✦
Ayla dan Kiran memapah Zeera selama perjalanan pulang. Jaraknya tinggal sedikit lagi sampai ke rumah. Tentu saja, dalam perjalanan tiada hari kesunyian jika bersama Ayla. Gadis ini cerewet sekali, bahkan hal yang sepele diceritakan seperti podcast. Tetapi, Kiran menikmati mendengar ocehannya. Sedangkan laki-laki diantara mereka yang berusaha untuk kuat berjalan di sampingnya kembali mulai pusing.
Saking banyak bicara gadis bertanduk merah, ia ingin sekali menyumbat kedua telinganya. "OH YA! Ayo kita ke bazar sama Leree!!!" semakin keras suara Ayla. "Bazar? Bazar apa dan dimana?" Kiran ingin ikut, namun ia harus memulangkan Zeera terlebih dahulu.
"Bazarnya di jembatan bagian barat sana! Disana ada banyak makanan manis bahkan ada juga atraksi anak anjing...kau ingin ikut?" Ayla memasang wajah puppy face-nya. Tentu Kiran tidak bisa menolak karena ada atraksi anak anjing. Ia sangat menyukai anjing, berkebalikan sekali dengan Arthur.
"A-aku ikut!" dirinya sudah berfirasat setelah mendatangi bazar yang diadakan, ia mungkin akan memelihara anak anjing. Gadis bertanduk sangat gembira mendengar temannya ingin ikut. Ia segera membuka membuka handphone dan memberitahu pada Leree.
Menyebuy nama adik laki-laki itu, Leree langsung bertanya dengan cepat. "Apa Arthur akan ikut?", "Kayaknya sih enggak deh, dari tadi Ayla liat fokus banget sama kerjaannya."
"Dasar gila kerja." cetus Zeera tiba-tiba.
Ayla tertawa terkekeh diikuti Zeera tersenyum tipis membicarakan Arthur. "HAHAHAHA Ayla pikir juga begitu! Langka sekali kalau Arthur mau ngajak atau diajak." bagi Arthur mendatangi acara yang tidak ada kaitannya dengan ilmiah membuang waktunya, terutama melihat anjing.
Banyak hal yang Ayla ketahui dari Arthur. Pemikirannya hal yang disukai dan tidak disukainya, masa lalu, apapun keterbukaannya sedikit demi sedikit. "Beneran dia gamau ikut?" tanya sekali lagi. Gadis bertanduk merah mengangguk yakin. Kiran jadi kepikiran, apa perkataannya tadi merusak suasana hati laki-laki itu.
Tiba di rumah Kiran dan Zeera akan menginap satu malam, karena mobil yang mereka tumpangi hari ini dibom oleh Arthur. Mereka berdua harus menunggu besok untuk penjemputan. "Ini kamar kalian!~" Ayla menunjukkan kamar lantai tiga. Walaupun rumah ini tidak terlihat seperti ada lantai tiga, ternyata ada rumah pohonnya.
Arthur sengaja membangun rumah ada pohonnya karena saat ia masih kecil sering bermain di rumah pohonnya. Bahkan sekarangpun jika Ayla sudah tertidur, ia ke lantai tiga untuk tidur di sana. Hawa yang ia rindukan rumah dan sejuk untuk beristirahat.
"Saya tidak tau kalau rumah ini berlantai tiga." Zeera takjub dengan rumah ini. Pertama kalinya juga memasuki rumah pohon yang luas dibanding dalam pikirannya. Gadis itu juga baru sadar bahkan menyadarinya minggu lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
