27. Iblis Kejam

22K 520 8
                                        

[BREAKING] Kasus Korupsi Ketua Dewan  Niskana Abraham, ditangkap akibat korupsi sebesar 271 T. (www.Entertaiment.com)

Prince tersenyum devil setelah membaca seluruh headline pemberitaan mengenai keluarga Marvel. Tentu saja Prince merasa senang karna ia berhasil membuang orang tua Marvel ke penjara.

Saat ini Prince tengah dalam perjalanan menuju ke kediaman Niskana Abraham, ayah Marvel. Setelah sampai di sana, laki-laki kejam itu langsung memerintahkan bodyguard nya untuk membawa Marvel ke sebuah gedung.

Dua laki-laki berbadan kekar menyeret paksa Marvel dan menyergapnya. Memberontak sekuat tenagapun tidak ada gunanya, tubuh mereka dua kali lebih besar dari pada tubuh Marvel.

Mereka membawa Marvel ke sebuah tempat yang terlihat seperti gedung tua. Marvel menghempaskan secara kasar cekalan mereka.

"LEPAS!!!"

Bugh

Satu tendangan mereka layangkan tepat di perut Marvel hingga membuat laki-laki itu tersengkur ke tanah.

Marvel mencoba untuk bangkit, namun sebuah kaki menahannya hingga wajahnya menyentuh lantai. Marvel mengangkat kepalanya sedikit dan matanya mengerjap beberapa kali untuk memastikan apakah yang dihadapannya itu nyata atau tidak.

"Jangan banyak bergerak, nanti mereka membunuhmu" suara berat itu mengalihkan pandangan semua orang yang ada disana.

Dengan sigap, semua laki-laki berbadan kekar yang diyakini adalah orang suruhannya, langsung menunduk tidak ada yang berani mengangkat kepala mereka.

Terlihat seorang laki -laki berstelan jas yang terbalut sempurna ditubuhnya.

"Selamat malam Pak Devano" sapa para bodyguard itu.

"Hm" jawabnya singkat tanpa ekspresi.

Ya, laki-laki berbadan tegap itu adalah Prince. Dengan santainya Prince duduk di kursi yang sudah diasiapkan untuknya disana. Prince kemudian tersenyum melihat pemandangan yang ada didepan matanya.

Prince sudah mengetahui semua yang dilakukan Marvel pada Alea. Walaupun tak heran jika seorang Prince mengetahui itu, karna pengusaha itu memiliki relasi yang sangat luas dan mata-mata yang ada dimana-mana.

Prince memberikan isyarat pada bodyguardnya untuk membawa Marvel dan berlutut dihadapannya.

Mata Prince sudah memerah, rahangnya mulai mengeras, giginya juga sudah bergetar melihat pemandangan yang di hadapannya.

Bugh

Bugh

Bodyguard Prince terus saja memukul Marvel. Sekarang Marvel sudah lemah.

"Habisi dia!" perintah Prince.

Bugh

Bugh

Bugh

Darah Prince masih mendidih melihat pengkhianatan Marvel pada istrinya. Lagi-lagi jiwa Ingin membunuh kumat. Prince sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Tidak, ia tidak boleh membunuh orang saat ini. Namun, gejolak itu sudah merasukinya.

Bugh

"AARRKKH!"

"Kamu pikir saya akan diam saja setelah kamu melakukan ini semua pada Alea?"

Prince bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Marvel yang sudah terkulai lemas.

"Hanya saya yang boleh memberikan luka padanya"

Prince Untuk AleaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang