32

2.4K 225 8
                                    

Author Pov

Pagi yang berbeda yang lisa rasakan, bangun sendirian ditempat tidur yang selalu ada sahabat disampingnya kini kosong. namun tak menjadikannya untuk bersedih lebih lama. Fikirannya mungkin saja jennie Lelah dengan operasi pertamanya dan juga makan malamnya dengan kai sehingga dia tertidur tak sempat untuk tidur bersamanya.

"ohh kau ada sayang, mommy kira kau di rumah jennie" tanya sang mommy. Jennie memiliki kebiasaan yang sama seperti ibu ibu, bangun pagi dan memasak. Itulah mengapa sang mommy manoban sangat senang jika jennie ada dirumahnya karena mereka akan masak Bersama.

Kebiasaan lisa dan jennie yang tidur Bersama sejak dulu itu sangat mereka tau. Jadi jika jennie tidak ada dipagi hari didapurnya berarti anaknya juga tidak ada di kamarnya. Namun hari ini berbeda, jennie tidak ada tapi sang anak ada.

"aku bahkan lebih dulu pulang daripada mu mom" jawab lisa lalu duduk di meja makan yang sudah ada sang daddy disana.

"kau pasti bertengkar lagi dengannya, kau ini selalu saja membuatnya kesal. Berhenti seperti itu lisa kau sudah bukan anak kecil lagi, mommy akan memukul pantat mu dengan keras jika esok esok jennie mengaduh pada mommy" lisa hanya meroling matanya dan daddy manoban terkekeh setelah menatap wajah lisa yang sedikit sedih tapi sang daddy mengabaikannya karena mungkin itu hanya firasatnya saja.

Ting!!

"aku berangkat dengan kai"

lisa menghela nafas setelah membaca pesan singkat dari jennie. Tidak ada sapaan tidak ada embel embel apa-apa untuknya.

"kau kenapa sayang" tanya daddy manoban membuat lisa yang tadi menunduk lesuh kini mengangkat kepalanya lalu tersenyum.

"tidak apa apa daddy, hanya sedikit sedih ada pasien yang mengalami kondisi kritis" jawab lisa seadanya saja. Hanya itu yang ada di kepalanya saat ini.

"jangan terlalu menghayati peran mu sayang, lakukan yang terbaik sebagai dokter tapi biarkan tuhan yang menentukan kesembuhan" mommy manoban memberi nasehat.

"mommy akan pergi lebih dulu teman teman mommy suudah menunggu, bye bye baby baby mommy" mommy manoban mencium sayang pipi lisa dan memberi kecupan di bibir sang suami lalu pergi begitu saja.

"lisa bolehkah daddy bertanya" daddy manoban menatap mata lisa dengan lekat dan sangat serius. Lisa hanya mengangguk.

"dimana miyeon sekarang" tanya daddy manoban membuat lisa menghentikan kunyahannya lalu meminum air lebih dulu.

"berada diantara surga dan neraka daddy"

"daddy berharap kau tidak membunuhnya sayang, jennie tidak akan memaafkan mu jika itu terjadi. Kau taukan" lisa mengangguk

"tidak akan daddy, bahkan jika miyeon sendiri yang ingin mati aku tidak akan membiarkannya" jawab lisa dengan wajah datar.

"daddy mendapati kasus dimana seorang perawat melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, apa itu ulah mu" lisa hanya mengangguk.

"dia tidak akan di terima di rumah sakit manapun setelahnya, dia disalahkan, di tuntu ganti rugi uang tunai dan dilaporkan ke polisi namun dia ditahan hanya sebulan selebihnya dia kini bebas, apa itu juga ulahmu" lisa kembali mengangguk.

"ibunya kehilangan pekerjaannya dan memilih untuk mengakhiri hidupnya, apa itu juga ulah mu" lisa hanya berdehem.

"dan terakhir dia diperkosa oleh ayah angkatnya dan juga dua teman ayahnya, apakah itu ulahmu juga"

"bukan, mungkin tuhan hanya membantu melengkapi penyiksaan yang lisa buat, aku tidak senang mempermainkan vagina, daddy tau itu" lisa berdiri lalu memakai jasnya berjalan meninggalkan daddynya yang menghela nafas.

BESTFRENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang