang lain? Begitulah yang dihadapi ALEA ELFASYA. Seorang gadis yang selalu mendapatkan perlakuan tak menyenang...
