45

2.2K 208 16
                                    

Author pov

Setelah menempu perjalanan yang hari ini cukup renggang jennie telah tiba di rumah sakit dimana dia bekerja. Kacamata yang tidak terlepas itu menemaninya berjalan masuk kegedung rumah sakit yang dikhususkan untuk dokter. Sepanjang jalan dia menjadi pusat perhatian dari parah perawat dan juga dokter. Aurah yang ditunjukkan jennie memang sangat memukau bukannya aneh tapi itu terlihat sangat elegan dan juga wajah cantiknya kembali di kagumi.

"wow dokter kim ada apa di balik kacamata hitam kren itu" asisten jennie menghampiri seperti biasa dengan suasan hati yang baik.

"kim yeri jelaskan ulang jadwal ku hari ini aku tidak melihat ponselku" yeri mengerutkan keningnya karena tidak biasanya dokter yang masuk dalam daftar dokter kesayangan yang baik hatinya ini bersifat dingin. Biasanya jennie akan datang dengan suasana hati yang cerah. Bahkan sering kali terlihat lucu saat dimana dia masih berada dalam gendongan lisa atau ada saja hal yang membuat orang orang tertawa. Namun karena tidak ingin ikut campur dia lebih baik melakukan yang telah diperintahkan.

"kau hanya perlu memeriksa beberapa pasien yang sudah diobati hari ini setelah itu tidak ada lagi karena dokter lisa katanya sudah mengundur operasi mu" jennie berhenti berjalan yang membuat yeri pun ikut berhenti.

"kapan"

"semalam"

"batalkan penundaan itu. ikut jadwal sebelumnya, berapa banyak pasien yang akan dioperasi"

"ada dua orang masuk daftar hari ini setelahnya satu lagi masuk daftar esok hari"

"mulai hari ini jadwalkan operasi untukku setiap hari. Jika bisa empat bahkan lima pasien pun tak apa. Minta devisi menambahkan asisten untukmu Mina juga bisa kau angkat dia sudah cukup mahir. Katakan itu permintaanku" yeri yang sempat bingung pun kini mengangguk lalu berjalan meninggalkan jennie yang sudah masuk kedalam ruangannya.

Tok tok tok

"masuk" jennie yang sudah tidak menggunakan kacamata hitam yang dia ganti menjadi kacamata bening pun menengok kepintu yang sudah dibuka oleh seseorang. Namun saat seseorang itu masuk jennie tak kuasa mengontrol kesedihannya sehingga air matanya kembali jatuh.

"daddy hiks hikss hikss" sang daddy berjalan dengan cepat lalu bersimpuh dengan kedua lututnya untuk memeluk sosok Wanita yang sudah dianggap anaknya sendiri. Jennie yang sedang duduk dikursi kerjanya pun langsung memeluk sang daddy dengan sangat erat.

"hiks hikss hikss da-ddyy lisa" sang daddy hanya diam terus mengelus Pundak jennie dengan sangat lembut. Sosok besar tinggi itu menjadi saksi bagaimana keduanya merasakan patah hati yang begitu melukai hatinya juga.

"Hiks daddy bagaimana aku bisa tanpa lisa dad. Daddy tau setiap hari jennie tidak pernah tidak melihat lisa. bahkan baru sejam saja aku sudah mencarinya. Lalu hiks bagaimana ini aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dad hiks"

sang daddy hanya membiarkan sang anak menangis karena dia tau hanya itu yang bisa di lakukan oleh jennie sekarang. setelah merasakan anaknya sudah mulai tenang sang daddy mencoba untuk melerai pelukannya dan itu berhasil. Sang daddy menghapus air mata jennie dan juga memperbaiki rambut jennie.

"maafkan daddy yang tidak bisa membantu mu banyak princess tapi daddy berharap kau bisa menerima semuanya dengan ikhlas. Menjalani hari harimu tanpa lisa pasti sulit karena daddy tau kalian banyak melewati waktu bersama tapi sayang kau harus makan yang teratur tidurmu harus cukup. Walaupun sulit tapi kau tetap harus sehat. Jika kau sehat daddy yakin kau bisa melalui hari harimu tanpa siapapun yang kau harapkan" jennie mengangguk mengerti walaupun hatinya belum bisa seikhlas apa yang dikatakan sang daddy.

daddy menatap menatap wajah Lelah sang anak itu sambil mengelus lembut pipi jennie lalu tersenyum sangat tulus membuat jennie pun ikut tersenyum dengan wajahnya yang kini seluruhnya bengkak. Setelah melihat jennie baik baik saja sang daddy pun berdiri lalu kembali duduk disofa yang disusul oleh jennie.

BESTFRENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang