2

4.1K 287 16
                                    

Othor Pov

Setelah menempu Perjalanan panjang sendirian kurang lebih 3 jam, tibalah lisa di sebuah desa yang cukup jauh dari seoul. Sepanjang jalan dia hanya mendengarkan lagu tentu saja dengan volume yang keras. Baginya jika volumenya kecil itu mengundang mata untuk tertutup. Jika sahabat kesayangannya mengetahuinya habislah dirinya akan di amuk.

"ahh akhirnya tiba juga" lisa keluar dari mobil sambil merenggangkan otot-ototnya yang sudah hampir kaku. Ia menghirup udara yang sangat sejuk yang berasal dari desa yang memang masih sangat asri. Lisa memandang kagum seluruh bangunan yang tetap bersih dan terawat. Bibirnya tersenyum lebar saat melihat seorang wanita berjalan menghampirinya.

"yakk manoban kau pasti balapkan, lihat kau mengemudi hanya 3 jam, sedangkan yang seharusnya sekitan 4-5 jam" ucap seseorang yang keluar dari sebuah bangunan yang tidak terlalu besar. Wanita tersebut menggunakan jas dokter dengan ciri khas berwarnah putih, tak lupa celana jeans casual serta baju croptop yang tak menampakkan perut datarnya. Kali ini pakaian sahabatnya cukup sopan dimata lisa.

"pelan-pelan j" lisa merentangkan kedua tangannya ketika melihat jennie berlari kecil kearahnya. Tak menunggu waktu lama dua sahabat itu saling berpelukkan. Jennie memeluk leher lisa dengan erat, tak mau kalah lisa pun memeluk pinggang jennie lebih erat sampai badan mungil jennie sedikit terangkat. rasa rindu itu selalu terasa jika mereka tidan bersama dalam waktu 24 jam. mereka memang tidak bisa di pisahkan.

"lihatlah kau sangat merindukan ku baru saja 2 hari kau sudah memeluk ku seerat ini" lisa  meledek sambil mengelus lembut pundak jennie dengan satu tangannya. sedangkan tangan satunya masih berada di pinggang jennie.

"jangan terlalu percaya diri manoban" jennie menyembunyikan kepalanya di curuk leher jenjang lisa. Jennie menyangkal di mulutnya namun semakin erat memeluk sahabatnya itu, menghirup aroma tubuh lisa yang tak pernah berubah. mint yang menyegarkan.

"aaigo lihatlah mereka rose, mereka seakan-akan tidak bertemu bertahun-tahun" ucap salah satu wanita berbibir love yang sedang berjalan ke arah mereka. dengan ekspresi mengejek. 

"bagaimana rasanya jika kau tak bertemu dengan dalgom jisoo unnie" tanya lisa masih setia dengan pelukannya bahkan jennie tidak perduli dengan ucapan sahabatnya yang lain.

"yah sudah pasti aku akan merindukannya"jawab jisoo menampilkan wajah sedihnya membayangkan tidak akan bertemu selama sebulan dengan peliharaan yang paling menggemaskan itu.

"Ahkkk" lisa seketika berteriak dan melepaskan kasar pelukannya tersebut. jisoo dan juga rose sangat terkejut akibat teriakan lisa yang tiba-tiba, bahkan rose hampir tersedak cemilannya yang dia bawa kemana-mana.

"kenapa kau menggigiitku jennie kim" tanya lisa sedikit marah dengan mata berkaca-kaca.

"kau menyamakan ku dengan dalgom kau fikir aku ini hewan peliharaan, apa ini sakit" jennie mengelus lembut leher lisa yang sudah terdapat bekas gigitannya. Jennie mendapati lisa yang tadi hampir menangis kini tersenyum lebar seperti orang gila.

"sudah tak apa, jadi kita akan tinggal disini" tanya lisa melepaskan elusan tangan jennie di lehernya lalu bergegas berjalan ke arah bagasi mobilnya untuk menurunkan barang-barangnya di bantu oleh jennie jisoo dan juga rose.

"Hmm aku tidak ingin ditempat yang disediakan rumah sakit, itu terlalu banyak orang. Aku tak nyaman" ucap jennie mengambil jas kedokteran lisa yang tergantung rapih didalam mobilnya.

"dia merombak penuh kamar yang selalu suster gunakan untuk istirahat bahkan yang tadinya hanya satu ruangan kini menjadi dua" ucap jisoo melihat jennie yang menatapnya menampilkan wajah datar tanpa ekspresi seakan-akan itu hal yang sangat benar.

BESTFRENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang