Author Pov
Setelah kejadian yang tidak mengenakkan untuk rose dan juga pipinya kini empat Wanita berparas cantik sedang duduk di sofa ruangan rose. Jisoo dan rose duduk disofa panjang. Di samping kiri jisoo ada lisa yang duduk di sofa single sedangkan disisi kanan rose ada jennie yang juga duduk di sofa single sehingga jennie dan lisa saling berhadapan hanya terhalang meja.
Sirambut blonde yang menjadi korban kekerasan terus menatap lisa tajam seolah olah itu berpengaruh untuk lisa yang sedang sibuk dengan handphonenya bermain game Tidak perduli sang sahabat terluka karenanya.
Lisa benar benar marah saat jisoo mengatakan hal yang tidak mendasar untuk di jadikan bahan lelucon, sebenarnya memang tidak semuanya lelucon.
Malam itu rose pulang dalam keadaan sedikit mabuk setelah menghadiri pesta pertunangan kakak tersayangnya. Dan kebetulan juga Jisoo berada di apartemennya malam itu. jisoo memang jarang pulang ke rumahnya karena disana sangat sunyi itulah alasannya. Dia lebih memilih berada di apartemen rose karena rose cukup berisik baginya.
Rose yang memang sudah lama memendam rasa dan hasratnya pada si bibir love malam itu tak bisa menahannya lagi. Awalnya memang penuh dengan paksaan tapi pada akhirnya jisoo luluh sampai menyerahkan mahkotanya yang tidak pernah tersentu siapapun.
Walaupun di ketahui jisoo memiliki masa lalu namun bukan berarti dia menyerahkan dirinya pada sosok yang sangat dicintai dulu. Dan kali ini rose memiliki semuanya. Setelah berbuat hal yang tidak seharusnya akhirnya rose mengambil keputusan untuk menikahi jisoo dalam waktu dekat ini. Itulah alasan paling utama mengapa jisoo mengatakan alasannya menikah karena diperkosa. Tidak ada pilihan lain bagi jisoo selain mengambil tawaran tersebut.
Jisoo juga sudah mengatakan pada rose bahwa dia tidak sepenuhnya mencintai rose namun rose tidak perduli. Dengan bangga diri dia katakan suatu hari nanti rose akan membuatnya jatuh cinta. Lagian juga rose sangat ingin bertanggung jawab.
"berhenti tersenyum seperti itu unnie aku membencimu" dalam keadaan hening rose menatap jennie yang terus mengulum senyumnya sejak tadi sehingga rose benar benar muak. Peristiwa tadi terasa lucu untuknya. Si pemilik bibir love kali ini salah dalam memilih bahan candaan.
"aku tidak" bantah jennie namun hidungnya kembang kempis. Jisoo pun menahan tawanya melihat raut wajah jennie yang lucu namun dia juga tidak berani tertawa.
Disisi lain Jennie sering kali mencuri pandang pada lisa yang memiliki sisi dinginnya beberapa waktu belakangan. lisanya tidak ribut, tidak mengajaknya bertengkar atau apapun itu. Fakta itu membuatnya sedih namun tidak dalam Tindakan protes.
Jennie tau bahwa dia tidak boleh seegois itu karena dia tau perasaan sang sahabat yang lebih. Untuk mendapatkan kai dan lisa dalam hidupnya itu tidak mungkin dan jennie paham harus merelakan salah satunya.
"jangan tersenyum atau aku benar benar memperkosamu didepan mereka" rose menatap tajam jisoo yang berada disampingnya yang sedang sibuk mengoles salep untuk luka di ujung bibirnya. Sedangkan rose saat ini sedang memegang kompresan untuk mengurangi bengkak dipipinya.
"sssttt kau benar benar menampar telak wajah ku lisa" keluh rose yang sudah beberapa kali meringis akibat perih dari obat salep tersebut.
"hidupmu, karir mu, dan semua hal dalam dirimu akan ku hancurkan jika kau benar benar melakukan hal menjijikkan itu. Kau tau seharusnya kau meminta izin dulu padanya" jawab lisa yang masih asyik dengan hanphonenya. Namun dari caranya berbicara benar benar dia akan melakukan hal itu. Tidak ada raut bersalah ataupun permintaan maaf yang keluar dari mulutnya setelah rose dan jisoo menjelaskan kesalahapahaman tersebut.
"tidak semua orang ingin disentuh rose jikalaupun kau sangat mencintainya itu bukanlah alasan kau bisa berbuat seperti itu, bagaimana jika dia tidak nyaman, bagaimana jika dia terluka. Seharusnya kau menggunakan akal sehatmu" lisa berhenti bermain game lalu menatap kedua sahabatnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
BESTFREND
Romance"Jika aku ditakdirkan hanya sekedar menjaga dirimu sebelum kau di takdirkan bertemu jodoh mu, tak apa. aku akan......" L "aku memilih kau menjaga ku untuk selamanya, tak perduli status kita kedepannya. aku akan......." J