"Aydan, tungguin gue ya, bentar lagi pasti gue bakalan nyusulin lo. Jangan lupa jemput gue"-Alea
•Happy reading•
Tiga jam, hanya itu waktu tidur yang cukup untuk Alea saat ini. Terjaga semalaman tanpa ketenangan dan otak yang terus berpikir.
Pukul 07.00 Alea terbangun dari tidurnya kemudian meraih handphone yang ada diatas nakas. Alea menekan tombol power, menatap wajahnya di camera yang memperlihatkan wajah kusam, dan kantung mata yang hitam.
Alea tersenyum getir kemudian menatap sang Mama yang masih tertidur lelap dikursi yang ada disamping brankarnya.
"Mama kenapa tidur di kursi?" Gumam Alea.
Netra indah perempuan cantik itu menatap pemandangan dari jendela kamar inapnya. Merenungkan nasib, kenapa hidupnya seperti ini? Sejak kecil ia kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, kemudian harus dipaksa menikah dengan lelaki berhati iblis dan sekarang ia mengidap penyakit yang mematikan.
"Kamu udah lama bangun, sayang?"
Lamunan Alea buyar kala suara serak sang Mama menyapa telinganya. Perempuan cantik itu mengalihkan pandangannya dari jendela ke Mama nya.
"Baru lima menit, Mah" jawab Alea tersenyum lemah.
"Mama kenapa tidur di kursi? Kenapa gak istirahat di apartemen aja?" Tanya Alea khawatir.
"Gapapa sayang. Tunggu bentar ya, Mama ambil sarapan kamu dulu. Oh iya, kata dokter hari ini kamu terapi kan sayang?"
"Iya Mah"
Setelah itu, Nivya keluar dari ruangan Alea. Tidak berselang lama, Nivya kembali ke ruang rawat Alea dengan membawa semangkuk bubur.
Alea menatap bubur itu tak berselera, namun petempuan cantik itu tetap menerimanya. Walau bagaimanapun, ia tetap harus mengisi perut kosongnya dengan sedikit makanan.
Nivya mengambil semangkuk bubur putih itu kemudian menyendokkan dan memasukkan sesendok bubur itu ke mulut putrinya.
"Buka mulut, aaa....."
Awalnya tentu saja, lambung Alea menolak dimasuki makanan bertekstur lembek itu. Akan tetapi, lama kelamaan sepertinya lambung Alea sudah mulai menerimanya. Penuh kehangatan dan kelembutan, Nivya menyuapi putrinya dengan telaten sambil tersenyum tulus padanya.
Nivya melakukan hal tersebut berulang kali hingga tidak terasa bubur itu sudah hampir habis.
"Nah.....kalau gini kan, cantiknya Mama ini bisa cepat sembuh" Alea hanya tersenyum mendengar ujaran yang berupa sebuah harapan itu.
"Aydan, tungguin gue ya, bentar lagi pasti gue bakalan nyusulin lo. Jangan lupa jemput gue" gumam Alea dalam hati.
Jauh di lubuk hatinya, selalu ada satu pertanyaan yang mengganjal. Apakah ia bisa sembuh?
Wanita paruh baya itu meletakkan mangkuk yang isinya telah kosong itu kemudian meraih segelas air dan juga obat.
Alea langsung membuka mulutnya seakan meminta Nivya untuk menyuapinya obat itu dengan tangan Mama nya itu sendiri.
Tanpa membuang waktu lagi, Nivya memasukkan obat itu ke mulut Alea kemudian menyodorkan ujung gelas, membuat putrinya meneguk habis air pada gelas itu.
"Sekarang kamu istirahat dulu ya, sayang? Mama mau beres-beres dulu" ujar Nivya sambil membantu merebahkan tubuh sang putri.
Nivya mengusap lembut rambut Alea kemudian menyelimuti tubuh putrinya dengan selimut dan mencium lama kening Alea.
Cup
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Untuk Alea
Novela JuvenilBagaimana jadinya ketika kamu harus menikah dengan laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya dan harus hidup menjadi bayang-bayang orang lain? Begitulah yang dihadapi ALEA ELFASYA. Seorang gadis yang selalu mendapatkan perlakuan tak menyenang...
