20

2.7K 198 10
                                    

Author Pov

Saat lisa sedang menangis histeris dipelukan mommy kim saat itu pula suara teriakan kesakitan jennie terdengar didalam. Suara pilu dari keduanya membuat semua pasang mata berair tak luput untuk ketiga wanita cantik yang menguatkan dirinya masing masing. Mommy manoban sejak tadi menunduk melafalkan doa doa memberi kekuatan untuk jennie didalam. Jisoo menatap kosong kedepan dengan air mata yang terus keluar. rose menatap langit langit dengan air mata yang juga ikut mengalir disudut matanya. Bagaiaman tidak seseorang yang begitu aktif kesana kemari, melakukan sesuatu hal yang kadang di luar nalar namun juga menghibur mereka. Sifat manja dan kekanakkan kanakkan dari jennie terlintas di benak mereka. Sosok yang selalu ceria tidak pernah menunjukkan kesedihan kecuali jika beracting untuk mendapatkan sesuatu itu kini dilanda kesakitan yang mereka yakini begitu sakit.

Diantara semuanya satu wanita yang tak mengeluarkan air matanya sedikitpun. namun wajah yang memerah menahan kesedihan dan juga amarah terpancar jelas diraut wajahnya. Anak manja kesayangannya itu kini kesakitan didalam benar benar menghancurkan jiwanya. namun sosoknya masih mampu berdiri memeluk sosok anak yang juga berarti baginya yang kini sudah hampir kehilangan kesadarannya.

"hey lisayahhh kontrol dirimu sayang" mommy kim mencoba mengurai pelukan yang sangat erat itu namun seperti tuli lisa benar benar berlebur dalam pelukan tanpa mendengar ucapan mommy kim.

"heyy sayang lihat mommy hmm" mommy kim kembali ingin mengurai pelukan karena tersadar jika dibiarkan lisa akan kehilangan kesadarannya. namun mau bagaimana lagi lisa nampaknya masih sangat sedih juga ada rasa bersalah yang besar di dalam dirinya yang membuatnya tak bisa mengontrol dirinya saat ini. mommy kim hanya bisa berusaha menahan badan lisa yang sedikit demi sedikit melemas sambil terus mengelus rambut panjang yang cukup berantakan namun halus itu dengan lembut.

"Mommy j kesakitan, mommy j kesakitan, mommy bagaimana ini j kesakitan" ucap lisa sembari terus meraung berulang ulang kali kalimat itu terdengar ditelinga semua orang menambah kepedihan.

Beberapa menit kemudian lisa yang terus diusap lembut oleh mommy kim sudah mulai tenang walaupun belum melepaskan pelukannya. melihat hal itu mommy kim mencoba untuk kembali berbicara.

"lisayah ayoo lihat mommy dulu" bujuk mommy kim mendapat respon baik oleh lisa, lisa perlahan mengurai pelukan hangat tersebut membuat mommy kim tersenyum tipis.

"sayang, jika kau tidak kuat lalu siapa yang menguatkan jennie kita didalam" mommy kim membersihkan semua sisa air mata lisa dengan lembut. wajah lisa benar benar sangat basah dan merah sekarang.

"bisa dengarkan mommy" lisa mengangguk walaupun bibirnya masih sedikit manyun kedua tangannya juga masih memeluk pinggang mommy kim. Sedangkan yang lainnya pun juga sudah mulai tenang karena suara teriakan dari dalam ruangan juga sudah tidak terdengar walaupun mereka masih was was karena tidak tau apa yang terjadi dengan jennie didalam.

"jangan salahkan dirimu atas hal yang terjadi dengan jennie. kau sudah menjaga jennie dengan baik dan itu bukan waktu yang singkat. sudah puluhan tahun kau menjaganya, sudah puluhan kali kau melindunginya. Mommy sangat tau anak kesayangan mommy itu sangat nakal tapi kau tak pernah menyerah akannya" lisa terus menatap mata mommy kim yang memberikannya nasehat sekarang.

"kita tidak bisa melawan takdir bukan ? jennie memiliki jalan takdir yang pasti jauh berbeda dengan takdir kita, begitupun dengan mu kau memiliki takdir yang berbeda. Jangan minta maaf sama mommy karena kau tak salah. Mommy tidak pernah tau seratus persen kehidupan kalian di luar sana tapi mommy percaya kau sudah menjaganya dengan sangat baik" air mata lisa kembali menetes hatinya sedikit terharu mendengar kata percaya itu keluar dari mulut mommy jennie lagi.

"sekarang kau harus kuat mommy selalu bilang tegakkan pundakmu apapun yang terjadi. Sehancurnya hancurnya hatimu kau tetap harus bisa membawa dirimu berdiri. Karena jika kau sudah mampu berdiri semuanya bisa kau jalani. kau mengerti lalisa manoban!" tanya mommy kim memegang kedua pundak lisa. seperti mendapat kekuatannya kembali Lisa menghapus air matanya dengan punggung tangannya lalu perlahan menenggakkan pundaknya seperti yang diinginkan mommy kimnya.

BESTFRENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang