PENYESALAN || 3

13.6K 252 13
                                        

"Buat apa aku sembuh kalau yang jadi alasan aku buat sembuh udah gak ada. Buat apa aku sembuh kalau yang jadi kekuatan aku udah pergi. Anak aku yang selalu aku nantikan kehadirannya udah gak ada" -Alea






Happy reading•

Kini Prince tau sesakit apa menunggu, kini lelaki itu merasakan sakitnya berharap pada hal yang belum pasti terjadi, kini Prince tangah berada dalam masa dimana Alea meminta cerai lebih menyakitkan daripada saat Zaviya meninggalkannya.

Semua ada waktunya, mungkin pepatah itu pantas untuk menggambarkan hidup Prince saat ini. Dahulu, saat Prince pulang bekerja, Alea akan selalu menanyakan apakah lelaki itu sudah makan, meskipun hanya dibalas deheman oleh Prince, Alea tetap melanjutkan ocehannya hingga membuat Prince pusing dan berakhir membentaknya.

Namun, kemana semua kebiasaan itu pergi. Bahkan sekedar menatap wajahnya saja, Alea tidak mau, apalagi berbicara padanya. Ya, Alea benar-benar membencinya, istri yang selalu mengemis cinta, kini sudah meminta cerai darinya.

Prince rindu, lelaki itu rindu dengan semua yang berhubungan dengan Alea. Kemana Alea yang dulu sangat cerewet, kemana Alea gadis SMA yang dulu memanggilnya sebagai 'kak Prince', kemana Alea yang selalu mengemis cinta padanya.

CEO Laurent Group itu masih disini, menunggu didepan ruang rawat Alea tanpa tidur. Prince tak lagi peduli pada kesehatannya, sekarang ia hanya ingin melihat Alea sembuh dan mau pulang bersamanya.

Tangan kekar itu mengusap air mata yang kembali hadir, tidak mungkin rasanya seorang Devano Prince Laurent kini hanya bisa menangisi kebodohannya.

Hingga, Reviano datang menghampirimya kemudian duduk disamping menantunya itu.

"Nak, kamu makan dulu" titah Reviano mulai membuka tutup botol air mineral dan memberikannya pada sang menantu.

Prince menoleh dan menerima botol air mineral itu. "Pah, Prince takut kalau Alea gak maafin Prince"

Reviano mengulurkan tangannya menyentuh bahu Prince dan menepuknya pelan.

"Kita sendiri tau gimana sikap Alea. Alea adalah perempuan berhati malaikat, dia tidak akan pernah membenci seseorang, percayalah. Alea cuma lelah, beri Alea ruang untuk sendiri, nanti Alea kita pasti maafin kamu, Prince" ucap Reviano.

Mendengar itu, Prince tidak bisa lagi membendung air matanya. Air matanya keluar begitu saja, Alea adalah kelemahan terbesar Prince. Kini, apapun yang menyangkut Alea, Prince lemah.

"Apa yang harus Prince lakukan, Pah? Istriku membenciku dan meminta cerai"

"Prince.....jangan pernah menyerah untuk mendapatkan kembali cintamu. Kini, giliran kita yang berjuang untuk Alea"

Tubuh itu tampak kurus, Prince benar-benar tidak memperdulikan kesehatannya, pikirannya hanya tertuju pada Alea. Sekarang hanya Alea.

Dia hanya mau Alea, dia hanya mau Alea nya kembali seperti dulu, tetapi dengan cinta yang terbalaskan.

Prince akan berlutut, dia akan memohon, dia akan melakukan apapun untuk mendapat maaf Alea. Juga, untuk mendapatkan lagi cinta dari perempuan itu.

"Maaf......" lirih Prince, entah berapa lama lagi kata itu harus terucap. Tangisannya tidak juga kunjung berhenti, Prince benar-benar merindukan perempuan itu.

♡♡♡♡♡♡♡

Pagi ini, Prince sudah lebih segar dari kemarin setelah mendapat nasehat dari mertuanya. Lelaki itu berjalan menuju kamar VVIP Alea dengan membawa semangkuk bubur juga obat untuk perempuan itu. Karna Prince meminta Reviano dan Nivya untuk istirahat di apartemen yang sudah ia beli untuk mertuanya.

Prince Untuk AleaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang