4.

2.9K 247 8
                                    

"nikmatilah kebahagiaan mu karena setelah ini kau akan menderita sepertiku dulu, jennie"

Author Pov

Setelah makan malam jennie kini sedang sendirian di dalam kamar karena lisa sedang berkeliling rumah panti bersama miyeon. Walaupun hari ini bukan piketnya namun lisa begitu bersemangat saat miyeon mengajaknya berkeliling rumah panti. Mungkin memperlihatkan ruangan ruangan serta mendekatkan diri dengan pasien.

Rumah panti ini didirikan oleh kakek dan nenek lisa. Mereka menghabiskan masa tuanya disini. Rumah panti ini di khususkna untuk lansia. Segala hal dalam perawatan berbentuk gratis. Kakek lisa sengaja menyebut tempat ini rumah panti untuk membuat pasien merasa nyaman, seolah-olah membuat mereka merasa bahwa mereka sedang tidak sakit hanya sekedar berkumpul bersama teman seusianya. Kakek lisa juga menyediakan begitu banyak gazebo kecil dari hamparan taman luas di belakang rumah sakit bahkan beberapa ada ditengah tengah bangunan. Digazebo kecil itulah para tamu pasien dan pasien bercengkrama. Anak anak kecil berlarian. Itu terlihat seperti taman sungguhan. Beberapa rumah sakit ternama di korea ikut bekerja sama dalam bidang menyediakan dokter-dokter hebat. Serta beberapa program seperti dokter relawan selama sebulan atau lebih. baik itu calon calon dokter dari universitas atau dokter baru seperti lisa jennie dan kawan kawannya.

Banyak juga dokter dokter yang menetap dirumah panti ini, andaikan bisa memilih lisa akan memilih dirumah panti ini saja. Namun berhubung dia adalah pewaris tunggal beberapa rumah sakit di seoul maka tentangan dari kedua orang tuanya harus dan sangat di dengarkan. Belum lagi keinginan sahabatnya yang tidak ingin berpisah itu menjadi alasan nomor duanya.

"kau terlalu lama lisa" ucap jennie setelah melihat lisa masuk kedalam kamar dengan senyum yang sangan cerah.

"banyak sekali tempat yang bagus dirumah panti ini j, ada beberapa taman dengan bunga matahari di belakang sana" lisa antusias bercerita sedangkan yang mendengarkannya sejak tadi memasang wajah masamnya. Jennie bersandar di headboard dengan menyilangkan tangannya. tak lupa ada beruang kecil berwarna coklat yang diapit diatas perutnya. Boneka beruang yang lisa berikan hasil judi. Yah boneka beruang yang dia harus dapatkan saat masih junior high school itu saat bermain judi di warung. Hampir empat jam mereka main disana. Bahkan seandainya jennie tidak menangis lisa akan menariknya untuk membeli boneka di toko. Sayangnya jennie tetap ingin beruang itu. uang taruhan yang lisa mainkan sebenarnya sangat bisa membeli boneka mungkin bisa lebih besar dari jennie saat itu.

"kau kenapa" lisa yang baru menyadari lawan bicaranya tidak menjawab apapun kini menatap jennie sambil melepaskan jas putihnya.

"perutku sakit lisa" jennie merentangkan tangannya untuk minta di peluk.

"kau datang bulan" tanya lisa lalu berjalan kearah jennie, mengapit kedua keteak jennie lalu mengangkatnya untuk duduk dipangkuannya. Jennie pun mengangguk membenarkan bahwa dia sedang datang bulan.

"aku ingin memelukmu, tapi putingku masih sakit dan ditambah lagi dengan datang bulan" jennie menatap lisa dengan senduh. Lisa memberikan senyuman manisnya. Lalu mengusap kepala jennie dengan lembut.

"dan kau akan dua kali lipat manjanya, kau sudah tidak memakai bra kan" tanya lisa yang di anggukki oleh jennie.

"baiklah kita akan membasmi kram perutmu dulu. aku akan memasak air hangat lalu mengompresnya. Jadi anak manja berdiri dari pangkuan ku sekarang" perintah lisa lalu jennie pun berdiri dari pangkuan lisa. Jennie berbaring terlentang diatas tempat tidur, sedangkan lisa kini berjalan kedapur mini yang berada dalam kamar tersebut untuk memasak air. Jennie benar benar menyulap kamar itu seperti apartemen.

"minum ini dulu j aku siapkan kompresan mu sekarang, habiskan hmm anak manja" lisa mengelus lembut kepala jennie yang hanya mengangguk sambil minum perlahan.

BESTFRENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang