DELAPAN BELAS

43 9 3
                                        

Menyadari suasana yang tidak biasa Hwi bertanya, "Kenapa?"

Puk.

Sebuah bantal sukses melayang dan mengenai Hwi.

"Salah gue apa anjirr? Maen lempar aja!"

"Lo-tau lah, sana duduk terus diem," ucap Kyungjun kesal.

"Sensi banget lo jadi cowok! Melebihi cewek!"

Kyungjun ancang-ancang hendak kembali melempar bantal, tapi Sungjum dengan cepat mendahuluinya.

"Lo kenapa ikut-ikutan ngelemparin gue?"

"Ish, sini deh lo duduk manis terus jangan ngomong sebelum ada yang minta." Karena geram, Sungjun mebarik tangan Hwi dan menyuruhnya duduk.

"Oke Jun, Ayo lanjutin," kata Hyunsoo setelah keadaan kembali tenang.

"Ini ada ap-" Ucapan Hwi terhenti oleh bekapan tangan Sungjun.

"Udah deh, kata gue juga diem dulu!"

Hwi menyingkirkan tangan Sungjun dari bibirnya. "Tangan lo bau anjirr!"

"Suttt... udah diem," ucap Taehun.

Hwi akhirnya diam, yang lain pun sama. Mata mereka kini tertuju pada satu objek, yaitu Junhyeok.

Suasana yang sepi membuat Junhyeok sedikit tegang, tidak seperti biasanya. Mereka kali ini terlihat sangat serius.

"Gue gak tahu harus mulai dari mana," ungkap Junhyeok.

"Senyaman lo, kita bakal dengerin." Taehun tahu jika Junhyeok memiliki percakapan penting dengan Hyunsoo yang lain.

"Kalau gitu gue bakal ceritain dari awal-"

Flashback.

"Mau ke mana lo, Bang?" tanya Junhyeok pada Hyunsoo.

"Balik duluan, kalian lanjutin makan aja," jawabnya sambil berjalan menjauh dari tempat teman-temannya makan.

Keempatnya tidak ambil pusing dengan tingkah Hyunsoo. Anak itu memang sudah terbiasa kembali paling awal. Hingga tak lama Hyunsoo kembali dan cukup mengagetkan keempatnya.

"Kok balik lagi, Co?" tanya Kyungjun.

"Gak jadi gue, tadi cuma ke toilet bentar doang," jawab Hyunsoo.

"Tumben lo pake toilet di bawah, biasanya ogah," kata Hwi.

"Lagi mager naik."

"Aneh lo, Bang. Gue udah selesai, mau langsung balik gak?" tanya Junhyeok.

"Mager jalan gue, lo pada duluan aja," jawab Kyungjun.

"Gue juga," sahut Hwi.

"Ngikut Hwi aja gue mah," kata Sungjun.

"Yaudah gue duluan."

"Gue gak ditanya?"

Junhyeok senyum terpaksa. "Lo kan baru dateng, Bang. Mau bareng gue?"

"Iya sih. Nggak deh, lo duluan aja."

"Dari tadi kek." Junhyeok kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya.

Sepi, sudah pasti tapi Junhyeok tetap melanjutkan langkahnya hingga dirinya berhenti berjalan karena merasa ada yang mengawasinya.

"Junhyeok tungguin gue!"

Junhyeok menghela nafasnya lega. Ternyata itu temannya sendiri, Jang Hyunsoo.

"Lo bikin gue merinding aja, Bang," kata Junhyeok ketika Hyunsoo sudah berada di sampingnya.

Hyunsoo menampakan senyum terbaiknya. "Ya sorry. Lagian kenapa asrama kita sepi banget sih? Biasanya juga rame."

"Kan lagi pada sarapan, Bang."

"Iya sih. Eh, btw lo udah sarapan kan?"

"Jangan kaya orang pikun deh, Bang. Kita kan makan bareng tadi. Gue tahu lo udah tua, tapi jangan ketara amat lah."

"Sialan lo ngatain gue tua. Kita cuma beda setahun jangan belagak muda deh, lo juga tua. Oh ya, gimana Tae? Lo dapet kabar gak?"

Junhyeok menggeleng. "Gue baru mau video call, tapi pas di asrama aja. Hp gue ketinggalan."

"Di asrama gue aja, pake hp gue."

"Yaudah, ayo."

Keduanya berjalan sambil mengobrol santai dari lelucon sampai kasus yang sedang mereka hadapi saat ini.

"Terus ini kita bakal diem aja selama Taehun di rumah sakit?"

"Gue juga gak tahu, Bang."

"Menurut gue ya, Jun. Kalian jangan diem aja, sebelum makan lebih banyak korban."

"Maksud lo apa?" tanya Junhyeok.

"Lo gak curiga sama kejadian yang nimpa lo beberapa minggu lalu atau kejadian Taehun?"

"Kejadian yang nimpa gue? Jatuh dari tangga maksud lo?"

Hyunsoo mengangguk. "Lo yakin saat itu cuma ke peleset? Bisa aja kan kejadian itu sebenernya udah direncanain sama seseorang."

"Kalau kejadian Bang Tae sih gue yakin itu udah direncanain, tapi kejadian gue ... kok lo bisa kepikiran sampe situ sih, Bang?"

"Ya ... bisa aja kan? Apalagi kalau satu orang sama yang nyelakain Taehun, itu sih mungkin banget."

"Ngelantur lo, Bang."

Flashback off.

"Setelah itu gue buka pintu dan yang buka lo, Bang," ujar Junhyeok.

"Terus apa yang bikin lo kaya ngejauhin gue?" tanya Hyunsoo lagi.

Junhyeok menggeleng. "Gue bukan ngehindarin lo, tapi gue kaget. Pas Bang Tae, dia gak ada ngobrol sama gue, sedangkan lo, banyak hal yang kita bahas."

"Jadi itu alasan lo langsung lari ke sini?" tanya Kyungjun dijawab dengan anggukan oleh Junhyeok.

"Mereka ngasih tanda bahaya. Gue harap kalian hati-hati," ucap Taehun.

"Maksudnya gimana?" tanya Sungjun.

"Setelah Junhyeok dan Bang Tae bakal ada lagi korban diantara kita berempat kalau setelah ini kita diem aja, itu sih yang bisa gue tangkep dari cerita Junhyeok," jawab Hwi.

"Hidup kita gak bakal tenang sebelum semua ini selesai," ucap Taehun.

"Iya, dan ini semua salah lo!"

Empat orang selain Taehun terkejut mendengar ucapan Hwi yang membentak dan terlihat penuh emosi.

"Hwi, lo apa-apaan!" Kyungjun benar-benar tak terima dengan ucapan Hwi.

"Apa? Gak terima? Cepet sadar deh kalian semua!" Setelah mengatakan itu Hwi berjalan ke arah pintu dan,

Brak!

Hwi melemparkan vas bunga yang berada di atas meja dejat pintu, kakinya menginjak sesuatu yang mengganggu kenyamanannya sejak duduk di dekat Sungjun.

"LO KENAPA TIBA-TIBA GINI SIH, HWI?!"














Seneng banget bisa up cepet, jangan lupa vote ya!

Big Secret (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang